Final Piala Kemerdekaan Tetap Sesuai Jadwal

oleh Gatot Susetyo diperbarui 11 Sep 2015, 22:00 WIB
SAMBUT BAIK - Persinga Ngawi menyambut baik keputusan Tim Transisi yang batal memindahkan lokasi pertandingan final Piala Kemerdekaan. (Bola.com/Vincensius Sawarno)

Bola.com, Surabaya - Rumor soal perpindahan tempat penyelenggaraan final Piala Kemerdekaan sempat mengemuka. Manajer Tim Persinga Dwi Irianto Jatmiko juga mengungkapkan kepada Bola.com bahwa Tim Transisi berencana memindahkan partai puncak yang mempertemukan Persinga kontra PSMS itu ke Stadion Manahan Solo.

“Usai pertandingan Persinga lawan Persiba (Kamis, 10/9/2015), saya sempat diajak diskusi Zuhairi Misrawi soal kemungkinan tempat final dipindah ke Solo. Waktunya juga akan diatur lagi kapan pertandingan digelar. Prinsipnya kami siap kapan saja dan di mana pun, jika itu memang kebijakan dari Tim Transisi,” tutur Dwi Irianto Jatmiko.

Advertisement

Zuhari Misrawi ketika dikonfirmasi soal isu itu tak mengelak. Ada berbagai pertimbangan jika final nanti berpindah tempat dan waktu. Selain perubahan jadwal, Zuhairi juga melontarkan rencana final dengan sistem tandang-kandang.

“Fokus utama kami bagaimana final nanti bisa meriah dan disaksikan langsung puluhan ribu penonton. Kami akan segera rapat dengan tim dan secepatnya mengabari pihak Persinga dan PSMS. Kemungkinan tetap di Surabaya atau pindah ke Solo. Rencana lain sistem kandang-tandang. Tapi opsi kedua ini ditolak pihak Persinga. Karena stadion mereka kurang layak dan saat ini situasi politik sedang panas karena menjelang pilkada Bupati Ngawi,” kata Zuhairi Misrawi.

Ketika ditanya kemungkinan final dan penyerahan trofi dilakukan pejabat tinggi negara, Zuhairi hanya memastikan Menpora Imam Nahrawi yang hadir. “Sementara Menpora yang pasti datang. Kalau Presiden Jokowi, kami harus konfirmasi dan kordinasi dengan Setneg. Afdolnya RI-1 yang menyerahkan piala dan hadiah. Karena saat pembukaan beliau yang meresmikan,” ucap Zuhairi Misrawi.

Namun, Jumat (11/9/2015) pagi, semua isu pupus sudah. Pelatih Persinga M. Hasan mengungkapkan anak asuhnya batal mudik ke Ngawi. Karena dia mendapat info final tetap digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2015) malam.

“Kebijakan apapun dari penyelenggara, kami akan patuhi. Kalau final tetap sesuai jadwal, kami malah senang. Lebih cepat lebih baik. Karena kondisi anak-anak saat ini sedang bagus-bagusnya. Jika diundur lagi, saya akan sulit menemukan titik puncak penampilan mereka. Karena saya sudah atur kulminasi mereka di final nanti. Jadi kami batal pulang ke Ngawi hari ini (Jumat, 11/9/2015),” jelas M. Hasan.

Baca juga :

Semifinalis Piala Kemerdekaan Kantongi Minimal Rp 500 Juta

Persiba Bantul Punya PR Besar Jelang Semifinal Piala Kemerdekaan

Ini 3 Pemain Indonesia Paling Laris dalam Sebulan Terakhir