Sukses


Jangan Salahkan Marc Marquez, 2 Sosok Ini Paling Berdosa dari Kasus Cedera Sang Pembalap

Bola.com, Jakarta - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dipastikan absen pada seri ketiga MotoGP 2020 di Sirkuit Brno, Republik Ceska, akhir pekan ini.

Pasalnya Marc Marquez harus menjalani operasi kedua pada hari Senin lalu untuk membenarkan plat titanium yang rusak pada tulang humerus kanan.

El Periodico memprediksi Marc Marquez tak hanya melewatkan MotoGP Republik Ceska. Tidak tanggung-tanggung, kakak dari Alex Marquez ini juga akan melewati dua seri berturut-turut di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Jika sudah seperti ini, bisa dibilang Marc Marquez harus mengibarkan bendera putih terkait potensi dirinya mempertahankan titel juara dunia.

Pertanyaannya siapa sosok yang patut disalahkan sampai Marc Marquez harus melakukan operasi dua kali? Jawabannya bukan kakak dari Alex Marquez ini.

Menurut analisis situs GPOne.com, ada dua pihak paling berdosa yang sempat memberikan lampu hijau bagi Marc Marquez untuk mencoba mentas di MotoGP Andalusia, dua pekan lalu. Berikut penjabarannya.

2 dari 4 halaman

Dokter

Jangan salahkan Marc Marquez. Karena memang ia hanya seorang pembalap yang berusaha meraih poin sebanyak mungkin demi menjaga kans jadi juara dunia.

Jika mencari siapa yang paling berdosa adalah dokter. Baik itu dokter yang melakukan operasi, Dr. Xavier Mir maupun dokter tim medis yang memberikan restu kepada Marc Marquez mentas di MotoGP Andalusia.

Bayangkan, Marc Marquez sampai harus melakukan push-up untuk meyakinkan tim dokter agar bisa lolos tes medis. Pada beberapa hari sebelumnya, ia baru saja menjalanin operasi.

Seharusnya dokter tim medis memang tidak memberikan izin untuk juara dunia MotoGP enam kali ini. Kini terbukti, karena terlalu memaksakan diri, plat titanium di tulang humerus kanan Marc Marquez rusak dan harus melalui operasi kedua.

3 dari 4 halaman

Alberto Puig

Alberto Puig dengan tegas mengatakan pihak Honda tidak memaksa Marc Marquez untuk mencoba tampil di MotoGP Andalusia. Ya, ini memang benar adanya.

Tapi dengan jabatannya di tim Repsol Honda, harusnya Puig bisa melarang keras usaha Marc Marquez. Sayangnya Puig tidak melakukannya. Dia terlalu mempercayai Marc Marquez.

Pada akhirnya, Puig memang tidak patut disalahkan karena mengikuti kata hati Marc Marquez. Tapi ia berdosa lantaran tidak melarang sang pembalap.

 

Sumber: GPOne.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer