Statistik Keberhasilan Sevilla Raih Juara Liga Europa

oleh Bola diperbarui 28 Mei 2015, 21:43 WIB
STATISTIK - Sevilla sukses mempertahankan trofi Liga Europa (Lab Bola/Adhitya Warman)

Bola.com, Jakarta - Sevilla berhasil mengatasi perlawanan Dnipro Dnipropetrovsk di laga puncak Liga Europa 2014-15 yang dilangsungkan di Stadion Narodowy, Warsawa, Kamis dinihari (28/5) WIB. Untuk yang kedua kalinya setelah edisi 2006-07, klub asal Andalusia ini mempertahankan gelar Liga Europa, yang kala itu masih bernama Piala UEFA.

Kemenangan ini menorehkan rekor baru dalam buku sejarah kompetisi kasta kedua di benua Eropa ini, di mana Sevilla kini menjadi tim dengan koleksi gelar terbanyak (4), mengungguli Inter Milan, Juventus, dan Liverpool (3).
Berikut ulasan taktik dan statistik laga Dnipro Dnipropetrovsk vs Sevilla.

Susunan pemain

Myron Markevych menggunakan skema 4-5-1dengan memilih Nikola Kalinic untuk mengisi pos number 9. Evgen Seleznyov yang menjadi pahlawan atas sumbangan dua golnya pada partai semifinal melawan Napoli justru harus memulai laga dari bangku cadangan.

Sementara Unai Emerymasih menerapkan skema 4-2-3-1dengan menggunakan Carlos Bacca sebagai ujung tombak dibandingkan Kevin Gameiro yang selalu menjadi pilihan utama pada awal kompetisi. Hal yang sedikit mengejutkan ialah Aleix Vidal yang sejatinya merupakan seorang wingerdipilih untuk beroperasi di pos bek kanan pada laga ini.

Babak pertama


Di awal laga, Sevilla berhasil menguasai permainan dan mengambil inisiatif serangan dari kedua sisi lapangan khususnya dari sisi kanan. Aleix Vidal sering kali melakukan overlaping run ke depan untuk mengeksploitasi sisi kiri pertahanan Dnipro. Ruang yang ditinggalkan oleh Aleix Vidal dijaga secara baik oleh Stephane Mbia guna mengantisipasi transisi serangan balik dari sisi kiri Dnipro melalui sang winger Yevhen Konoplyanka.

Namun, posisi Stephane Mbia yang terlalu jauh ke kanan serta Ever Banega dan Grzegorz Krychowiak yang memposisikan diri terlalu jauh melebar secara vertikal ke depan membuat lini tengah Sevilla sedikit kesulitan dalam menghadapi tekanan dari lini tengah Dnipro.

Minimnya opsi umpan di tengah membuat kedua bek tengah Los Rojiblancos kerap melepaskan umpan ke kedua sisi lapangan. Hal ini tentunya menguntungkan Dnipro untuk menjebak dan mengisolir Sevilla di pinggir lapangan. Tercatat hanya dua dari tujuh umpan yang dilepaskan kedua bek tengah Sevilla menuju sepertiga lapangan akhir berhasil diterima rekan-rekannya di awal laga.

Kedua bek sayap Sevilla yang naik terlalu tinggi dimanfaatkan Dnipro untuk mencetak gol pembuka melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-7. Berawal dari umpan panjang Artem Fedetsky ke Nikola Kalinic yang begerak ke sisi kanan, sang number 9 menyundul bola mengarah ke Matheus untuk kemudian bergerak ke kotak penalti menyambut kembali umpan lambung dari Matheus. Kombinasi satu-dua ini pun diselesaikan dengan baik oleh tandukannya untuk merobek jala Sergio Rico.

Tertinggal satu gol membuat Unai Emery melakukan perubahan dalam membangun serangan. Grzegorz Krychowiak bermain sedikit lebih ke dalam untuk membantu Daniel Carrico dan Timothee Kolodziejczak dalam membangun serangan dari belakang. Ever Banega menjadi penghubung ke Jose Reyes dan Vitolo yang cenderung bergerak lateral ke tengah untuk saling bertukar posisi dan menekan jangkar dari Dnipro.

Perubahan ini menjadi solusi permasalahan Sevilla di awal laga. Setelah berhasil menyamakan kedudukan melalui Grzegorz Krychowiak pada situasi set-play di menit ke-28, pergerakan lateral Jose Reyes ke tengah dalam mengeksploitasi ruang diantara sang pivot Jaba Kankava dan kedua full-back Dnipro, dimanfaatkan oleh Carlos Bacca untuk bergerak ke channel. Umpan terobosan dari Jose Reyes diselesaikan dengan baik oleh Carlos Bacca untuk membalikkan keadaan.

