Arema Cronus Terancam Bangkrut!

oleh Iwan Setiawan diperbarui 26 Jul 2015, 12:09 WIB
SEDIKIT PEMAIN - Latihan perdana Arema Cronus buat persiapan turnamen Sunrise of Java Cup hanya diikuti sedikit pemain. (Bola.com/Kevin Setiawan)
Bola.com, Malang -
Macetnya pelaksanaan Indonesia Super League (ISL) 2015 mempengaruhi kondisi keuangan Arema Cronus.  Kondisi finansial Tim Singo Edan minus. Mereka menunggak gaji ke pemain dengan jumlah bulan bervariasi.
 
Untuk pemain lama Arema utang gaji mencapai 4,5 bulan. Sedangkan pemain baru masih satu bulan. Hingga kini manajemen masih belum bisa bicara terkait solusinya. Karena belum ada pemasukan dari sponsor dan tiket pertandingan untuk menutupnya. Tim Singo Edan terancam bangkrut!
 
Selama ini pemain hanya mendapatkan pemasukan dari match fee uji coba dan gaji 25 persen selama dua bulan terakhir (sesuai kesepakatan selama kompetisi berhenti). Sedangkan tunggakan gaji penuh bulan Desember hingga Maret belum tersentuh. 
 
Butuh dana kurang lebih Rp 6,4 miliar untuk menutup empat bulan gaji itu. Karena kebutuhan gaji dalam sebulan mencapai Rp 1,6 miliar.
 
"Masalah gaji masih dirundingkan direksi," kata Media Officer Arema, Sudarmaji.
 
Akibat belum adanya solusi gaji, pemain mulai ogah-ogahan kembali ke Malang untuk persiapan mengikuti ajang Sunrise of Java Cup 2015 di Banyuwangi. Dalam sesi latihan Sabtu sore di Stadion Kanjuruhan, hanya ada 14 pemain saja.
 
Sedangkan 12 pemain lain belum bisa dipastikan kapan bergabung. Padahal turnamen akan digeber 29 Juli 2015. Tersisa waktu dua kali sesi latihan.
 
Karena itu, kekuatan Arema di ajang SoJC bakal tereduksi. Meskipun saat ini masih ada pemain sekelas Cristian Gonzales, Samsul Arif, dan Fabiano Beltrame. Namun pemain penting lain seperti Purwaka Yudi, Victor Igbonefo, Ahmad Bustomi, Feri Aman Saragih, Kurnia Meiga, I Made Wardana dan I Gede Sukadana belum terlihat. 
 
Manajemen Arema sebenarnya ingin kompetisi segera diputar. Sehingga ada sponsor dan pemasukan dari tiket yang membuat keuangan tim stabil. "Kalau terus begini repot bagi kami," papar Sudarmadji.
 
Baca Juga: