Pelatih Uruguay Ngamuk seusai Gagal ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Wartawan sampai Kena Semprot saat Wawancara

Pelatih Timnas Uruguay, Marcelo Bielsa, sempat kehilangan kontrol sesaat setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Uruguay, Marcelo Bielsa, mengamuk sejadi-jadinya seusai anak asuhnya tumbang dari Spanyol pada laga terakhir Grup H sekaligus menjadi laga penentu mereka tersingkir dari persaingan menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Akron, Zapopan, Sabtu (27-6-2026) pagi hari WIB, Uruguay harus mengakui keunggulan Spanyol setelah dibekuk dengan skor 0-1 lewat gol tunggal Alex Baena (42').

Dengan hasil ini, tim berjuluk La Celeste itu harus mengakhiri persaingan di peringkat ketiga Grup H dengan koleksi dua poin dari tiga laga. Dua poin itu didapat saat bermain imbang melawan Arab Saudi (1-1) dan Tanjung Verde (2-2).

Hasil ini memastikan mereka gagal merebut tiket lewat jalur perebutan peringkat ketiga terbaik. Sebab, dengan dua poin ini, Uruguay tak bisa bersaing karena minimal harus mendapatkan tiga poin untuk menjadi satu di antara dari delapan tim yang lolos dari jalur ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mengamuk

Marcelo Bielsa tampak emosional setelah Uruguay dipastikan tersingkir cepat dari Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 70 tahun itu bahkan sempat kehilangan kesabaran saat menjalani sesi wawancara pascapertandingan di DAZN.

Pelatih asal Argentina itu tertangkap kamera sedang membentak jurnalis sebelum wawancara dimulai karena ingin menyelesaikannya dengan cepat agar bisa segera masuk ke ruang ganti bersama skuad Uruguay.

Sebelum wawancara dimulai, Bielsa berteriak: "Cepat, lakukan saja!" ujarnya dengan wajah masam.

Sepanjang wawancara dengan DAZN, ia tampak emosional dan seolah enggan berada di depan kamera. Ia memberikan jawaban yang singkat dan ketus, menyatakan bahwa Fernando Muslera meminta diganti setelah melakukan kesalahan yang berujung gol.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kesalahan atas tersingkirnya Uruguay adalah tanggung jawabnya karena gagal memaksimalkan potensi tim.

Dia akhirnya menyudahi wawancara dengan ucapan "sama-sama" yang ketus.

Pernyataan di Konferensi Pers

Meski begitu, ketika menjalani sesi konferensi pers seusai laga, Bielsa tampak sedikit lebih tenang dalam memberikan jawaban saat menjelaskan alasan di balik keputusan-keputusan yang diambilnya.

"Muslera memutuskan untuk keluar, dan saya menggantikan Valverde dengan Vinas karena saya ingin menambah daya gedor serangan, hal itu bergantung pada pemain yang masuk dan juga pemain yang keluar," jelasnya.

Setelah itu, Bielsa merangkum masa sebagai nakhoda The Sky Blue tersebut sebagai 'kegagalan total' menyusul tersingkirnya Uruguay dari Piala Dunia 2026. Padahal, dia sempat membawa anak asuhnya menduduki peringkat ketiga di Copa America 2024.

"Saya tidak meninggalkan apa pun untuk sepak bola Uruguay. Kontribusi apa pun yang diberikan seorang pelatih kepada negara tempat ia bekerja selama tiga tahun tidak akan ada artinya jika ia tidak meraih hasil," ujarnya.

"Peringkat keempat di Kualifikasi Piala Dunia tidak ada gunanya, peringkat ketiga di Copa America juga sama tidak berartinya, dan performa kali ini tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Waktu saya di sini telah menjadi kegagalan total," imbuh Bielsa.

 

Sumber: Sportbible

Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Video Populer

Foto Populer