Kiper Surabaya United Jual Mobil demi Istri yang Sakit Kanker

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 09 Des 2015, 12:00 WIB
Kiper kawakan, Jendry Pitoy membeberkan rahasia dibalik penampilan konsisten bersama Surabaya United meski kini sudah tidak muda lagi. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Butuh pengorbanan besar bagi seorang suami saat istri Irene Vera menderita penyakit berat. Hal itulah yang dilakukan kiper Surabaya United, Jendry Pitoy saat istrinya berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya setahun terakhir.

Tak sedikit uang yang harus dikeluarkan Jendry untuk pengobatan sang istri. Dari pengakuan eks kiper Timnas Indonesia itu, sudah ratusan juta rupiah uang pribadinya yang ia habiskan untuk pengobatan sang istri.

Advertisement

Sampai-sampai uang simpanan hasil menabung bertahun-tahun hasil dari sejumlah klub yang pernah ia singgahi pun kandas. “Sudah habis semua, sudah tak terhitung uang untuk berobat. Tapi harus ikhlas, karena apa yang saya miliki juga berkat doa istri,” ujar Jendry.

Tak hanya harta berupa uang, karena mobil Honda Jazz dan beberapa perhiasan emas pun turut terjual untuk pengobatan. “Operasinya 100 juta rupiah lebih, tapi pra dan pasca operasi yang paling mahal. Karena saya tidak hanya mengandalkan obat-obatan kimia, tapi juga herbal,” kata kiper kelahiran Manado, 15 Januari 1981 itu.

Obat-obatan herbal sendiri harganya sekitar Rp 6-7 juta untuk sekali tebus. Dalam sebulan, Jendry harus belanja empat kali karena obat-obatan herbal yang seminggu sudah habis dikonsumsi belahan jiwanya.

Masa paling sulit ia alami di awal kompetisi Indonesia Super League 2015 dihentikan pada bulan April silam. Saat itu, Jendry hampir saja menggadaikan sertifikat rumahnya ke salah satu temannya di Manado. Untung kawannya itu menolak untuk menerima jaminan, dan hanya memberikan pinjaman cuma-cuma kepada Jendry.      

Jendry Pitoy berharap kompetisi ISL kembali digelar agar penghasilannya meningkat. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Tak hanya uang, Jendry juga harus sering-sering pulang untuk mendampingi dan menguatkan hati sang istri. Maklum, istrinya juga butuh dukungan moral agar tidak putus asa.

“Kasihan kalau saya biarkan dia sendirian. Orang sakit seperti itu butuh teman yang bisa diajak berkeluh kesah atau sekadar menemani,” tutur Jendry.

Mantan kiper Persipura Jayapura itu mengaku sulit menyimpan kesedihan jika jauh dari istri. Ia juga sering merasa gelisah saat memikirkan yang di rumah.

Kadang saking cemasnya, Jendry menyatakan, saat bercanda dengan teman-temannya di mes, saya tertawa keras, tapi sebetulnya hatinya menangis.

Satu hal yang membuatnya lebih ringan adalah banyaknya bantuan biaya pengobatan yang diberikan CEO Surabaya United, Gede Widiade. “Kalau tidak ada beliau, saya tidak tahu apa lagi yang saya jual. Karena di rumah tinggal satu mobil yang bisa dipakai antar anak sekolah dan istri pergi ke rumah sakit,” katanya.

Semoga, istri tercinta Jendri Pitoy lekas sembuh.

 

Waktu telah mengubah bentuk fisik Diego Maradona, Ronaldo Luiz Nazario da Lima ataupun Eric Cantona. Mau tahu seperti apa mereka, simak cerita lengkapnya, klik di sini.