Sukses


Pengertian Frasa, Ketahui Pula Ciri, Jenis, dan Contohnya

Bola.com, Jakarta - Frasa adalah istilah yang kerap disamakan dengan istilah kelompok kata. Frasa adalah satuan gramatik yang terdiri atas satu kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi atau jabatan.

Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi satu di antara fungsi sintaksis di dalam kalimat.

Frasa merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi, maksudnya frasa selalu terdapat dalam satu fungsi tertentu, seperti dalam S, P, O, PEL, atau K.

Untuk mendapatkan pemahaman secara lebih mendalam terkait frasa, kamu bisa menyimak dan mengulas artikel tentang frasa ini.

Berikut rangkuman tentang frasa, disadur dari Merdeka, Jumat (23/9/2022).

2 dari 6 halaman

Ciri-Ciri Frasa

  • Frasa harus terdiri minimal dua kata atau lebih.
  • Menduduki atau mempunyai fungsi gramatikal dalam kalimat.
  • Frasa harus mempunyai satu makna gramatikal.
  • Frasa bersifat nonpredikatif.
  • Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat.
3 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Frasa verbal

Frasa verbal yaitu suatu frasa yang mempunyai inti kata kerja dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.

 Contoh: sedang pergi, akan datang, baru makan, dan lainnya.

Frasa Nominal

Frasa nominal yakni suatu frasa yang mempunyai inti kata benda dalam unsur pembentukannya dan juga dapat difungsikan sebagai pengganti dari kata benda.

Contoh: sapu lidi, kado ulang tahun, sendok emas, dan masih banyak lainnya.

Frasa ajektiva

Frasa ajektiva adalah suatu frasa yang mempunyai inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.

Contoh: cukup buruk, lumayan jauh, terlalu miskin, kurang manis, dan lain-lain.

4 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Frasa adverbia

Frasa adverbia adalah frasa yang mengandung unsur inti kata keterangan dan dapat sebagai substitusi kata keterangan dalam suatu kalimat.

Contoh: dengan heran.

Frasa numeralia

Frasa numeralia adalah frasa yang terbentuk dari kata bilangan. Frasa ini mengungkapkan jumlah, kuantitas, dan urutan dalam suatu deret.

Contoh: tiga potong, lima sendok, dan sebagainya.

Frasa preposisional

Frasa preposisional merupakan frasa yang mengandung preposisi dan objek preposisional yang dapat berperan sebagai kata keterangan dalam suatu kalimat.

Contoh: Yang terhormat, kepada Kepala Sekolah, dan lain-lain.

5 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Frasa konjungsi

Frasa konjungsi adalah frasa yang mengandung konjungsi atau kata sambung.

Contoh: kemarin malam, tadi sore.

Frasa endosentrik

Frasa endosentrik adalah frasa yang memiliki konstituen inti yang memiliki hubungan atau kesetaraan dengan konstituen lainnya yang ada pada rangkaian kalimat tersebut.

Secara umum ada tiga jenis frasa endosentrik, yaitu frasa endosentrik atributif, apositif, dan koordinatif.

Frasa eksosentrik

Frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak memiliki unsur inti. Lantaran tidak memiliki unsur inti, kalimat ini tidak dapat dipenggal-penggal atau dibeda-bedakan.

Secara umum, ada tiga bentuk frasa eksosentrik yang umumnya digunakan dalam suatu kata-kata. Tiga bentuk frasa tersebut, yakni frasa eksosentris direktif, nondirektif, dan konektif.

6 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Frasa beserta Contohnya

Frasa setara

Frasa setara adalah frasa yang antarkatanya memiliki unsur yang setara.

Frasa setara bertingkat

Frasa setara bertingkat merupakan frasa yang antarkatanya memiliki unsur yang tidak setara atau memiliki tingkatan-tingkatan tertentu.

Frasa biasa

Frasa biasa merupakan frasa yang terbentuk dari makna denotasi (makna sebenarnya).

Contoh: Ariana sedang mengepel lantai.

Frasa idiomatik

Frasa idiomatik adalah frasa yang bermakna tidak sebenarnya atau memiliki konotasi tertentu.

Contoh: Timoty adalah orang yang pandai bersilat lidah di depan guru.

Frasa ambigu

Frasa ambigu merupakan frasa yang memiliki makna ganda sehingga dapat menimbulkan keraguan. Oleh karena itu, frasa-frasa ambigu umumnya memerlukan penjelasan yang lebih.

Contoh: memberi tahu, orang tua, dan lainnya.

 

Disadur dari: Merdeka.com (Penulis: Ani Mardatila. Published: 18/1/2022)

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Video Populer

Foto Populer