Kolom Piala Dunia 2026: Parade Kemenangan Bosnia Herzegovina di Austria, Pragmatis Sepak Bola yang Membahagiakan

Warga Bosnia Herzegovina yang tinggal di Austria berpesta. Mereka merayakan kemenangan bersejarah negaranya di pentas Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Sudah lewat tengah malam di salah satu kota di Austria ketika dua pertandingan terakhir grup B Piala Dunia 2026 usai dimainkan. Namun, jalanan justru semakin ramai. Konvoi mobil merayap perlahan sambil membunyikan klakson tanpa henti, layaknya parade juara.

Dari jendela hingga atap mobil berkibar dua warna yang saling berdampingan: bendera resmi Bosnia dan Herzegovina serta sehelai panji putih-biru dengan enam bunga lili emas di tengahnya.

Graz sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat diaspora Bosnia terbesar di Austria. Gelombang pengungsi yang datang pada masa Perang Bosnia pada dekade 1990-an menjadikan kota ini rumah bagi ribuan warga Bosnia dan Herzegovina.

Austria sendiri kini dihuni sekitar 100 ribu warga negara Bosnia, dengan Graz menjadi salah satu konsentrasi terbesar mereka. Jumlah tersebut belum menghitung generasi kedua dan ketiga yang telah memperoleh kewarganegaraan Austria sehingga tidak lagi tercatat sebagai warga negara Bosnia, tetapi tetap mempertahankan bahasa, tradisi, dan ikatan emosional dengan tanah leluhurnya.

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bukan Bendera Resmi

Bendera pendamping berwarna putih sejatinya bukan lagi bendera resmi Bosnia dan Herzegovina. Ia digunakan antara 1992 hingga 1998, pada masa kemerdekaan sekaligus Perang Bosnia. Namun bagi banyak diaspora Bosnia, bunga lili emas bukan sekadar simbol sejarah.

Ia adalah lambang perlawanan, identitas, dan pengingat bahwa sejarah mereka tidak sepenuhnya dapat diwakili oleh simbol negara yang sekarang. Meski demikian, penggunaan bendera ini juga tidak lepas dari kontroversi.

Sebagian kalangan mengaitkannya dengan identitas dominan Bosniak selama Perang Bosnia, sehingga tidak semua kelompok etnis memaknainya dengan cara yang sama.

Bertahan Pragmatis

Bendera resmi Bosnia yang berwarna biru dengan segitiga berwarna kuning, lahir dari kompromi politik pascaperang yang difasilitasi komunitas internasional. Sebaliknya, bendera bunga lili dianggap lahir dari perjalanan bangsa itu sendiri. Tidak mengherankan bila generasi muda diaspora masih mengibarkannya, terlebih ketika mereka melihat komunitas Serbia Bosnia maupun Kroasia Bosnia secara terbuka menampilkan simbol etnis masing-masing.

Di atas lapangan, tim nasional Bosnia justru tidak memainkan sepak bola yang mencerminkan semangat yang sama. Permainan mereka cenderung berhati-hati. Tekanan dilakukan setengah hati, sementara serangan balik yang tampak sebagai rencana utama jarang mampu dieksekusi hingga tuntas.

Kecenderungan itu juga tergambar dari statistik resmi FIFA. Hingga berakhirnya fase grup, Bosnia mencatat rata-rata 42 sapuan bersih (clearance) per pertandingan, tertinggi kedua di turnamen.

Sementara itu, mereka hanya membukukan rata-rata 14 usaha operan penetrasi ke area pertahanan lawan per laga, hanya sedikit lebih baik dibanding Curacao, Kepulauan Verde, dan Paraguay. Angka-angka tersebut memperlihatkan sebuah tim yang lebih sering sibuk bertahan pragmatis daripada berupaya membawa permainan ke sepertiga akhir lapangan lawan.

Tidak Memuaskan Secara Estetika, tapi...

Permainan itu mungkin tidak memuaskan secara estetika. Bahkan terkadang memancarkan rasa inferior ketika menghadapi lawan yang lebih mapan. Namun kemenangan tetaplah kemenangan, dan bagi jutaan diaspora Bosnia, kemenangan itu menjadi alasan untuk kembali memperlihatkan siapa diri mereka.

Sebab bagi negara yang masih membawa luka perang dan memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai penjuru Eropa, tim nasional selalu memiliki makna yang melampaui sepak bola.

Skuad Bosnia hari ini sendiri merupakan cerminan migrasi pascaperang, dengan banyak pemain lahir atau tumbuh besar di luar negeri. Mereka menjadi penghubung antara tanah air dengan mereka yang telah lama hidup jauh dari Sarajevo, Mostar, maupun Banja Luka.

Perayaan Tiga Poin

Tim nasional Bosnia juga menjadi salah satu institusi yang masih mampu menyatukan negara yang terbelah oleh garis etnis. Skuad mereka dihuni pemain berlatar belakang Bosnia, Kroasia, dan Serbia. Dukungan terhadap tim nasional memang tidak merata, terutama di wilayah mayoritas Kroasia dan Serbia yang identitas etnis kerap lebih menonjol dibanding identitas kebangsaan.

Namun di tengah segala perbedaan itu, sepak bola tetap menjadi salah satu ruang yang memungkinkan nama Bosnia berdiri di atas sekat-sekat tersebut.

Maka konvoi yang memenuhi jalan-jalan Austria malam itu bukan semata perayaan tiga poin atau kelolosan ke fase berikutnya. Ia adalah luapan identitas yang selama bertahun-tahun terus mencari ruang untuk diekspresikan. Di balik bunyi klakson dan kibaran bunga lili emas, sepak bola sekali lagi menunjukkan bahwa bagi sebagian bangsa, kemenangan tidak hanya mengubah klasemen. Ia menghidupkan kembali rasa memiliki terhadap sebuah tanah air.

 

Hardani Maulana

*) Pemerhati sepak bola founder Labbola dan Co Founder Lapangbola

Video Populer

Foto Populer