4 Fakta di Luar Nalar setelah Barcelona Bungkam Real Madrid pada Final Piala Super Spanyol

Barcelona kembali menegaskan dominasinya atas Real Madrid di panggung Supercopa de España. Dalam duel el Clasico yang sarat tensi dan drama, Blaugrana keluar sebagai pemenang sekaligus mempertahankan gelar setelah menaklukkan rival abadinya dengan skor ketat 3-2.

Bola.com, Jedah - Barcelona kembali menegaskan dominasinya atas Real Madrid di panggung Supercopa de España. Dalam duel el Clasico yang sarat tensi dan drama, Blaugrana keluar sebagai pemenang sekaligus mempertahankan gelar setelah menaklukkan rival abadinya dengan skor ketat 3-2.

Sejak awal laga, Barcelona tampil lebih meyakinkan. Mereka menguasai jalannya pertandingan pada sebagian besar babak pertama, memaksa Madrid lebih banyak bertahan dan mengandalkan momen individual untuk keluar dari tekanan.

Keunggulan Barcelona akhirnya terwujud pada menit ke-36 lewat Raphinha. Gol tersebut menjadi bukti efektivitas Blaugrana setelah terus menekan pertahanan Madrid yang tampak goyah menghadapi pergerakan agresif para pemain sayap lawan.

Namun, laga berubah menjadi kacau menjelang turun minum. Periode injury time menghadirkan tiga gol tambahan yang membuat skor mendadak imbang 2-2 dan membuka kembali peluang kedua tim untuk menguasai laga.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Gol Raphinha Jadi Titik Balik

Memasuki babak kedua, Real Madrid mulai menemukan ritme permainan. Kepercayaan diri mereka meningkat, serangan demi serangan dilancarkan, dan Barcelona dipaksa bertahan lebih dalam.

Situasi kembali berbalik pada menit ke-73. Raphinha mencetak gol keduanya di laga ini, meski bola sempat mengalami defleksi sebelum bersarang di gawang Madrid. Gol tersebut menempatkan Los Blancos dalam posisi terdesak, harus mengejar gol penyeimbang atau menerima kekalahan.

Tekanan semakin besar ketika Frenkie de Jong harus meninggalkan lapangan jelang masa injury time. Meski bermain dengan 10 pemain dan menghadapi gelombang serangan Madrid di menit-menit akhir, lini belakang Barcelona tetap solid hingga peluit panjang dibunyikan.

 

3 dari 3 halaman

4 Fakta Menarik

Kemenangan ini bukan sekadar soal trofi. Sejumlah catatan menarik turut mengiringi sukses Barcelona di final Supercopa de España.

  • Gonzalo García mencatat sejarah pribadi. Dengan usia 21 tahun 293 hari, ia menjadi pemain Spanyol termuda yang menjadi starter di laga el Clasico melawan Barcelona dan langsung mencetak gol, sejak Marco Asensio melakukannya pada Agustus 2017.
  • Raphinha juga menorehkan prestasi individual. Ia menjadi pemain kedua sepanjang sejarah yang mampu mencetak empat gol dalam satu edisi Supercopa de España, menyamai rekor Aritz Aduriz yang tercipta pada 2015, kala menghadapi Barcelona.
  • Dari sisi tim, kemenangan ini terasa semakin istimewa. Barcelona untuk pertama kalinya sukses memenangi tiga final beruntun melawan Real Madrid, sebuah rekor baru dalam sejarah pertemuan kedua raksasa Spanyol tersebut.
  • Sementara itu, Hansi Flick kembali membuktikan magisnya di partai puncak. Pelatih asal Jerman tersebut menjaga rekor sempurna, delapan kali tampil di final bersama berbagai tim, delapan kali pula ia mengangkat trofi juara.

Video Populer

Foto Populer