Reaksi Tegas Arbeloa terhadap Pencemooh di Bernabeu: Mereka Tak Mencintai Real Madrid!

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, bereaksi terhadap timnya yang dicemooh di Santiago Bernabeu, sebelum, selama, dan setelah kemenangan 2-0 atas Levante.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, buka suara soal gelombang cemoohan keras dari publik Santiago Bernabeu, meski timnya menang 2-0 atas Levante.

Siulan terdengar sebelum laga dimulai, sepanjang pertandingan, hingga setelah peluit akhir, sebuah situasi yang disebut Arbeloa sarat ketegangan, bahkan berdampak hingga ke ruang ganti saat jeda babak pertama.

Arbeloa, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Xabi Alonso awal pekan ini, mengaku sudah memprediksi atmosfer dingin tersebut.

Dua kekalahan menyakitkan, di final Piala Super Spanyol dan babak 16 besar Copa del Rey, membuat hubungan tim dengan suporter berada di titik terendah.

Seperti yang sudah diperkirakan luas di Spanyol, para pendukung Madrid mencemooh tim sejak sesi pemanasan.

Beberapa pemain bintang seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Fede Valverde juga mendapat sambutan negatif, baik saat nama mereka diumumkan maupun sepanjang babak pertama yang berakhir tanpa gol.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Perubahan di Ruang Ganti

Gol dari Kylian Mbappe dan Raul Asencio di babak kedua memang memastikan kemenangan, tetapi Arbeloa mengungkapkan bahwa perubahan besar terjadi di ruang ganti saat turun minum.

"Banyak hal terjadi di ruang ganti pada babak pertama," ujar Arbeloa seusai pertandingan.

Ia menegaskan bahwa kemenangan menjadi hal yang mutlak dalam situasi sulit seperti ini.

"Kemenangan itu sangat penting. Apa yang bisa saya katakan kepada Madridistas? Pekan ini tidak mudah untuk dicerna," katanya.

"Kami harus memulai paruh kedua musim dengan cara terbaik. Kami menang di hadapan pendukung sendiri, dan sekarang kami harus memikirkan laga hari Selasa."

Pernyataan tersebut merujuk pada pertandingan kandang Real Madrid berikutnya melawan AS Monaco di ajang Liga Champions.

3 dari 5 halaman

Arbeloa Bela Vinicius

Sosok yang paling menjadi sasaran cemoohan adalah Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu bahkan terlihat terpukul dan harus ditenangkan di lorong stadion saat jeda babak pertama. Arbeloa pun pasang badan.

"Saya selalu sangat menghormati Bernabeu. Saya sendiri sering disiul ketika masih bermain, dan salah satu hal yang membuat klub ini besar adalah tuntutan dari publiknya," ujar Arbeloa.

Namun, ia menegaskan bahwa timlah yang harus becermin, bukan menyalahkan suporter.

"Kami tahu dari pekan seperti apa kami datang dan bagaimana tuntutannya. Kami harus menerimanya dengan baik karena mereka tahu kami bisa memberi lebih. Tidak ada yang bisa disalahkan dari fans, justru kami yang harus memberi jauh lebih banyak kepada Bernabeu," ucap Arbeloa.

Arbeloa juga berjanji akan membantu Vinicius tampil lebih baik.

“Saya akan bekerja untuk meningkatkan Vinicius. Saya juga akan meminta rekan-rekannya memberi dia bola sebanyak mungkin karena dia adalah pemain terbaik di dunia dalam hal membongkar pertahanan lawan," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Teriakan Minta Florentino Perez Mundur

Di tengah pertandingan, sebagian kecil suporter juga terdengar menyerukan agar Florentino Perez mundur dari jabatan presiden klub. Arbeloa menanggapi hal ini dengan nada tegas.

"Saya tahu dari mana siulan dan kampanye itu berasal. Siulan itu datang dari orang-orang yang tidak mencintai Real Madrid," tegasnya.

"Bagi saya, ini adalah keberuntungan besar memiliki presiden yang merupakan sosok terpenting dalam sejarah klub ini, bersama Santiago Bernabeu. Dia telah memenangkan segalanya, dan saya tahu dari mana siulan itu berasal," lanjutnya.

5 dari 5 halaman

Evaluasi Taktik

Menganalisis permainan timnya, Arbeloa menilai Real Madrid perlu mempercepat sirkulasi bola, terutama saat menghadapi tim-tim yang bertahan dalam.

"Jika kami ingin menyakiti tim-tim seperti ini, kami harus bermain lebih cepat dan tetap sabar," jelasnya.

"Akan ada banyak pertandingan yang menguras tenaga di babak pertama, lalu harus diselesaikan di babak kedua, seperti hari ini."

Kendati suasana penuh tekanan, Arbeloa tetap menikmati momen kembalinya ke Bernabeu, kali ini sebagai pelatih kepala tim utama, bertepatan pula dengan hari ulang tahunnya.

"Ini sesuatu yang sangat spesial dan indah. Apalagi bertepatan dengan ulang tahun saya. Namun, yang terpenting adalah bisa berada di sini, di depan publik yang sudah bersama saya selama bertahun-tahun. Ini hari yang tak terlupakan," kata pelatih berulang tahun ke-43 itu.

 

Sumber: Forbes

Video Populer

Foto Populer