Sukses


Bacaan Niat Iktikaf Beserta Arti, Ketahui Keutamaannya

Bola.com, Jakarta Iktikaf adalah berdiam diri di masjid atau rumah disertai dengan niat hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat iktikaf meliputi syarat, rukun, adab, dan yang membatalkannya.

Iktikaf boleh dilakukan setiap saat, tetapi lebih dianjurkan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Hal tersebut sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad saw kepada umat-Nya untuk melakukan Iktikaf.

Nabi Muhammad saw melakukan Iktikaf di 10 malam terakhir Ramadan dengan bertadarus membaca Al-Qur'an, dan merenung sambil berdoa.

Namun, sebelum melakukan iktikaf, penting untuk memperhatikan syarat dan rukunnya. Satu di antara rukun iktikaf ialah niat terlebih dahulu.

Seperti diketahui, niat merupakan hal penting saat ibadah, termasuk iktikaf. Selain itu, niat iktikaf ini juga menjadi pembeda antara ibadah lainnya yang dilakukan di masjid.

Berikut ini bacaan niat iktikaf dan keutamaannya yang penting untuk diketahui, seperi dilansir dari Islam.nu.or.id dan Liputan6.com, Jumat (22/4/2022).

 

 

2 dari 3 halaman

Bacaan Niat Iktikaf

Berikut ini adalah lafal itikaf yang dapat dibaca untuk memantapkan niat:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.

Artinya, “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Lafal niat ini dikutip dari Kitab Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj.

 

Selain itu, terdapat lafal itikaf lain yang dapat dilafalkan sebelum melaksanakan iktikaf. Lafal niat itikaf ini dikutip dari Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi:

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى

Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

3 dari 3 halaman

Keutamaan Iktikaf

1. Segala dosa dihapus dan ditulis dengan kebaikan

Seperti yang diriwayatkan dalam hadis Ibnu Majah, "Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah menjelaskan berkaitan dengan orang yang beriktikaf: "Ia berdiam diri dari dosa-dosa dan dialirkan baginya kebaikan seperti orang yang melakukan semua kebaikan."

2. Seperti pahala haji dan umrah

Diriwayatkan dalam Hadis Baihaqi, Rasulullah bersabda, "Barang siapa iktikaf 10 hari di dalam bulan Ramadan maka (dapat pahala) seperti orang yang dua kali haji dan dua kali umrah."

3. Mendapatkan malam Lailatul Qadar

Rasulullah saw beriktikaf pada 10 hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar dan untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdoa dan banyak berzikir ketika itu.

Sumber: Islam.nu.or.id, Liputan6.com (Reporter: Laudia Tysara. Editor: Fadila Adelin. Published: 29/4/2021)

Video Populer

Foto Populer