Sukses


Apa Itu Bug? Yuk, Pahami Jenis dan Cara Mencegahnya

Bola.com, Jakarta - Bug adalah kecacatan atau kerusakan teknis dalam sebuah aplikasi. Adanya bug tersebut dapat menyebabkan sebuah aplikasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Perlu diketahui, istilah bug bermula dari pengalaman Grace Hopper, satu di antara teknisi yang berkontribusi pada pengembangan teknologi komputer.

Grace mempublikasikan bahwa penyebab satu di antara kegagalan proyeknya adalah seekor serangga (ngengat) yang terjebak dalam komponen komputer dan menyebabkan malfungsi elektronik.

Kejadian inilah yang menjadi alasan mengapa gangguan teknis pada komputer disebut bug (serangga).

Namun, saat ini, bug menjadi istilah yang berkaitan erat dengan kerusakan yang terjadi pada software saja.

Agar makin paham, berikut penjelasan lebih lanjut tentang bug, dilansir laman Dewaweb dan Ivosights, Rabu (1/11/2023).

2 dari 3 halaman

Jenis-Jenis Bug

Logic Bug

Terjadi saat software salah dalam mengeksekusi perintah sehingga output yang dihasilkan tidak sesuai.

Functional error

Jenis bug ini menggambarkan masalah pada fungsional software.

Usability defects

Bug jenis ini membuat software tidak bisa berjalan maksimal. Tidak hanya karena kesalahan kode, biasanya bug jenis ini terjadi karena kesalahan desain UI.

Security error

Sesuai namanya, bug jenis ini berkaitan dengan keamanan software atau program.

Performance defects

Performance defects adalah jenis bug yang berkaitan dengan kecepatan software, stabilitas ataupun response time.

Syntax error

Syntax error adalah jenis bug yang kerap terjadi saat programmer melakukan kesalahan dalam penulisan kode.

Compatibility error

Compatibility error adalah jenis bug yang terjadi pada situasi tertentu.

3 dari 3 halaman

Cara Mencegah Terjadinya Bug

1. Perkuat Komunikasi Antar Programmer untuk Meminimalkan Human Error

Pada dasarnya, human error menjadi satu di antara hal yang paling sering menyebabkan terjadinya bug. Mengingat, manusia sendiri bertindak sebagai pencipta dari sebuah program atau software tersebut.

Kurangnya komunikasi antar programmer, menjadi satu di antara penyebab terjadinya human error. Sebab, komunikasi menjadi hal penting dalam sebuah tim.

Bukan tidak mungkin, jika terjadi salah paham antara programmer, baik dalam skala kecil ataupun besar, akan menyebabkan terjadinya bug pada program yang sedang dikerjakan tersebut.

2. Memperjelas System Requirements

Para developer atau programmer harus mengetahui nilai bisnis dari sebuah produk atau layanan teknologi yang diciptakan. Untuk itu, strategi yang dilakukan dalam hal ini melakukan diskusi antara tim programmer/developer dengan tim bisnis.

Diskusi dilakukan untuk membicarakan tentang fitur-fitur yang "menjual" di pasar, serta membahas tentang pengguanaan sistem ataupun konsekuensi teknisnya.

3. Teknik Pemrograman

Satu di antara teknik yang dapat digunakan adalah dengan melakukan Test-driven Development. Dalam hal ini, Test-driven Development merupakan proses pengembangan parameter keberhasilan sebuah software sebelum menuliskan kode untuk software tersebut.

Test-driven Development berfungsi untuk membantu mengurangi bug dalam beberapa siklus seperti saat melakukan pengerjaan fitur, pengelolaan fitur, dan saat mengetahui software tersebut terjadi bug.

 

Sumber: Dewaweb, Ivosights

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Video Populer

Foto Populer