Sukses


7 Kemenangan KO Terhebat dalam Sejarah Tinju Dunia

Bola.com, - Ring tinju banyak menghadirkan pertarungan menarik yang layak untuk dikenang. Penonton biasanya berharap menyaksikan duel yang seru, di mana petinju mampu memukul lawannya secara bertubi-tubi. Skenario itu lebih menyenangkan daripada melihat dua petinju lebih banyak menghindari pukulan atau berangkulan sepanjang pertarungan.

Tak heran, kemenangan knockout (KO) paling disukai. KO adalah cara paling dramatis untuk menyudahi pertarungan, lebih menarik dibanding kemenangan angka. Kemenangan KO itulah yang membuat olahraga tinju sangat dramatis dan unik.

Dalam sejarah tinju, penonton telah banyak menyaksikan sebuah kemenangan KO. Inilah 7 kemenangan terbaik dalam sejarah tinju dunia.

7. Sergio Martinez vs Paul Williams

Sergio Martinez kalah dalam pertarungan pertamanya melawan Paul Williams pada Desember 2009. Hasil itu dianggap kontroversial karena Williams dinyatakan menang angka mutlak, meskipun Martinez tampil sangat agresif. Martinez pun bertekad tak akan kalah lagi saat menjalani tarung ulang melawan Williams pada 20 November 2010.

Sergio Martinez saat menang KO atas Paul Williams pada 2010.

Duel ulang itu dijuluki “pertarungan tahun ini”, namun berakhir dramatis karena Martinez sukses meng-KO Willimas saat ronde kedua tersisa 2,02 menit (dari total 12 ronde).

Pukulan “mematikan” itu berupa hook kiri pendek yang mendarat di dagu Williams. Efeknya sangat telak. Williams langsung jatuh dan pingsan dengan mata terbuka. Dia pun harus mendapatkan perawatan medis.

2 dari 7 halaman

1

6. Antonio Tarver vs Roy Jones Jr.

Ini adalah pertarungan ulang yang berlangsung pada 15 Mei 2004. Pada pertarungan pertama setahun sebelumnya, Jones berhasil menang angka.

Pada rematch ini, Jones mengawali dengan baik dan bertarung seperti seorang agresor sehingga tampil mendominasi dan memimpin perolehan poin dari juri. Gaya tersebut kembali diulanginya pada ronde kedua, namun Tarver telah bangkit. Tarver bertarung sangat cermat dan seperti menunggu Jones melakukan kesalahan.

Di pertengahan ronde tersebut, Jones hendak memukul Tarver dengan tangan kanan. Tapi malah didahului dengan pukulan tangan kiri yang cepat. Jones langsung tersungkur ke kanvas untuk kali kedua sepanjang karier profesionalnya (Lou del Valle juga menang angka atas Jones pada 1998).

Jones berusaha bangkit dan berdiri. Namun wasit Jay Nady menilai Jones terlalu terluka untuk melanjutkan pertarungan. Tarver dinyatakan menang angka. Itu adalah kekalahan kedua Jones sepanjang karier profesionalnya atau KO pertamanya secara profesional. Kekalahan KO yang dialaminya sebelum itu batal karena kemudian lawannya, Montell Griffin, kena diskualifikasi.

3 dari 7 halaman

2

5. George Foreman vs Michael Moorer

Pertarungan Michael Moorer vs. George Foreman yang diberi "One for the Ages", adalah pertandingan tinju profesional yang digelar pada 5 November untuk perebutan gelar kelas berat WBA dan IBF.

Selama sembilan ronde pertama, harapan Foreman untuk menjadi petinju tertua yang memenangi sabuk juara kelas berat tampaknya bakal gagal terealisasi. Michael Moorer terlihat lebih cepat, lebih lincah, dan lebih bagus untuk lawannya yang berusia 45 tahun.

Namun, peruntungan Foreman berbalik pada ronde ke-10. Dia memukul Moorer dengan kombinasi tangan kanan dan kiri. Pukulan tangan kanannya telak mengenai rahang Moorer. Tulang rahang Moorer patah, bibirnya berdarah, dan dia roboh ke kanvas. Sampai hitungan dari wasit selesai, Moorer tak mampu bangkit. Foreman pun dinobatkan sebagai petinju tertua yang memenangi sabuk juara kelas berat.

4 dari 7 halaman

3

4. Juan Manuel Marquez vs Manny Pacquiao

Pertarungan yang berlangsung pada 9 Desember 2012 ini adalah pertemuan keempat antara Juan Manuel Marquez dan Manny Pacquiao. Ketiga duel sebelumnya berakhir dengan kontroversi. Fans mengira akan mendapat tontonan pertandingan dengan tipe serupa seperti sebelum-sebelumnya.

