Sukses


Terus Berinovasi jadi Bukti Keseriusan LALIGA untuk Menyandang Status Kompetisi Nomor Satu di Dunia

Bola.com, Jakarta - LALIGA merupakan satu di antara liga top Eropa yang memiliki penggemar hingga miliaran orang diseluruh dunia. Kasta teratas di Liga Spanyol itu pun terus berinovasi, demi menyandang status sebagai kompetisi nomor satu di dunia.

Beragam inovasi mulai gencar dilakukan sejak 2013 atau ketika Javier Tebas duduk di kursi presiden La Liga. Sebagai langkah awal, Tebas bersama manajemen La Liga membenahi pengawasan keuangan klub dan pembaharuan kontrak penjualan hak siar.

Selain itu, fokus utama yang dilakukan adalah menggandeng kecanggihan teknologi untuk memberikan sensasi yang berbeda bagi penggemar, baik yang menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion, lewat layar kaca, ataupun di dunia maya.

Sejak 2018, tayangan siaran langsung La Liga memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan kompetisi top Eropa lainnya. Penonton yang menyaksikan laga big match via televisi ataupun gawai, mendapatkan tayangan dengan kualitas 4K High-Dynamic-Range (HDR).

Masih pada tahun yang sama, La Liga juga mulai menerapkan penggunaan video assistant referee (VAR). Teknologi tersebut dapat membantu wasit dalam mengambil setiap keputusan ketika memimpin pertandingan.

---

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Satu-satunya di Dunia

Terobosan lain yang dilakukan La Liga adalah menggunakan teknologi tayangan ulang 360 derajat. Teknologi tersebut memungkinkan bagi fans melihat tayangan ulang, baik itu gol ataupun pelanggaran dari segala sudut. Demi memberikan sensasi terbaik, La Liga memakai 38 kemera ultra-high definition yang ditempatkan diseluruh stadion.

Penonton di rumah juga semakin dimanjakan dengan kehadiran grafis 3D secara langsung. Teknologi inovatif yang ditawarkan Live 3D Graphics tersebut menghasilkan grafik virtual selama siaran, dan merupakan satu-satunya kompetisi domestik diseluruh dunia yang menggunakan hal tersebut.

"Kami bertujuan untuk menciptakan kompetisi olahraga dengan produksi terbaik di dunia," ujar head of content and programming La Liga, Roger Brosel.

"Ini tidak berarti berinovasi demi inovasi, namun melakukan perbaikan yang mempertimbangkan informasi dan menghibur pemirsa kami. Sepak bola terhubung dengan penggemar pada level emosional dan ini harus selalu tercermin dalam siaran kami," jelas Brosel.

 

3 dari 5 halaman

Wajah Baru La Liga

Memasuki musim 2023/2024, LALIGA merilis wajah baru untuk menandai sebuah awal dari era baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol tersebut.

Penggunaan font baru dalam LALIGA yang menggunakan huruf kapital jadi penegasan kompetisi sepak bola Spanyol itu berteriak keras dengan bangga menjadi kompetisi yang mematuhi aturan, bertanggung jawab secara sosial, dan berjuang mengakhiri diskriminasi.

LALIGA juga meluncurkan simbol baru dengan representasi LL, sebuah inisial yang melambangkan ekosistem sepak bola terbesar di dunia

"LALIGA memiliki tanggung jawab yang besar, yaitu kewajiban untuk memberikan dampak dan menjadikan sepak bola sebagai sarana inspirasi bagi dunia, di luar sepak bola itu sendiri," bunyi pernyataan LALIGA dalam peluncuran logo baru yang diterima Bola.com pada 5 Juni lalu.

"Olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan luar biasa dan dapat digunakan sebagai wahana mempersatukan masyarakat untuk membantu mengintegrasikan, menghubungkan, dan kolaborasi," lanjut pernyataan itu.

 

4 dari 5 halaman

Gandeng AI

Inovasi terbaru yang dilakukan LALIGA pada musim ini adalah menggandeng teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Bekerja sama dengan WSC Sports, AI tersebut bakal memberikan wawasan baru kepada para pemain dan pelatih, serta mengubah cara para penggemar menikmati dan memahami pertandingan.

Memanfaatkan AI, WSC Sports akan memproduksi konten-konten yang dipublikasikan di berbagai sosial media LALIGA, website resmi, dan juga OTT LALIGA+. Konten yang dihasilkan diproduksi secara otomatis dan tak memakan waktu lama, seperti ketika dibuat secara manual.

"Memiliki pemain yang mempublikasikan konten dalam sosiel media mereka membantu kami menciptakan merek LALIGA yang lebih besar, di mana pemain, tim, dan juga La Liga mempublikasikan konten seputar kompetisi," ucap Director Digital Strategy LALIGA, Alfredo Bermejo.

"Selain dengan tim dan pemain, kami juga berbagi konten kepada broadcesters kami melalui Broadcaster Hub, baik itu dalam bahasa Spanyol dan Inggris," sambungnya Bermejo.

Dengan menggunakan AI, cuplikan video pertandingan juga bisa dihasilkan secara real time dan bisa dinikmati serta digunakan oleh penggemar diseluruh dunia. "Segala sesuatu yang terjadi di lapangan bisa Anda nikmati secara langsung, baik itu pemain, wasit, penguasaan bola, semua indeks berlabel," kata Jaume Pons Roca, Head of Social Media and Digital Content LALIGA.

"Jadi itu bisa menciptakan perpustakaan video secara real-time, dan perpustakaan video ini adalah yang Anda gunakan untuk menarik semua konten yang dibutuhkan," ujarnya.

Beragam inovasi dan kecanggihan teknologi yang diterapkan membuat LALIGA berada di jalur yang tepat untuk menjadi kompetisi nomor satu dan terbaik di dunia. Apalagi saat ini, sudah ada 2,8 miliar penikmat LALIGA diseluruh dunia.

5 dari 5 halaman

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer