Federico Valverde Disebut Jadi Biang Transfer Rodri ke Real Madrid Gagal

Real Madrid gagal mendatangkan Rodri pada musim panas 2026. Federico Valverde disebut menjadi salah satu penghambatnya.

Bola.com, Jakarta - Real Madrid disebut sempat berusaha mendatangkan Rodri pada bursa transfer musim panas 2026. Namun, kepindahan gelandang asal Spanyol itu ke Santiago Bernabeu akhirnya tidak terwujud.

Salah satu faktor yang disebut menjadi penghambat adalah Federico Valverde.

Menurut laporan jurnalis OK Diario, Miguel Latiga Serrano, Real Madrid sebenarnya ingin melepas Valverde pada musim panas 2026. Namun, gelandang Timnas Uruguay itu menolak pergi dan memilih bertahan di Santiago Bernabeu.

"Real Madrid jelas ingin menjual Valverde pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut menggunakan haknya untuk menghormati kontrak yang telah ditandatangani dan menegaskan bahwa dia tidak akan pergi dalam kondisi apa pun," ujar Serrano.

Valverde masih memiliki kontrak bersama Real Madrid hingga musim panas 2029.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sempat Terlibat Insiden dengan Tchouameni

Keinginan Madrid melepas Valverde disebut berkaitan dengan sebuah insiden di ruang ganti.

Valverde dan gelandang asal Prancis, Aurelien Tchouameni, terlibat perselisihan fisik yang berujung pada cedera serius.

Tchouameni disebut melayangkan pukulan keras hingga Valverde mengalami gegar otak dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Real Madrid kemudian melakukan investigasi internal terhadap kedua pemain.

Keduanya juga dijatuhi denda sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp9 miliar. Hukuman tersebut menjadi salah satu denda terbesar sekaligus kasus disipliner yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub.

Meski mendapat tekanan untuk meninggalkan Madrid, Valverde akhirnya tetap bertahan.

Rodri Sempat Jadi Target Madrid

Situasi tersebut kemudian disebut berpengaruh terhadap rencana Real Madrid mendatangkan Rodri.

Serrano mengungkapkan bahwa Madrid baru serius mengejar Rodri pada tahap akhir bursa transfer. Ketertarikan tersebut bahkan disebut muncul setelah adanya dorongan dari para suporter.

"Di klub, mereka baru memutuskan untuk mengejar Rodri belakangan karena mereka tidak sepenuhnya yakin. Kesepakatan itu muncul sebagai respons terhadap keinginan fans berdasarkan sebuah jajak pendapat," kata Serrano.

Rodri sendiri mengakui bahwa Real Madrid memang menunjukkan ketertarikan kepadanya.

"Real Madrid menunjukkan ketertarikan sejak awal. Mereka menangani semuanya dengan sempurna dan tawaran yang diberikan jelas mengarah pada keinginan untuk merekrut saya," ujar Rodri kepada Cadena COPE.

Sumber: Sportsmole

Video Populer

Foto Populer