IBL: Satya Wacana Salatiga Semakin Dekat dengan Sejarah

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 05 Apr 2016, 12:45 WIB
Tim basket Satya Wacana Salatiga semakin memantapkan peluang lolos ke babak playoff IBL 2016. (Bola.com/Romi Syahputra)

Bola.com, Bandung - Tim basket Satya Wacana Salatiga semakin dekat dengan sejarah untuk kali pertama lolos ke fase playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2016.

Kemenangan atas tuan rumah JNE Bandung Utama (JBU), 55-37 diGOR C-Tra Arena Bandung, Senin (4/4/2016) malam semakin memantapkan posisi skuat asuah Efri Meldi di zona delapan besar. Satya Wacana naik ke peringkat enam sementara menggeser Stadium dengan perolehan 36 poin plus rekor pertemuan versus JBU menjadi 3-0.

Advertisement

''Sekarang nasib tergantung kami sendiri untuk menentukan tiket lolos ke playoff IBL 2016. Kalau mampu memenangi dua laga di Bandung, saya optimistis bisa meraih tiket ke sana,'' kata Zaki Iskandar, manajer Satya Wacana Salatiga saat dihubungi bola.com.

Zaki menilai jika dua dari tiga laga tersisa di seri Bandung berhasil dimenangi, timnya dipastikan melaju ke babak delapan besar. Mereka hanya melawan tim papan bawah seperti Bimasakti Nikko Steel Malang dan NSH Jakarta plus satu tim papan atas, M88 Aspac Jakarta. Terlebih, Satya Wacana unggul head to head atas Bandung Utama dan Hangtuah Sumsel IM yang berada di posisi delapan.

''Kesempatan emas ini jadi motivasi anak-anak untuk tampil habis-habisan di sisa laga. Kami tentu ingin mencetak sejarah pertama kali lolos playoff,'' tutur mantan penggawa PON Jateng tersebut.

Sementara itu, dalam laga melawan JBU, Satya Wacana tampil mendominasi sejak dua kuarter awal. Tanpa diperkuat kapten sekaligus mesin poin, Respati Ragil Pamungkas yang mengalami cedera, point guard Andre Adrianno, Budi ''Acun'' Sucipto dan Rionny Rahangmetan jadi motor tim.

Pada dua kuarter awal itu, Rionny tampil memukau dengan torehan total 13 poin, lima rebound, dan tiga assist sekaligus membawa tim yang bermarkas di GOR Putera Abadi Salatiga itu unggul, 33-21.

Keputusan pelatih Efri Meldi yang bermain sabar plus big man Firman Dwi Nugroho difokuskan untuk bertahan membuahkan hasil. Andre Adriano yang luput dari pengawasan pemain lawan mendapatkan ruang tembak yang leluasa. Total pebasket yang juga anggota tim PON Jateng 2016 jadi top scorer dengan donasi 18 poin.

''Saya bersyukur dengan kemenangan ini. Satya Wacana Salatiga bisa mencetak sejarah baru di IBL dengan meraih 10 kemenangan,'' ujar Efri Meldi.