Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Pertahanan Spanyol dan Rekor Gila Unai Simon Layak Bikin Belgia Ketar-ketir

Pertahanan dan rekor Unai Simon jadi modal Spanyol hadapi Belgia di perempat final Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol berhasil mencatatkan performa impresif di sektor pertahanan menjelang duel kontra Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026. La Roja dianggap memiliki keseimbangan yang luar biasa hingga mampu memecahkan rekor istimewa.

Sejauh ini, kiper Timnas Spanyol, Unai Simon, belum kebobolan satu gol pun di Piala Dunia 2026. Kiper Athletic Bilbao itu seolah tak perlu menghadapi banyak tembakan berkat kukuhnya lini pertahanan La Roja.

Di laga babak 16 besar menghadapi Portugal, Unai Simon mencatatkan rekor baru. Saat pertandingan baru menginjak menit ke-40, ia telah melewati 560 menit tanpa kebobolan di ajang Piala Dunia.

Dia setidaknya tidak kemasukan gol dalam tujuh laga, dari gol Ao Tanaka untuk Jepang pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat melawan Austria di babak 32 besar, ia telah melampaui rekor eks kiper Timnas Italia, Walter Zenga, di angka 517 menit.

Kini, ia dan Timnas Spanyol melewati rekor Timnas Swiss dengan catatan cleansheet berdurasi 559 menit yang tersebar di sepanjang 14 tahun dan melewati tiga turnamen Piala Dunia pada edisi 1994, 2006, dan 2010.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Simon Sempat Diragukan

Belum lama ini, Simon mengaku bahwa ia sempat bertanya-tanya apakah semua ini sepadan. Bermain di posisi penjaga gawang, katanya, bisa menjadi hal yang kurang dihargai. Sebab, halaman depan surat kabar dan space di media sosial selalu menjadi milik orang lain yang bermain bagus.

Sementara itu, kebisingan kritik adalah miliknya. Sepanjang tahun ini, ia berada di pusat perdebatan.

Bagaimana tidak, saat dia dan Athletic Bilbao sedang kesulitan, ada banyak kiper yang menjadi pesaingnya untuk menjadi pengawal mistar gawang Spanyol.

Lihat saja pesaingnya, ada David Raya, penjaga gawang terbaik di Premier League, serta Joan Garcia, yang terbaik di La Liga.

"Saya tidak peduli. Saya akan mengatakannya: kami memiliki penjaga gawang terbaik di Piala Dunia," kata Simon, dikutip dari The Guardian.

Namun, bagi pelatih Luis de la Fuente, hal itu tidak pernah menjadi perdebatan, sekeras apa pun kebisingan yang muncul. Pasalnya, dia telah melatih Simon sejak di timnas usia muda dan memenangkan segalanya: Euro U-19 dan U-21, medali perak Olimpiade, Nations League, dan Euro 2024.

Hubungan mereka bahkan sudah seperti keluarga. Kini, Spanyol terasa seperti Spanyol kembali, dan Simon telah mencetak sejarah. Tidak ada negara lain yang pernah mencapai pertandingan keenam di Piala Dunia pria, tanpa kebobolan satu gol pun.

Spanyol Sulit Dibobol

Kiper Timnas Belgia, Thibaut Courtois, mengakui timnya bakal menghadapi tantangan berat untuk bisa membobol Spanyol. Sejauh ini, belum ada yang bisa melakukannya di Piala Dunia 2026.

"Mereka jelas sangat difavoritkan. Hal pertama yang harus kami lakukan saat menghadapi Spanyol adalah mencetak gol," ujar Courtois mengenai ujian terberat menghadapi La Roja di perempat final.

Lawan-lawan Spanyol hampir tidak bisa melepaskan tembakan yang berarti ke gawang juara Euro 2024 tersebut. Hanya ada 15 tembakan di fase grup, dan cuma tiga yang tepat sasaran. Austria bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Saat melawan Tanjung Verde di laga pertama fase grup, Spanyol hanya membiarkan 0,3 xG atau expected goal (angka harapan gol). Melawan Arab Saudi angkanya 0,14, sedangkan melawan Uruguay 0,2, dan terakhir 0,32 saat berjumpa Austria.

Satu-satunya tim yang bisa menyulitkan Spanyol adalah Portugal. Di fase 16 besar, mereka bisa melepaskan 10 tembakan, tetapi hanya ada dua yang tepat sasaran. Dengan catatan ini, angka xG-nya mencapai 0,58.

Pertahanan Kolektif

Catatan pertahanan Spanyol yang impresif memang dicapai lewat kerja kolektif dari semua pemain. Simon bukan satu-satunya yang bermain di setiap menit. Ada sosok Marc Cucurella dan Pau Cubarsí.

Selain itu, Aymeric Laporte hanya melewatkan satu menit di bangku cadangan. Di depan mereka ada Rodri, yang memulai turnamen ini dengan lambat, tetapi tampil luar biasa dalam dua pertandingan terakhir.

Pau Cubarsi, secara khusus, tampil luar biasa. Di balik semua pembicaraan tentang Lamine Yamal, remaja yang meredupkan segalanya, bek tengah andalan Barcelona inilah yang sebetulnya paling memukau.

"Cubarsi tidak terlihat seperti berusia 19 tahun, cara dia memikul tanggung jawab sungguh membuat iri," kata Simon.

Di Piala Dunia 2026, Cubarsi menyelesaikan 96% dari 449 umpan yang dilepaskannya, dan itu bukan sekadar umpan ke samping. Sebab, 34 dari 71 umpannya saat melawan Portugal mengarah ke area pertahanan lawan. Ada 19 kali perebutan bola kembali dan 23 aksi bertahan yang sukses dilakukan.

"Pau dan Aymeric adalah sebuah kemewahan. Mereka cocok dengan taktik yang kami inginkan, mereka mengalirkan bola ke depan, melepaskan umpan-umpan terobosan, dan mereka memiliki karisma di lapangan. Mereka sangat lengkap," kata De la Fuente.

 

Sumber: The Guardian

Video Populer

Foto Populer