Rodri, Gelandang yang Bisa Membuat Semua di Barcelona Jadi Lebih Baik

Rodri resmi bergabung dengan Barcelona hingga 2030. Kehadirannya bukan sekadar pengganti Busquets, tetapi bisa mengubah permainan dan meningkatkan tim.

Bola.com, Jakarta - Rodri resmi bergabung dengan Barcelona dari Manchester City dengan kontrak hingga Juni 2030. Kepindahan tersebut membawa pemenang Ballon d'Or 2024 dan kapten Timnas Spanyol itu ke Camp Nou setelah periode luar biasa bersama klub Inggris.

Gelandang berusia 30 tahun itu datang setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026. Ia juga berhasil kembali ke level tertinggi setelah sebelumnya menjalani pemulihan panjang akibat cedera lutut serius.

Banyak yang langsung melihatnya sebagai pengganti Sergio Busquets di Barcelona. Namun, peran Rodri jauh lebih luas karena kemampuannya dapat mengubah cara tim Hansi Flick menguasai ruang, mengatur tempo, dan melindungi pertahanan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Rodri Bukan Sekadar Pengatur Tempo

Rodri memiliki gaya bermain yang tidak terburu-buru ketika menguasai bola. Ia menerima operan, membaca situasi, lalu memilih apakah harus mengirim bola ke depan, ke samping, atau kembali ke belakang.

Operan sederhana darinya sering kali baru terasa penting beberapa momen kemudian. Dengan menggerakkan lawan melalui sirkulasi bola, Rodri menciptakan ruang bagi pemain lain untuk melakukan aksi yang lebih menentukan.

Data musim 2025-26 memperlihatkan kemampuannya dalam membawa permainan ke depan. Rodri berada pada persentil ke-90 untuk umpan progresif, persentil ke-98 untuk perolehan wilayah, serta persentil ke-92 dalam akurasi umpan progresif.

Pedri Bisa Jadi Penerima Manfaat Terbesar

Kehadiran Rodri berpotensi mengurangi beban Pedri dalam membangun serangan sejak fase awal. Gelandang Barcelona itu bisa lebih sering menerima bola di area yang lebih dekat dengan Lamine Yamal, Dani Olmo, dan kotak penalti lawan.

Perbedaan gaya keduanya justru dapat menjadi kekuatan. Rodri mengontrol permainan melalui posisi dan distribusi bola, sedangkan Pedri lebih banyak memanfaatkan pergerakan serta kemampuan membawa bola.

Rodri juga memiliki kemampuan mengubah perebutan bola menjadi penguasaan yang stabil. Ia berada di persentil ke-96 untuk recovery dan berhasil mempertahankan penguasaan bola setelah 91,3 persen recovery tersebut.

Jika bek sayap Barcelona maju, Rodri dapat memberikan perlindungan di belakangnya. Ketika pemain seperti Pau Cubarsi bergerak lebih tinggi, ia juga dapat menjaga ruang yang ditinggalkan.

Namun, Rodri Bukan Jaminan Barcelona Juara Eropa

Kedatangan Rodri tetap membutuhkan pengelolaan fisik secara hati-hati. Cedera ACL membuatnya absen lebih dari tujuh bulan, sementara masalah lutut dan hamstring turut mengganggu periode setelahnya.

Barcelona juga perlu memastikan Rodri tidak terlalu sering terseret ke area sayap. Kekuatan defensifnya paling maksimal ketika ia mampu mempertahankan posisi sentral dan membaca serangan lawan dari depan.

Namun, pengalaman Rodri di Liga Champions menjadi aset penting bagi Barcelona. Ia pernah mencetak gol kemenangan Manchester City di final Liga Champions 2023 dan memahami tuntutan pertandingan besar di fase gugur.

Barcelona memang tidak otomatis kembali menjadi juara Eropa hanya karena mendapatkan Rodri. Akan tetapi, kemampuannya membuat rekan setim bermain dalam kondisi yang lebih ideal dapat membawa Blaugrana lebih dekat dengan target tersebut.

Sumber: Barca Universal

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer