Kemenpora Janjikan Proses Seleksi Deputi Pengembangan Industri Olahraga Berjalan Transparan dan Obyektif

Dengan Kemenpora membuka kesempatan bagi kaum profesional, diharapkan semakin banyak kandidat yang memiliki rekam jejak dan pengalaman, terutama untuk mendukung industri olahraga.

Bola.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membuka kesempatan bagi kalangan profesional untuk menjadi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Kemenpora pun menegaskan bahwa proses seleksi akan transparan dan obyektif.

Kemenpora membuka peluang bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kalangan profesional untuk ikut ambil bagian dalam memajukan industri olahraga Tanah Air, melalui seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.

Dengan Kemenpora membuka kesempatan bagi kaum profesional, diharapkan semakin banyak kandidat yang memiliki rekam jejak dan pengalaman, terutama untuk mendukung industri olahraga.

Tujuannya agar bisa memberikan kontribusi memajukan industri olahraga yang memberikan dampak simultan kepada seluruh aspek kehidupan.

Selain memberikan peluang bagi non-ASN untuk mendapatkan jabatan ini, Kemenpora menjamin proses seleksi berjalan secara terbuka, transparan, obyektif dan menjunjung tinggi prinsip meritokrasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

Demi memastikan proses penilaian seleksi berjalan adil dan akuntabel, Kemenpora membentuk panitia seleksi yang terdiri dari unsur profesional, akademisi dan pejabat yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi.

 
 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 2 halaman

Tahapan Seleksi

Proses seleksi nantinya akan meliputi tahapan seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak jabatan, seleksi kompetensi manajerial, dan sosial kultural yang dilakukan dengan metode asessment center oleh lembaga yang terakreditasi.

Selanjutnya kandidat juga diminta untuk menulis makalah dan paparan secara langsung dengan tema dan ketentuan yang disampaikan panitia seleksi pada saat penyusunan makalah dan bahan paparan.

Setelah itu ditutup dengan seleksi wawancara dengan panitia seleksi. Tentunya setiap peserta dinilai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas, dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan keterbukaan informasi.

Video Populer

Foto Populer