Franco Mastantuono Ungkap Fakta Tak Terduga soal Lamine Yamal

Franco Mastantuono menanggapi perbandingan yang terus terjadi antara dirinya dan Lamine Yamal.

Bola.com, Jakarta - Franco Mastantuono kembali menanggapi perbandingan yang terus dilekatkan kepadanya dengan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.

Ia mengakui bahwa pemain asal Spanyol itu berada pada level luar biasa yang saat ini masih melampaui dirinya.

Persaingan antara kedua remaja tersebut mulai mencuat sejak Mastantuono resmi bergabung dengan Real Madrid pada musim panas lalu.

Keduanya berusia sama, menempati posisi serupa, dan memperkuat dua klub terbesar di Spanyol. Bahkan, keduanya sedang memulihkan cedera pangkal paha yang hampir identik.

Mastantuono, yang disebut sebagai satu di antara talenta muda paling menjanjikan, pindah ke ibu kota Spanyol dengan sorotan besar.

Begitu tiba, ia langsung dibanjiri perbandingan dengan Yamal, situasi yang ikut membentuk ekspektasi tinggi, terutama karena Real Madrid sempat kesulitan mencetak gol sepanjang musim 2024/25.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Rivalitas dengan Yamal

Namun, dalam wawancara bersama El Larguero, pemain muda Argentina itu memilih merendah.

"Saya tidak suka perbandingan, tetapi selalu menyenangkan memiliki rival seperti Lamine, dari Barcelona, dari Spanyol. Mereka membuat Anda semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik. Semoga persaingan ini terus berlanjut selama bertahun-tahun," ujarnya.

Ketika ditanya siapa yang lebih baik antara dirinya dan Yamal, Mastantuono memberikan jawaban tanpa ragu.

"Hari ini, Lamine. Faktanya, dia menunjukkan level yang luar biasa, dia sudah membuktikannya, dan sedang berada dalam performa yang sangat baik," jawabnya.

"Saya baru tiba di Madrid. Saya sedang dalam proses adaptasi yang saya harap berlangsung cepat agar bisa menyamai ritme sepak bola Eropa dan ritme Madrid. Semoga perjalanan ini akan menjadi cerita panjang dengan banyak pertandingan seperti yang baru kita lihat, yang benar-benar luar biasa," lanjutnya.

Buktikan Kemampuan

Pernyataan itu merujuk pada El Clasico edisi Oktober, yang berakhir dengan ketegangan antarpemain setelah Real Madrid menang 2–1. Mastantuono tidak tampil dalam laga tersebut, sementara Yamal bermain hingga peluit akhir.

Hingga kini, rekrutan baru Madrid tersebut baru mencatat 12 penampilan di awal kariernya mengenakan seragam putih dan masih harus membuktikan kapasitasnya.

Sebaliknya, Yamal sudah memiliki deretan gelar domestik, internasional, hingga penghargaan individu, termasuk treble domestik Barcelona musim lalu.

Kedua pemain berpeluang bertemu langsung di lapangan pada final Piala Super Spanyol awal tahun depan, jika Real Madrid dan Barcelona sama-sama berhasil melewati lawan masing-masing di babak semifinal.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer