Sukses


Arti Stigma beserta Penyebab dan Komponennya

Bola.com, Jakarta - Stigma adalah sebuah pikiran, pandangan, dan kepercayaan negatif yang didapatkan seseorang dari masyarakat ataupun juga lingkungannya.

Stigma biasanya berupa labelling, stereotip, separation, serta diskriminasi sehingga hal tersebut dapat memengaruhi diri seorang individu secara keseluruhan.

Stigma diciptakan oleh masyarakat saat melihat sesuatu yang dianggap telah menyimpang ataupun aneh karena ada hal yang tidak sewajarnya.

Stigma biasanya diciptakan oleh masyarakat untuk menilai sesuatu hal yang memalukan ataupun tidak sesuai dengan nilai-nilai yang telah dianut.

Hal tersebut nantinya akan dapat menyebabkan penurunan rasa percaya diri, motivasi, penarikan diri dari lingkungan sosial, menghindar pekerjaan, serta kehilangan arah masa depan.

Stigma juga dapat diartikan sebagai sebuah cap atau label kepada seseorang dari masyarakat sosial karena adanya sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kebiasaan mereka.

Agar lebih paham lagi, berikut rangkuman tentang stigma, disadur dari Merdeka, Kamis (24/11/2022).

2 dari 4 halaman

Penyebab Stigma

1. Diri: berbagai mekanisme internal yang telah dibuat diri sendiri

2. Masyarakat: gosip, pelanggaran, serta pengasingan di tingkat budaya dan masyarakat.

3. Lembaga: perlakuan prefensial atau suatu diskriminasi dalam lembaga.

4. Struktur: lembaga yang lebih luas contohnya kemiskinan, rasisme, serta kolonialisme yang terus-menerus mendiskriminasi suatu kelompok tertentu.

3 dari 4 halaman

Terjadinya Stigma

Menurut Pfuhl, proses terjadinya stigma dalam masyarakat dapat terjadi melalui tiga tahapan, yaitu:

1. Proses interpretasi: pelanggaran norma yang telah terjadi di masyarakat tidak semuanya mendapatkan stigma masyarakat, tetapi hanya pelanggaran norma yang diinterpretasikan oleh masyarakat tentang suatu penyimpangan perilaku yang dapat menimbulkan stigma.

2. Proses pendefinisian: orang yang dianggap berperilaku menyimpang, setelah pada tahap pertama dilakukan di mana terjadinya interpretasi terhadap perilaku yang menyimpang maka selanjutnya adalah proses pendefinisian orang yang dianggap berperilaku menyimpang oleh masyarakat.

3. Perilaku diskriminasi: yaitu tahap selanjutnya setelah tahap kedua dilakukan. Masyarakat akan memberikan perlakuan yang bersifat membedakan atau diskriminasi.

4 dari 4 halaman

Komponen Stigma

1. Labelling

Adalah pembedaan dan pemberian label atau penamaan berdasarkan pada perbedaan yang dimiliki anggota masyarakat tersebut. Sebagian besar perbedaan individu sebetulnya tidak dianggap relevan secara sosial, tetapi beberapa perbedaan dapat menonjol secara sosial.

Labelling merupakan suatu tanda dari masyarakat terhadap individu karena adanya stigma yang telah diberikan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa labelling merupakan penamaan berdasarkan kepada perbedaan yang dimiliki oleh kelompok tertentu.

2. Stereotype

Adalah kerangka berpikir atau aspek kognitif yang terdiri dari suatu pengetahuan dan keyakinan mengenai kelompok sosial tertentu. Stereotype merupakan suatu keyakinan mengenai karakteristik tertentu dari anggota kelompok tertentu.

3. Separation

Adalah pemisahan "kita" (sebagai pihak yang tidak memiliki stigma atau pemberi stigma) dengan "mereka" (kelompok yang mendapatkan stigma).

Hubungan label dengan atribut negatif tersebut akan menjadi suatu pembenaran ketika individu yang memiliki label tersebut percaya dirinya memang seseorang yang berbeda. Ketika hal tersebut terjadi, bisa dikatakan pemberian stereotip telah berhasil.

4. Diskriminasi

Adalah suatu perilaku yang merendahkan orang lain karena keanggotaannya dalam suatu kelompok.

Diskriminasi merupakan suatu komponen dari perilaku negatif terhadap seorang individu karena individu tersebut termasuk anggota dari kelompok tertentu.

 

Disadur dari: Merdeka.com (Penulis: Rakha Fahreza Widyananda. Published: 4/12/2020)

Yuk, baca artikel arti lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Mencoba transportasi Doha Metro

Video Populer

Foto Populer