Sukses


    Aji Santoso Tertantang Buktikan Kualitas di Persela

    Bola.com, Lamongan - Setelah ditinggalkan Sutan Harharah, manajemen Persela bergerak cepat mendatangkan pelatih baru. Dari sederet pelatih yang bisa mereka rekrut, pilihan dijatuhkan pada Aji Santoso. Keputusan yang berani mengingat catatan prestasi sang mentor selama menangani tim ISL tidak terlalu mengilap.

    Faktanya, meski disebut-sebut sebagai pelatih muda yang memiliki ilmu kepelatihan mumpuni, arsitek asal Malang belum pernah membawa timnya meraih gelar juara. Namun, Aji memiliki catatan bagus saat memegang tim yang prestasinya menukik semacam Persela.

    Berbekal pengalamannya membesut beberapa tim ISL, serta sejumlah tim lainnya, Aji menerima tantangan Persela meski tugas yang diembannya kali ini tidak mudah.

    Aji dituntut bisa mengangkat prestasi Persela ke papan tengah saat ini klub berjulukan Laskar Joko Tingkir ini berada di posisi paling buncit klasemen sementara Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Persela terpaut satu poin dengan PS TNI yang berada di urutan ke-17 namun memiliki sisa satu pertandingan.

    Lantas bagaimana kiat Aji mengupayakan Persela bisa mentas dari keterpurukan? Berikut petikan wawancara Aji Santoso dengan Bola.com.

    Apa yang membuat Anda menerima pinangan Persela yang sedang terpuruk?
    Saya merasa tertantang karena hampir sepanjang putaran pertama mereka tidak lepas dari posisi juru kunci. Saya penasaran saja, kenapa tim ini tidak bisa naik. Padahal, secara materi mereka tidak lumayan meski tidak bisa bisa dibilang bagus.

    Dengan materi pemain yang bukan pilihan Anda, yakinkah bisa mengatrol tim ini?
    Sangat yakin dan harus yakin. Buat apa saya menerima tawaran Persela kalau saya tidak percaya bisa meningkatkan prestasi mereka di putaran kedua ini.

    Bersama sahabat lama di tim pelatih Persela, Aji Santoso optimistis bisa perbaiki posisi Laskar Joko Tingkir. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

    Apa target yang dibebankan manajemen pada Anda?
    Saya ditarget di papan tengah, itu artinya, posisi 13 sampai ke-7. Saya rasa tim ini punya kemampuan untuk meraih target tersebut. Tentu dengan tambahan beberapa pemain baru, khususnya legiun asing berkualitas.

    Anda membutuhkan tambahan amunisi di posisi apa saja? Pemain asing atau lokal?
    Kalau bisa memilih, saya pilih keduanya. Tapi, di putaran kedua seperti sekarang ini rasanya sulit mencari pemain lokal berkualitas. Yang paling realistis merekrut pemain asing baru.

    Itulah mengapa saya datang dan melihat pertandingan Persela melawan Persegres GU (9/9/2016) untuk mengamati permainan empat pemain asing Persela yang turun di pertandingan ini.

    Komentar soal suara sumbang yang meragukan Anda bisa memenuhi ekspektasi manajemen?
    Saya justru tertantang untuk membuktikannya. Jangan lupa, saya pernah mengangkat Persik Kediri dari urutan terbawah sampai masuk empat besar di akhir musim ISL 2008.

    Saya juga pernah membawa Persebaya lolos dari jurang degradasi di babak play-off dengan mengalahkan PSMS Medan pada musim 2009-2010.

    Siapa yang akan membantu Anda bekerja di Persela selain dua asisten pelatih yang lebih dulu masuk?
    Mustaqim. Beliau akan bahu-membahu dengan Ragil Sudirman dan Benny van Breukelen membantu saya menangani tim ini.

    Selain Ragil, Benny bukan orang asing bagi saya. Pelatih kiper Persela itu pernah bersama saya dan mustaqim saat saya memoles Timnas U-23. Saya yakin keberadaan ketiga asisten ini akan memudahkan kinerja saya nanti. 

     

    Video Populer

    Foto Populer