Siapa Pemilik Barcelona? Peran Socios di Balik Kendali Joan Laporta

Siapa pemilik Barcelona? Begini peran socios di balik kepemimpinan Joan Laporta.

Bola.com, Jakarta - Barcelona merupakan satu di antara klub sepak bola paling bergengsi di dunia. Dalam daftar klub sepak bola paling bernilai versi Forbes 2025, raksasa Katalonia itu menempati peringkat ketiga global, hanya berada di bawah Real Madrid dan Manchester United.

Dengan koleksi lima trofi Liga Champions dan status sebagai kandidat tetap di hampir setiap kompetisi yang mereka ikuti, Barcelona sejatinya bisa menjadi ladang emas bagi seorang pemilik.

Namun, di sinilah letak keunikannya: Barcelona tidak dimiliki oleh individu, perusahaan, atau konsorsium seperti kebanyakan klub elite Eropa.

Alih-alih dimiliki pemodal tunggal, kendali Barcelona berada di tangan para penggemarnya sendiri.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Barcelona, Klub Milik Suporter

Barcelona termasuk segelintir klub besar dunia yang masih menerapkan model kepemilikan berbasis suporter. Klub ini tidak dimiliki oleh korporasi atau investor, melainkan oleh para anggota yang dikenal sebagai socios.

Untuk menjadi socio, seorang penggemar cukup membayar iuran tahunan sebesar 225 euro. Menariknya, apabila seseorang telah menjadi anggota selama 40 tahun berturut-turut dan berusia di atas 65 tahun, kewajiban membayar iuran tersebut akan dihapuskan.

Per 2025, jumlah socios Barcelona tercatat lebih dari 140.000 orang. Angka ini sempat turun menjadi 133.000 pada 2023 setelah dilakukan sensus dan pembersihan anggota tidak aktif, tetapi kembali meningkat dengan penambahan 10.619 anggota baru pada musim 2024/25.

Barcelona bukan satu-satunya klub besar dengan model serupa. Klub-klub seperti Real Madrid, Borussia Dortmund, Bayern Munchen (sebagian besar), Athletic Club, Panathinaikos, serta banyak klub Amerika Selatan, termasuk Corinthians, Flamengo, Palmeiras, River Plate, dan hampir seluruh klub Argentina, juga dikelola oleh para pendukungnya.

Apa Itu Socio dan Apa Perannya?

Istilah socio, yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai "mitra", merujuk pada kelompok suporter yang secara kolektif menjadi pemilik klub.

Para socios memiliki hak pilih untuk menentukan arah klub, termasuk memilih presiden dan dewan direksi.

Presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta, merupakan hasil pilihan para socios. Ini adalah periode keduanya menjabat sebagai presiden.

Laporta pertama kali memimpin Barcelona pada 2003 hingga 2010, masa yang identik dengan penunjukan Pep Guardiola sebagai pelatih dan munculnya era keemasan Lionel Messi.

Setelah sempat terjun ke dunia politik Katalonia, Laporta kembali terpilih sebagai presiden pada 2021. Pemilihan berikutnya dijadwalkan berlangsung Maret tahun ini.

Sejak berdiri, Barcelona selalu dikelola oleh socios, bahkan mampu mempertahankan model ini saat undang-undang Spanyol pada 1992 mewajibkan klub-klub profesional berubah menjadi perusahaan terbatas.

Barcelona dan Real Madrid lolos dari aturan tersebut dengan memanfaatkan celah hukum setelah mampu membuktikan keuntungan finansial selama lima tahun berturut-turut.

Selain hak pilih, socios mendapat prioritas dalam pembelian tiket pertandingan. Dalam struktur organisasi, seluruh anggota memilih Majelis Anggota yang beranggotakan sekitar 2.000 orang.

Badan ini memiliki kewenangan besar, dari menyetujui anggaran klub, memberikan sanksi kepada presiden, hingga mengesahkan pengambilan pinjaman.

Anggota majelis menjalani masa jabatan selama empat tahun.

Cara Menjadi Socio Barcelona

Berbeda dengan rival abadi mereka, Real Madrid, proses menjadi socio Barcelona tergolong mudah. Calon anggota cukup mengisi formulir, secara daring atau langsung, dan membayar iuran tahunan.

Aturan masa tunggu tiga tahun yang sebelumnya berlaku kini telah dihapus di era kepemimpinan Laporta. Barcelona juga tidak mewajibkan rekomendasi dari anggota lama dan tidak membatasi jumlah socios, berbeda dengan Real Madrid yang memiliki kuota terbatas dan daftar tunggu panjang.

Status keanggotaan bersifat tidak dapat dipindahtangankan. Nomor anggota tidak bisa dijual, diwariskan, atau dialihkan. Satu-satunya cara untuk berhenti menjadi socio adalah mengundurkan diri atau meninggal dunia.

Joan Laporta, Presiden Barcelona

Hingga Februari 2026, kursi presiden Barcelona masih diduduki Joan Laporta. Ia terpilih kembali pada 2021, menggantikan Josep Bartomeu yang mengundurkan diri pada 2020 di tengah kemarahan publik akibat krisis keuangan klub dan konflik terbuka dengan Lionel Messi.

Laporta menjalani masa jabatan lima tahun, durasi yang dipangkas dari sebelumnya enam tahun atas inisiatifnya sendiri.

Dengan aturan ini, pemilihan presiden dan dewan direksi harus kembali digelar tahun ini.

Laporta memutuskan menggelar pemilihan di tengah musim. Referendum dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret, sementara sesuai statuta klub, Laporta dan sejumlah anggota dewan akan mundur sementara pada 9 Februari, membuka jalan bagi para kandidat untuk berkampanye.

Kondisi Keuangan Barcelona Saat Ini

Kendati telah melewati fase terburuk dari krisis keuangan mereka, Barcelona masih dibebani utang dalam jumlah besar. Klub diperkirakan memiliki utang sekitar 1,5 miliar euro (sekitar Rp29,9 triliun), sebagian besar terkait proyek renovasi besar-besaran Stadion Camp Nou.

Barcelona berharap pemasukan dari stadion baru dapat membantu menyehatkan keuangan klub dalam jangka panjang. Namun, untuk saat ini, tekanan finansial masih terasa.

Bahkan, menurut bendahara klub pada Januari 2026, total kewajiban Barcelona masih berada di kisaran 2,5 miliar euro (Rp49,8 triliun).

The New York Times menggambarkan strategi Laporta dalam situasi ini sebagai upaya "membelanjakan diri untuk keluar dari krisis".

 

Sumber: Sporting News

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer