5 Pemain Indonesia yang Berkiprah di Eropa Sebelum Martunis

oleh Tengku Sufiyanto diperbarui 03 Jul 2015, 08:14 WIB
REKRUT - Martunis baru saja direkrut dengan akademi klub Liga Portugal, Sportig Lisbon. (Facebook Martunis)

Bola.com, Lisbon - Martunis, anak kecil yang selamat dari tragedi bencana Tsunami pada tahun 2004 dengan mengenakan kostum timnas Portugal, kini memiliki kesempatan bermain di Eropa.

Mantan klub Cristiano Ronaldo, Sporting Lisbon yang mengajak pemain berumur 17 tahun itu bergabung dengan akademi klub Liga Portugal tersebut. Diproyeksikan, pemuda asal Aceh itu akan membela Sporting Lisbon U-19 tahun.

Advertisement

Namun berkaca pada sebelumnya, ada lima pemain Indonesia yang gagal bersinar saat mendapat kesempatan berkiprah di benua biru. Mereka adalah:

1. Kurniawan Dwi Yulianto

Striker yang berjuluk Si Kurus ini pernah bermain di Eropa ketika klub Seri A Italia, Sampdoria meminangnya untuk masuk ke dalam akademi pada tahun 1994. Akan tetapi, pemain yang masuk dalam program PSSI Primavera gagal melanjutkan karirnya bersama Il Samp. Setelah itu, Kurniawan meneruskan kariernya bersama klub Swiss, FC Luzern. Dari 10 pertandingan ia hanya mencetak satu gol.

2. Bima Sakti

Bima Sakti juga pernah merasakan berkiprah di Eropa. Bima yang terkenal dengan tendangan geledek pernah memperkuat klub Swedia, Helsinborg IF. Namun, petualangan pemain yang kini berkostum Gresik United hanya berlangsung semusim.

3. Alfin Tuasalamony

Mantan kapten Timnas Indonesia U-23 tersebut pernah berkiprah di sepak bola Eropa. Pemain berumur 22 tahun itu pernah memperkuat klub Divisi 2 Liga Belgia, CS Vise. Tidak seperti para seniornya, Alfin cukup lama berkiprah di Benua Biru, dengan mengantongi 49 pertandingan dan mencetak satu gol dalam dua musim. Namun, karier Alfin di Eropa selanjutnya terhenti karena Vise yang dimiliki pengusaha asal Tanah Air, Nirwan Dermawan Bakrie memutus kontrak pemain asal Indonesia di tahun 2013.

4. Syamsir Alam

Mantan pemain Timnas Indonesia U-23, Syamsir Alam juga pernah berkiprah di sepak bola Eropa. Ketika Itu, Syamsir memperkuat klub Divisi 2 Liga Belanda, CS Vise bersama Alfin. Dalam dua musim, pemain berumur 22 tahun itu telah menciptakan dua gol dari 29 pertandingan. Namun sayang, karirnya di Eropa harus berakhir pada 2013. Setelah itu, ia sempat dipinjamkan ke klub MLS, DC United, selama semusim. Namun tetap saja Syamsir gagal bersinar dan akhirnya pulang ke Indonesia hingga sekarang.

5. Arthur Irawan

Hingga musim kompetisi 2014-2015, Arthur masih bermain di Eropa bersama klub asal Belgia, Waasland Beveren. Sebelumnya Arthur pernah dikontrak dan bermain buat klub Liga Spanyol, Espanyol B dan Malaga B. Lantaran banyak menderita cedera, ia tak banyak naik ke tim utama  dan bermain di La Liga.

Apakah Martunis akan mengikuti jejak para seniornya saat gagal melanjutkan kiprahnya di sepak bola Eropa, ataukah anak angkat bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo tersebut justru berhasil dalam mengembangkan karirnya di Eropa bersama Sporting Lisbon ?. Wajib kita tunggu perkembangan selanjutnya dari Martunis.

Baca Juga :

Martunis, Tsunami, CR7, dan Mimpi di Sporting Lisbon

Gabung Mantan Klub Ronaldo, Martunis Jadi Pemberitaan Media Asing

Foto-Foto Keceriaan Martunis yang Diundang Ronaldo ke Portugal

Berita Terkait