Sukses


5 Rekrutan Mewah Real Madrid yang Kinerjanya Butut, Eden Hazard Kok Kamu Bisa Ambyar Begini?

Bola.com, Jakarta - Salah satu klub tersukses sepanjang masa di Eropa, Real Madrid menjadi tujuan pilihan para pemain sepak bola terhebat selama puluhan tahun. Superstar seperti Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane, dan Gareth Bale hanyalah beberapa legenda yang mengenakan seragam putih Real yang terkenal.

Namun, pada kenyataannya tak selalu strategi transfer Real Madrid tepat.

Selama bertahun-tahun, Real Madrid, kerap salah beli pemain dengan harga mahal pula. Karier mereka pun pendek di Bernabeu.

Para pemain ini sukses Bundesliga, Serie A, dan Premier League, namun mendadak butut saat berkostum Real Madrid. Siapa saja mereka?

2 dari 7 halaman

Luka Jovic

Didatangkan pada musim panas 2019 untuk menggantikan Karim Benzema yang mulai menua, karier Luka Jovic di Real Madrid menjadi sebuah mimpi buruk.

Penyerang Serbia datang ke Real dengan reputasi mentereng setelah mencetak 27 gol dalam 48 penampilan untuk Eintracht Frankfurt di musim 2018-19. Los Blancos mengeluarkan uang € 60 juta untuk membawa striker 21 tahun itu ke Bernabeu.

Pada musim pertama yang dilanda cedera dengan tim barunya, pemain Serbia itu gagal membuat dampak apa pun dan tidak bisa menyingkirkan Benzema dari tempatnya sebagai mesin gol utama Real.

Jovic hanya membuat 17 penampilan di La Liga - 13 di antaranya dari bangku cadangan - dan hanya mencetak dua gol yang mengecewakan. Diakui, dia menderita masalah cedera, tetapi mengingat label harganya, mungkin adil untuk mengharapkan lebih darinya.

Musim saat ini kita telah melihat Jovic dikirim kembali ke Frankfurt dengan status pinjaman menyusul empat penampilan mengecewakan di El Real.

3 dari 7 halaman

Kaka

Musim panas 2009 merupakan musim yang besar bagi Real Madrid, karena mereka memecahkan rekor transfer dunia tidak hanya sekali, tetapi dua kali! Dan sementara £ 80 juta yang mereka bayarkan untuk Cristiano Ronaldo bernilai setiap sennya, sayangnya biaya € 67 juta yang dihabiskan untuk Kaka terasa sia-sia.

Kaka telah membuktikan dirinya sebagai pemain kelas dunia selama enam musim di AC Milan. Selama waktu itu, dia telah mencetak 95 gol dalam 270 pertandingan, memenangkan Scudetto dan Liga Champions dalam prosesnya.

Namun, empat musim di Bernabeu ia kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya. Serangkaian cedera tidak membantu. Total sang gelandang serang hanya mencetak 23 gol liga selama waktunya bersama Los Blancos. Mengecewakan.

Tampak selalu terjebak dalam bayang-bayang Ronaldo, Kaka meninggalkan Real Madrid pada musim panas 2013, kembali ke Milan dengan status bebas transfer.

Dan fakta bahwa ia hanya mendapatkan dua trofi bersama Real Madrid (Copa del Rey 2010-2011 dan gelar La Liga 2011-2012) berarti dapat dikatakan bahwa Bernabeu tidak pernah melihat yang terbaik dari bintang Brasil ini.

4 dari 7 halaman

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate tidak membebani Real Madrid sebanyak beberapa pemain lain dalam daftar ini. Mereka hanya membayar Newcastle United sekitar £ 13 juta untuk jasanya pada tahun 2004. Namun, bisa dikatakan bahwa bek Inggris itu gagal total di Bernabeu .

Cedera saat ditransfer ke Los Blancos, Woodgate gagal membuat satu penampilan pun di musim pertamanya di klub.

Dan ketika dia akhirnya benar-benar mengenakan kostum putih yang terkenal pada bulan September 2005, debutnya adalah bencana.

Woodgate berada di pihak yang menang saat Real mengalahkan Athletic Bilbao 3-1, tetapi ia juga mencetak gol bunuh diri sebelum dikeluarkan dari lapangan karena mendapat dua kartu kuning.

Usai menjalani awal yang buruk kemudian sang stoper membuat beberapa penampilan yang layak untuk Real. Tapi saat dia mulai masuk dengan benar ke tim utama, cedera terjadi lagi dan membuat Woodgate kembali tersingkir.

Pada saat musim 2005-2006 berakhir, Woodgate telah membuat total 14 penampilan untuk Real. Musim panas melihatnya pindah kembali ke Premier League dengan status pinjaman ke Middlesbrough, dan setahun kemudian, itu menjadi permanen.

Pada tahun 2007 Woodgate terpilih sebagai rekrutan terburuk Real Madrid abad ke-21 oleh pembaca Marca.

5 dari 7 halaman

Theo Hernandez

Ketika Real Madrid dibayar € 24 juta lewat mekanisme klausul pelepasan Theo Hernandez pada musim panas 2017, kepindahan sang bek tersebut bukannya tanpa kontroversi.

Bek kiri Prancis itu menghabiskan musim 2016-17 dengan menjadi bintang Alaves, tampil dalam 32 dari 38 pertandingan La Liga. Ia bermain di sana dengan status pemain Atletico Madrid yang dipinjamkan untuk mendapat jam terbang bertanding yang cukup.

Dan ketika Los Blancos memutuskan untuk membawanya ke Bernabeu, Atletico sebenarnya keberatan namun tak bisa mencegahnya. Keputusan Hernandes pergi ternyata salah besar. Ia merasakan masa-masa suram di Real Madrid.

Pemain Prancis itu hanya membuat 23 penampilan di semua kompetisi selama musim pertamanya di Bernabeu, berjuang untuk mendapatkan performa terbaik dan hanya 10 kali tampil sebagai starter di La Liga. Dan alih-alih memiliki kesabaran dengannya, musim 2018-19 Los Blancos meminjamkannya ke Real Sociedad.

Meskipun ia tampil sedikit lebih baik di sana, itu tidak cukup untuk mengesankan para penguasa di Real Madrid. Jadi, pada musim panas 2019, dia dijual ke AC Milan hanya dengan € 20 juta.

Pada dasarnya, mengingat kerumitan yang mereka alami untuk merekrutnya, Hernandez jelas sebuah investasi yang sia-sia.

6 dari 7 halaman

Eden Hazard

Premier League menjadi salah satu tempat favorit Real Madrid untuk berbelanja pemain. Bintang-bintang mereka seperti Gareth Bale, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo menuju ke Bernabeu dari Inggris.

Dan di musim panas 2019, Los Blancos kembali belanja pemain dari kompetisi satu ini untuk kepentingan membangun Los Galactico terbaru mereka. Mereka mendatangkan Eden Hazard dari Chelsea dengan bayaran lebih dari € 100 juta, menjadikan pemain sayap Belgia itu salah satu pemain termahal di dunia.

Hazard telah menjadi salah satu pemain terbaik Premier League selama beberapa musim sebelumnya, tetapi apesnya ia tak juga terlihat mengkilap di Bernabeu.

Musim debutnya sangat suram karena gangguan cedera. Profesionalismenya sejak awal juga dipertanyakan setelah dilaporkan tiba di klub barunya kelebihan berat badan.

Pemain Belgia itu hanya membuat 16 penampilan liga selama 2019-20 dan hanya berhasil mencetak satu gol.

Musim ini performanya juga amat buruk. Mantan pemain Chelsea itu baru memulai delapan pertandingan di semua kompetisi dengan hanya mencetak tiga gol. Setelah itu ia kembali tumbang karena cedera.

Pada usia 30 tahun, mungkin sudah terlambat baginya untuk menghidupkan kembali kariernya di Bernabeu. Menyedihkan benar nasib Eden Hazard.

Sumber: Sportskeeda

7 dari 7 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer