Penonton Arema vs Sriwijaya Tembus 35 Ribu, di Solo Lebih Ramai?

Antusiasme Aremania mendukung Arema Cronus melonjak di babak semifinal Piala Presiden 2015.

BolaCom | Ario YosiaDiterbitkan 07 Oktober 2015, 10:05 WIB
Ribuan Aremania menyaksikan laga Arema Cronus melawan Bali United pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (19/9/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Malang - Manajemen Arema Cronus sempat mengeluhkan soal rendahnya pendapatan penjualan tiket di penyisihan Piala Presiden 2015. Namun, melihat fakta meledaknya jumlah penonton duel pertama semifinal lalu, senyum manajemen Tim Singo Edan dipastikan bisa kembali mengembang.

Laga semifinal leg pertama Piala Presiden Arema Cronus vs Sriwijaya FC pada Sabtu (3/10/2015) memecahkan rekor jumlah penonton di Stadion Kanjuruhan sepanjang Piala Presiden. Angka penonton menembus angka 35.108 orang, dari kapasitas Stadion Kanjuruhan, 40 ribu orang.

Advertisement

“Panitia mencetak 40 ribu tiket khusus pertandingan malam itu. Animo Aremania menyaksikan pertandingan amat tinggi. Angka penjualan tiket yang menembus angka 35.108 merupakan rekor tertinggi,” tutur Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

Abdul Haris menyebut jumlah penonton tertinggi di Stadion Kanjuruhan pada babak penyisihan Piala Presiden rata-rata di angka 16 ribu penonton. Tanda-tanda lonjakan animo penonton mulai terlihat begitu memasuki babak perempat final. Saat Arema menjamu Bali United Pusam dua pekan silam silam, jumlah penonton menembus angka 20 ribu.

“Kami memberi apresiasi pada Aremania yang masih setia memberi dukungan langsung meskipun kondisi ekonomi tengah sulit. Meskipun mereka juga baru saja mendukung ke Bali tapi mereka tetap datang langsung dan membeli tiket di Kanjuruhan,” papar Haris.

Sekadar informasi manajemen Tim Singo Edan pun menanggung kerugian di babak penyisihan, karena penonton yang datang ke stadion relatif sepi tidak seperti biasanya. Pendapatan terbesar Singo Edan di tiga pertandingan penyisihan Grup B adalah saat menghadapi Sriwijaya FC, yakni mencapai 500 juta rupiah.

Jumlah itu didapat dari pemasukan penjualan tiket yang angkanya menembus 16 ribu lembar. Perincian harga tiket di Stadion Kanjuruhan: Rp 25 ribu kelas ekonomi, Rp 100 ribu VIP, dan Rp 150 ribu tiket VVIP. Nominal pemasukan Rp 500 juta terhitung kecil bagi Arema, yang biasanya mengantongi minimal Rp 800 juta di laga-laga besar Indonesia Super League.

Malah, pada uji coba melawan Persib Bandung, saat Arema merayakan ulang tahun ke-28 pada 11 Agustus 2015 silam, panpel mendapat pemasukan Rp 900 juta dengan harga tiket sama.

“Karakter penonton di Malang masih memperhitungkan siapa lawan Arema. Bila tim besar, penonton pasti membludak,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Pemasukan besar bakal dikantungi Arema jika format pertandingan final menggunakan skema kandang tandang. Manajemen klub yakin Stadion Kanjuruhan bakal penuh sesak Aremania yang ingin memberi dukungan ke pasukan Kera-kera Ngalam.

Saat menjalani duel leg kedua semifinal menghadapi Sriwijaya FC pada Minggu (11/10/2015) Aremania diprediksi akan kembali memadati Stadion Manahan, Solo. Hanya agaknya jumlah penonton tidak seramai leg pertama karena panpel Sriwijaya FC hanya melepas 21 ribu lembar tiket.

Baca Juga:

Hanya Rp 275 Ribu, Aremania Tur dan Piknik ke Bali

Rekor Aremania di 2015 Dipecahkan Petani dan Nelayan

Tak Ada Kompetisi, Aremania bak Mati Suri

 

Berita Terkait