Joan Laporta Menang Pemilu Barcelona: Ini 5 Pekerjaan Besar yang Menantinya

Berikut lima tugas penting yang menanti Laporta ketika ia kembali memimpin Barcelona.

Bola.com, Jakarta - Joan Laporta dipastikan akan kembali menjabat sebagai presiden FC Barcelona setelah memenangkan pemilihan presiden klub terbaru. Kemenangan telak tersebut menjadi sinyal kuat bahwa para anggota klub atau socios puas dengan kinerja Laporta sejauh ini.

Meski demikian, tugas Laporta jelas belum selesai. Banyak pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan demi memastikan stabilitas dan masa depan Barcelona, baik dari sisi finansial maupun prestasi di lapangan.

Di bawah kepemimpinannya sebelumnya, Barcelona memang mulai bangkit dari krisis finansial yang sempat membuat klub kesulitan mempertahankan pemain bintang. Namun berbagai proyek besar masih berjalan dan membutuhkan perhatian serius dari presiden klub.

Berikut lima tugas penting yang menanti Laporta ketika ia kembali memimpin Barcelona.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Menyelesaikan Renovasi Camp Nou

Salah satu proyek terbesar Barcelona saat ini adalah renovasi stadion legendaris mereka, Camp Nou.

Proyek renovasi stadion tersebut dimulai pada musim panas 2023. Awalnya Laporta memperkirakan Camp Nou sudah bisa digunakan kembali dengan kapasitas terbatas pada Desember 2024.

Namun target tersebut akhirnya meleset hingga hampir satu tahun karena berbagai kendala pembangunan yang melibatkan perusahaan konstruksi Limak.

Saat ini proyek renovasi ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2027, yang berarti sudah satu tahun lebih lambat dari jadwal awal. Laporta tidak boleh lagi membiarkan munculnya hambatan baru karena stadion ini diharapkan menjadi sumber pemasukan besar bagi klub.

 

Memperkuat Skuad Hansi Flick

Di atas kertas, Barcelona sebenarnya sedang berada dalam situasi yang cukup baik. Mereka adalah juara bertahan La Liga dan juga termasuk kandidat kuat juara UEFA Champions League.

Namun para penggemar Barcelona menilai masih ada sejumlah kelemahan dalam skuad yang ditangani Hansi Flick.

Salah satu masalah utama ada di posisi penyerang tengah. Performa Robert Lewandowski yang mulai menurun membuat klub perlu mencari pengganti jangka panjang.

Sejumlah nama sempat dikaitkan dengan Barcelona, termasuk Erling Haaland dari Manchester City serta Julián Álvarez dari Atlético Madrid.

Selain itu, sektor bek tengah juga menjadi perhatian setelah kepergian Iñigo Martínez pada musim panas lalu yang membuat sistem taktik Flick sedikit terganggu.

 

Mengembalikan Aturan Keuangan 1:1 La Liga

Salah satu alasan Laporta kembali mendapatkan dukungan besar dalam pemilu klub adalah kemampuannya memperbaiki kondisi finansial Barcelona.

Ketika pertama kali menjabat, ia mewarisi klub dengan kondisi keuangan yang sangat buruk hingga membuat Lionel Messi tidak dapat memperpanjang kontraknya karena aturan finansial liga.

Meski situasi kini jauh lebih baik, Barcelona masih harus bekerja keras untuk kembali sepenuhnya memenuhi aturan pengeluaran 1:1 yang diterapkan oleh La Liga.

Aturan tersebut memungkinkan klub menghabiskan satu euro untuk setiap satu euro pemasukan yang diperoleh. Untuk mencapainya, Barcelona perlu meningkatkan pendapatan melalui penjualan pemain maupun berbagai langkah bisnis di luar lapangan.

 

Menyiapkan Penghormatan untuk Lionel Messi

Laporta juga sejak lama menyatakan keinginannya untuk memberikan penghormatan khusus kepada Lionel Messi di Barcelona.

Rencana tersebut kemungkinan baru bisa dilakukan setelah kontrak Messi bersama Inter Miami CF berakhir pada 2028.

Namun rencana ini tidak sepenuhnya mudah diwujudkan. Hubungan antara Laporta dan Messi sempat memburuk setelah sang megabintang meninggalkan Barcelona pada 2021.

Meski begitu, para penggemar Barcelona tetap berharap legenda Argentina itu kembali ke Camp Nou dalam suatu bentuk penghormatan besar, bahkan termasuk rencana pembangunan patung untuk mengabadikan namanya.

 

Menyelesaikan Masalah di Tim Putri Barcelona

Selain tim putra, Laporta juga harus memperhatikan kondisi tim putri Barcelona, FC Barcelona Femení.

Masalah finansial yang sempat melanda klub membuat sejumlah pemain penting tim putri harus meninggalkan klub pada musim panas 2025.

Padahal tim tersebut sebelumnya tampil sangat dominan di sepak bola wanita Eropa dengan mencapai lima final Liga Champions secara beruntun.

Meski demikian, Barcelona Femení masih menunjukkan performa impresif di kompetisi domestik dan tetap diperkuat sejumlah bintang seperti Aitana Bonmatí, Caroline Graham Hansen, dan Alexia Putellas.

Laporta dituntut untuk memastikan tim putri tetap menjadi kekuatan utama di sepak bola wanita dunia dan tidak kehilangan status elite mereka akibat fokus klub yang terlalu besar pada tim putra.

Video Populer

Foto Populer