Dnipro yang tertinggal mencoba menyamakan skor melalui skema yang sama seperti gol pertama mereka terciptanya. Sayangnya, jarak lini tengah dan lini depan yang begitu lebar membuat umpan-umpan panjang kepada Nikola Kalinic tidak efektif. Nikola Kalinic yang bergerak ke sisi lapangan untuk menciptakan ruang di tengah pun tidak disambut oleh rekan-rekannyauntuk mengisi zona tengah.

Gol penyama kedudukan pun berasal dari bola mati, di mana tendangan bebas Ruslan Rotan tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Sergio Rico di penghujung babak pertama.

Babak kedua

Usai turun minum, Los Rojiblancos justru semakin mendominasi jalannya laga. Kombinasi pergerakan lateral Jose Reyes dan Vitolo untuk memberikan umpan-umpan terobosan vertikal ke Carlos Bacca kerap menjadi ancaman bagi Dnipro. Kedua sayap Sevilla ini berhasil mengeksploitasi ruang di sebelah Jaba Kankava yang berperan sebagai single pivot.

Skema ini kembali membuahkan gol kemenangan bagi Sevilla di menit ke-73. Jaba Kankava yang gagal menutup pergerakan dari Vitolo yang bergerak masuk ke tengah, membuat Vitolo berhasil melepaskan umpan vertikal ke Carlos Bacca yang bergerak ke channel. Dengan tenang penyerang Kolombia tersebut melekkan tembakan akurat dengan kaki kirinya. Sevilla pun kembali berhasil unggul 3-2.

Myron Markevych menyadari kelemahan sistemnya tersebut dengan menarik keluar Valeriy Fedorchuk dan memasukkan Roman Bezus untuk menggunakan double pivot di lini tengah guna membendung pergerakan dari kedua sayap Sevilla yang bergerak masuk ke tengah. Pahlawan di laga semifinal Evgen Seleznyov juga diturunkan untuk mengejar ketertinggalan dari klub asal Spanyol tersebut.

Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan Dnipro gagal mencetak gol penyama kedudukan guna memaksa laga hingga babak tambahan. Sevilla pun berhasil meraih gelar juara keempat kalinya di ajang Liga Europa.

Man of the Match

Advertisement

Sepasang  gol serta sebuah umpan dari Carlos Bacca berhasil membawa Sevilla menang 3-2 atas Dnipro di Warszawa pada laga final Liga Europa 2015. Selain berhasil mempertahankan gelar juaranya, kemenangan ini pun juga memberikan catatan rekor tersendiri bagi Los Rojiblancos sebagai klub terbanyak yang berhasil menjadi kampiun di kompetisi sepak bola tertinggi kedua di benua Eropa yakni sebanyak empat kali.

Penyerang Kolombia mencatatkan diri sebagai pemain yang melepaskan tembakan terbanyak di laga ini, di mana tiga dari lima tembakannya berhasil mengenai sasaran. Carlos Bacca juga sangat baik dalam menciptakan peluag. Ia tercatat menghasilkan tiga peluang buat rekan-rekannya, di mana satu diantaranya berhasil dikonversikan menjadi gol oleh Grzegorz Krychowiak. Dengan tinggi 181 cm, Carlos Bacca memiliki kemampuan yang baik dalam duel udara. Pada laga ini ia tercatat berhasil memenangkan 80% duel udara.

Selain itu, pergerakannya ke dalam ruang-ruang yang diciptakan barisan pertahanan Dnipro sangat membahayakan. Terbukti dua gol yang dilesakkannya pada pertandingan ini berawal dari pergerakannya ke channel antara bek tengah dan bek samping dari Dnipro.

Statistik Lab Bola:

 

 

Foto dok. Bola.com
Foto dok. Bola.com
Foto dok. Bola.com
http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/888547/original/018217300_1432890438-Untitled-1-01.jpg

 

Foto dok. Bola.com
Foto dok. Bola.com

LabBola



Baca Juga:

Gagal Juara Liga Europa, Markevych : Sevilla Unggul Pengalaman

Emery Ingin Bertahan di Sevilla Usai Raih Gelar Liga Europa

Ini Kondisi Pemain Dnipro Pasca Kolaps di Final Liga Europa