Hijrah ke Lyon, Endrick Bicara Jujur soal Xabi Alonso dan Masa Sulit di Real Madrid

Wonderkid Real Madrid, Endrick, akhirnya angkat bicara terkait keputusan klub berpisah dengan pelatih Xabi Alonso.

Bola.com, Jakarta - Wonderkid Real Madrid, Endrick, akhirnya angkat bicara terkait keputusan klub berpisah dengan pelatih Xabi Alonso.

Penyerang muda asal Brasil itu mengungkapkan pandangannya mengenai masa singkat Alonso di Santiago Bernabéu, sekaligus perjalanannya sendiri yang penuh tantangan bersama Los Blancos pada paruh pertama musim ini.

Alonso pun harus mengakhiri petualangannya di Madrid hanya enam bulan setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh mantan rekan setimnya, Alvaro Arbeloa.

Meski tidak banyak mendapat kesempatan bermain, Endrick menegaskan bahwa ia tetap mengambil banyak pelajaran dari Xabi Alonso. Dalam wawancaranya dengan Marca, Endrick menyampaikan rasa hormatnya kepada sang pelatih dan mengakui besarnya pengaruh Alonso terhadap pemahaman sepak bolanya.

“Saya belajar banyak dari Xabi di Madrid. Dia adalah pemain kelas dunia dan sangat memahami sepak bola,” ujar Endrick.

“Meski saya sempat cedera cukup lama dan tidak bisa berlatih bersama semua pemain, saya tetap mendapat banyak manfaat dari apa yang saya dengar dan pelajari darinya.”

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Video: Alonso, Seumur Jagung di Real Madrid

3 dari 5 halaman

Karier Baru

Endrick juga menegaskan bahwa perjalanannya sebagai pesepak bola muda belum selesai. Kini, ia mulai membuka babak baru bersama Lyon di bawah asuhan Paulo Fonseca. Menurutnya, Fonseca juga merupakan pelatih yang sangat detail dan menuntut, sesuatu yang justru ia cari untuk mengembangkan kemampuannya.

“Saat ini saya belajar dari Paulo Fonseca, yang juga sangat teliti. Jika Anda memiliki pikiran yang terbuka, Anda bisa belajar setiap hari dari pelatih-pelatih hebat, dan itulah yang saya cari,” lanjut Endrick.

Alih-alih menyalahkan keadaan atau keputusan pelatih, ia memilih fokus pada proses belajar dan perkembangan diri. Sikap ini menjadi modal penting bagi pemain muda yang tengah berusaha membangun reputasi di panggung sepak bola Eropa.

4 dari 5 halaman

Awal yang Manis

Endrick, yang baru berusia 19 tahun, memang kesulitan mendapatkan menit bermain di bawah asuhan Xabi Alonso. Sepanjang paruh pertama La Liga musim ini, ia hanya mencatatkan waktu bermain total 11 menit.

Situasi tersebut membuat perkembangan sang pemain terhambat, terlebih ia juga sempat mengalami cedera panjang yang membuatnya tidak bisa berlatih secara penuh bersama tim utama.

Minimnya kesempatan tampil akhirnya mendorong Real Madrid dan Endrick mengambil keputusan besar.

Pada bursa transfer musim dingin, pemain muda yang digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik Brasil itu dipinjamkan ke klub Ligue 1 Prancis, Olympique Lyon. Langkah ini diharapkan dapat memberinya menit bermain reguler serta pengalaman berharga di level senior.

 

5 dari 5 halaman

Kesempatan

Keputusan tersebut langsung membuahkan hasil positif. Endrick tampil impresif pada laga debutnya bersama Lyon dengan mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Lille di ajang Coupe de France, Minggu (11 Januari). Gol tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Endrick siap bersaing dan menunjukkan kualitasnya jika diberi kepercayaan di lapangan.

Dengan awal yang menjanjikan bersama Lyon dan mentalitas yang terus ingin berkembang, Endrick berharap masa peminjamannya di Prancis dapat menjadi batu loncatan penting sebelum kembali ke Real Madrid. Sementara itu, perubahan di kursi pelatih Los Blancos juga membuka kemungkinan baru bagi masa depannya di klub ibu kota Spanyol tersebut.

Sumber: Marca

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer