Mbappe dan Vinicius Kurang Garang, Jose Mourinho Temukan Formula Terbaik untuk Penyerang Real Madrid

Real Madrid menyisakan pekerjaan rumah setelah kalah 1-2 dari Atletico Madrid.

Bola.com, Madrid - Real Madrid menyisakan pekerjaan rumah setelah kalah 1-2 dari Atletico Madrid.

Selain kembali kehilangan intensitas pada babak kedua, Los Blancos juga kesulitan mengatasi kepadatan di sisi kiri akibat Kylian Mbappe dan Vinicius yang kerap berada di area permainan yang sama.

Penyerang sayap asal Brasil itu telah menjadi tumpuan serangan dari sisi kiri sejak era Carlo Ancelotti. Namun, kedatangan Mbappe membuat situasi berubah karena penyerang Prancis tersebut juga sering bergeser ke kiri ketimbang bertahan di posisi tengah.

Data posisi rata-rata SofaScore dalam laga melawan Atletico dan kemenangan 3-2 atas Elche menunjukkan pola tersebut masih menjadi persoalan bagi Los Blancos.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mourinho Temukan Titik Masalah

Kecenderungan pada tim menyerang dari satu sisi lapangan sebenarnya bukan masalah. Hampir setiap tim memusatkan ancaman melalui satu jalur daripada tiga jalur secara merata.

Masalah bagi tim Mourinho adalah ketidakseimbangan yang diciptakan Kylian Mbappe dan Vinicius yang sama-sama bergerak ke kiri dalam permainan mereka.

Ketika Mbappe masuk ke area Vinicius, ruang di tengah menjadi kosong dan Madrid harus lebih banyak bergeser ke kiri.

Kondisi itu memudahkan lawan mempersempit pertahanan dan memaksa serangan kepada Los Blancos bermain di area yang lebih sempit.

Tanpa pergerakan Mbappe di kotak penalti untuk menarik bek, lawan juga lebih mudah bertahan. Situasi tersebut turut memengaruhi performa Vinicius yang belum konsisten musim ini sekaligus membuat situasi yang sudah sulit menjadi jauh lebih berat.

Sisi Kanan Melemah

Dampak perubahan tersebut paling terlihat di sisi kanan. Brahim Diaz dan Arda Guler yang ditempatkan Mourinho di area tersebut lebih sering menusuk ke dalam ketimbang melebar untuk memberikan umpan silang.

Sementara itu, Jude Bellingham membantu dari lini kedua dengan melakukan penetrasi ke kotak penalti.

Namun, disisi lain pola tersebut membuat Real Madrid kehilangan lebar dan kecepatan yang biasanya diberikan Vinicius di sisi kiri.

Tukar Posisi Bukan Solusi

Solusi menaruh Mbappe sebagai penyerang tengah dan menggeser Vinicius ke kanan ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Hal itu justru menciptakan persoalan taktis dalam fase bertahan.

Penyerang asal Prancis itu memang semakin baik dalam melakukan pressing dan merebut bola sejak Piala Dunia kemarin dan Mourinho memintanya untuk menekan bek tengah lawan dan merebut bola dalam blok pertahanan tinggi.

Permintaan tersebut masih bisa dikelola, tetapi membebaskan Penyerang sayap asal Brasil itu dari tanggung jawab defensif justru berisiko membuka ruang di sisi kiri. Dalam situasi transisi, lawan dapat memanfaatkan area tersebut dan memiliki jalur serangan yang lebih mudah menuju pertahanan Real Madrid.

Penulis: Juventus Filadelvia

Video Populer

Foto Populer