Namun, kali ini kedua petinju tampil berbeda. Pacquiao menyerang lebih dulu dan Marquez menyerang balik. Pertarungan agresif itu mereka membuat masing-masing sempat terkapar di kanvas.

Pertarungan berakhir pada ronde keenam. Marquez memukul Pac-Man dengan tangan kanan. Pacquiao langsung roboh dan tak sadarkan diri. Akhirnya Marquez mendapatkan kemenangan yang sudah dicarinya selama bertahun-tahun.

5 dari 7 halaman

4

3. Mike Tyson vs Michael Spinks

Anda bisa membayangkan menjadi penonton yang membayar mahal untuk menyaksikan pertandingan tinju yang hanya berlangsung sekejap? Itulah yang terjadi pada pertarungan Mike Tyson kontra Michael Spinks pada 27 Juni 1988.

Spinks mengejutkan kancah tinju dunia saat melepaskan mahkota juara kelas berat-ringan demi naik ke kelas berat. Tapi, dia menorehkan kesan pertama dengan mengalahkan Larry Holmes untuk merengkuh titel kelas berat IBF pada 1985.

Dia juga kembali mengalahkan Holmes pada pertarungan ulang. Tak heran, dia cukup percaya diri saat menantang juara unified, Mike Tyson. Namun, Spink ternyata sama sekali tak berdaya. Tyson telah menjatuhkannya dua kali saat pertarungan baru berjalan 1,5 menit. Spinks tak mampu bangkit lagi. Impiannya untuk mengalahkan Tyson sirna hanya dalam tempo 90 detik.

6 dari 7 halaman

5

2. Julio Cesar Chavez vs Meldrick Taylor

Pertarungan ini digelar pada 17 Maret 1990. Chavez sedang memburu kemenangan ke-69 sepanjang kariernya, yang ternyata butuh perjuangan keras.

Saat memasuki ronde ke-12, Chavez benar-benar bernafsu menang KO demi terhindar dari kekalahan perdana sepanjang kariernya. Saat itu, Taylor sedang memimpin karena dua dari tiga juri untuk sementara menilai angka yang didapatnya lebih unggul. Yang dibutuhkannya hanya menunggu bel berbunyi dan menang.

Namun, pada beberapa detik terakhir ronde ke-12, Chavez memukul jatuh Taylor dengan pukulan tangan kanan yang keras. Taylor kemudian mampu bangkit pada hitungan keenam, namun tak mampu merespons saat wasit Richard Steele mengajaknya berbicara di sudut ring. Wasit akhirnya menghentikan duel hanya dua detik sebelum bel.

Chavez dinyatakan menang. Ini adalah salah satu kemenangan KO yang luar biasa dan paling kontroversial dalam sejarah tinju dunia.

7 dari 7 halaman

6

1. Buster Douglas vs Mike Tyson

Kegagalan terbesar dalam sejarah tinju dunia? Anda bisa menyaksikannya pada 11 Februari 1990, saat Mike Tyson bertarung melawan Buster Douglas.

Mike Tyson memasuki arena pertarungan di Tokyo Dome sebagai juara kelas berat tangguh, dengan 37 kemenangan, dan pukulan bertenaga yang tak perlu diragukan lagi.

Sebaliknya, sang lawan dianggap sebagai penantang yang kurang meyakinkan karena pernah kalah KO dari Tony Tucker saat punya kesempatan memperebutkan gelar juara dunia.

Hanya tiga pekan sebelum pertarungan, ibu Douglas meninggal dunia dan dia terjangkit flu. Dia pun menjalani duel sebagai underdog. Banyak orang meramalkan Tyson akan mudah mengalahkan dirinya.

Namun, Douglas sama sekali tak terintimidasi. Dia menggunakan pukulan cepat untuk menjaga Tyson tak bisa terlalu mendekat. Douglas juga tak malu-malu untuk melepaskan serangan. Pilihan yang mengandung risiko besar.

Pada ronde kedelapan, Tyson sebenarnya mampu menjatuhkan Douglas dengan uppercut tangan kanannya. Namun, pukulan tersebut tak membuat sang lawan menyerah. Douglas bangkit dan melanjutkan pertarungan.

Setelah itu, Douglas makin beringas. Dia meladeni pertarungan terbuka yang dilakukan Tyson. Hanya 35 detik pada ronde ke-10, Douglas melepaskan pukulan brutal ke arah Tyson. Kombinasi empat pukulan yang diakhiri dengan sebuah jab mengirim Tyson ke kanvas untuk pertama kalinya. Setelah itu, Mike Tyson tak pernah menjadi petinju yang sama seperti sebelumnya.

 

Kalimat Haru Khabib Nurmagomedov Saat Putuskan Pensiun dari UFC

Video Populer

Foto Populer