Pakai Tongkat Penyangga, Bustomi Ikut Sambut Pemain Arema Cronus

oleh Iwan Setiawan diperbarui 05 Apr 2016, 12:42 WIB
Mantan kapten Arema Cronus, Ahmad Bustomi ikut menyambut rekan setimnya di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Selasa (5/4/2016). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kedatangan skuat Arema Cronus di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Selasa (5/4/2016) siang, sangat dinantikan publik Malang. Sebab, Singo Edan pulang dengan membawa trofi juara Torabika Bhayangkara Cup 2016 usai mengalahkan Persib Bandun 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 3 April 2016.

Menariknya, bukan hanya suporter yang memberikan sambutan, namun juga pemain yang tak dibawa ke partai final. Sebut saja gelandang senior Ahmad Bustomi, Achmad Kurniawan, Utam Rusdiana, Oky Derry, dan Dio Permana. Mereka ikut menyambut tim untuk kemudian bergabung dalam acara konvoi yang akan digelar hari ini.

Advertisement

Sosok Bustomi pun menjadi perhatian di bandara. Hal ini dikarenakan ia datang menyambut rekan setimnya dengan menggunakan dua tongkat penyangga kaki karena masih belum pulih dari cedera lutut kanan yang dialami saat penyisihan grup B di Bali, 27 Maret 2016.

Dari prediksi tim dokter, masa pemulihan cedera pemain yang dikabarkan akan hengkang ke Sriwijaya FC akan berlangsung hingga akhir Mei. "Ini cedera paling parah selama saya jadi pemain bola. Saya sekarang rutin terapi, tapi karena ada acara tim untuk konvoi saya harus menghormati dan ikut ambil bagian juga," kata Cimot, sapaan akrabnya.

Meski masih belum bisa berjalan secara normal, Bustomi tetap ramah melayani permintaan foto dari pengunjung di bandara maupun Aremania. Meski tak ikut tampil di final, Bustomi juga mengaku senang dengan perjuangan rekan-rekannya yang sukses membawa trofi juara ke Malang.

Ketika tim Arema sudah mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, gelandang berusia 30 tahun terlihat semringah menyalami satu persatu rekan-rekannya yang baru selesai berjuang di final Torabika Bhayangkara Cup 2016. Setelah itu pemain 30 tahun ini berbaur ke tim untuk persiapan konvoi.

"Saya sudah beberapa kali mengikuti konvoi juara di Arema. Dulu era juara Copa Indonesia hingga ISL 2010. Tapi yang paling luar biasa waktu juara ISL, sampai seminggu konvoinya di Malang," kata Bustomi mengenang.