6 Laga Dramatis di Liga Champions

Bola.com mencoba merangkum 6 pertandingan dramatis dan emosional yang pernah tersaji di Liga Champions.

BolaCom | Muhammad Ivan RidaDiterbitkan 12 April 2016, 09:15 WIB
Laga final Liga Champions 2014 mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid. (AFP/Francisco Leong)

Bola.com - Leg kedua perempat final Liga Champions akan kembali bergulir. Para kontestan tentunya sudah melakukan persiapan matang. Kompetisi terelite di Benua Biru itu sering kali menghadirkan berbagai laga yang berakhir dramatis dan emosional.

Advertisement

Masih membekas dalam ingatan para pencinta sepak bola, ketika Real Madrid meraih trofi Liga Champions ke-10 atau disebut dengan La Decima. Pada laga yang diselenggarakan di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, 25 Mei 2014, menyajikan derbi Madrid antara El Real kontra Atletico Madrid.

Pada laga tersebut, Iker Casillas harus memungut bola dari gawangnya pada menit ke-38, setelah dirinya gagal menghentikan bola sundulan Diego Godin. Lalu, setelah laga diprediksi akan menjadi milik Los Rojiblancos, Sergio Ramos muncul sebagai pahlawan timnya usai mencetak gol pada masa injury time.

Setelah gol tersebut, mental pasukan Diego Simeone mulai terpuruk. Alhasil, Madrid akhirnya mampu mengunci kemenangan melalui tambahan tiga gol dari Gareth Bale (110'), Marcelo (118'), serta Cristiano Ronaldo (120').

Itulah salah satu pertandingan dramatis yang pernah tersaji di Liga Champions. Sementara itu, bola.com mencoba merangkum lima laga emosional lainnya yang pernah ada di ajang terelit benua biru tersebut.

1. Manchester United 2-1 Bayern Munchen (1999)

Laga final Liga Champions 1999 antara Manchester United melawan Bayern Munchen. (AFP/Eric Cabanis)

Pada 26 Mei 1999, Manchester United bersua Bayern Munchen dalam partai puncak Liga Champions di Estadio Camp Nou, Barcelona. Laga ini dinilai banyak pihak sebagai pertandingan paling dramatis sepanjang sejarah kompetisi benua biru.

Dalam laga itu, Mario Basler membuka keunggulan bagi Bayern hanya enam menit sejak laga bergulir. Pria asal Jerman itu melepaskan bola tembakan dari eksekusi tendangan bebas, yang gagal dihentikan Peter Schmeichel.

Namun, dewi fortuna ternyata tidak berpihak kepada FC Hollywood dalam laga tersebut. Sebab, pasukan Sir Alex Ferguson mampu membalikan kedudukan hanya dalam tempo dua menit, melalui Teddy Sheringham (90+1) dan Ole Gunnar Solskjaer (90+3).

Alhasil, Setan Merah sukses meraih trofi Liga Champions kedua mereka sepanjang sejarah. Gelar ini mengakhiri dahaga United di ajang Eropa, setelah terakhir kali merengkuh piala Si Kuping Besar kala musim 1967-1968.

2. AC Milan 3(2)-3(3) Liverpool (2005)

Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 setelah menang adu penalti atas AC Milan. (AFP/Francois Marit)

Pada 25 Mei 2005 di Olimpiade Kemal Ataturk Stadium, Istanbul Turki, Partai puncak kompetisi Eropa menghadirkan duel antara raksasa Italia AC Milan dan Liverpool yang mewakili tanah Inggris. I Rossoneri sempat unggul tiga gol lebih dulu pada babak pertama, melalui Paolo Maldini (1') dan Hernan Crespo (38', 42').

Setelah laga diprediksi akan menjadi milik Milan, The Reds diluar dugaan mampu menyamakan kedudukan usai turun minum. Steven Gerrard membuka keran gol timnya pada menit ke-54. Lalu dua gol lainnya ditorehkan Vladimir Smicer (56') serta Xabi Alonso (60').

Mental tim Merah Biru nampak terlihat sudah terpuruk pada laga tersebut, usai Liverpool mampu menyamakan kedudukan. Alhasil, The Reds akhirnya mampu merengkuh trofi Liga Champions kelima sepanjang sejarah mereka, setelah menaklukan Milan 3-2 pada drama adu penalti.

3. Chelsea 1-1 Barcelona (2009)

Andres Iniesta mencetak gol ke gawang Chelsea sekaligus memastikan langkah Barcelona ke final Liga Champions 2009. (AFP/Lluis Gene)

Setelah bermain imbang 0-0 dalam leg pertama, Chelsea dan Barcelona kembali bersua pada pertemuan kedua mereka di Stamford Bridge Stadium, 7 Mei 2009.

Publik Stamford Bridge bersorak, setelah Michael Essien membawa timnya unggul pada menit ke-9. Pemain asal Afrika itu melepaskan tembakan bola voli terukur dari luar kotak penalti, yang gagal dihentikan Victor Valdes.

Keras dan disiplinnya barisan pertahanan Chelsea, membuat El Barca sulit mengembangkan permainan kala itu. Namun, Andres Iniesta diluar dugaan mampu mencetak gol dramatis pada masa injury time. Menerima umpan Lionel Messi, Don Andres melepaskan sepakan bola keras dari luar kotak penalti yang gagal dimentahkan Petr Cech.

Alhasil, Skor imbang membuat Barcelona melangkah ke partai final dan bertemu Manchester United di Olimpico Stadium pada 27 Mei 2009. Lalu, armada Josep Guardiola mengakhiri tahun tersebut dengan sukses meraih trofi Liga Champions ketiga, usai menaklukan Setan Merah 2-0.

4. Real Madrid 0-2 Barcelona (2011)

Laga Real Madrid melawan Barcelona yang terjadi pada 27 April 2011. (AFP/Lluis Gene)

Leg pertama semifinal Liga Champions menghadirkan partai bertajuk El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona di Estadio Santiago Bernabeu, 27 April 2011. Laga tersebut menghadirkan tensi tinggi, dengan ditandai dua kartu merah.

Dari kubu Barcelona, penjaga gawang Jose Pinto mendapat kartu merah setelah terlibat argumen dengan kubu Los Blancos jelang dimulainnya pertandingan. Lalu, pada menit ke-61, giliran pemain bertahan El Real, Pepe, yang harus diusir dari lapangan, usai melakukan tekel kepada Dani Alves.

Bermain dengan 10 pemain, membuat Madrid kesulitan mengimbangi permainan tim Catalan. Alhasil, pada menit ke-76, Lionel Messi akhirnya mampu merobek jala Iker Casillas, usai menerima umpan dari Ibrahim Afellay.

Sebelas menit berselang, La Pulga kembali menambah keunggulan bagi timnya melalui aksi individu memikat. Kapten timnas Argentina itu dengan mudah Melewati hadangan empat pemain Madrid, dan diakhiri dengan sepakan bola mendatar ke tiang jauh yang tidak dapat dijangkau Casillas.

Alhasil, laga berakhir dengan skor 2-0 untuk Barcelona. Seperti diketahui, El Barca mengakhiri musim tersebut dengan catatan manis, ketika sukses merengkuh trofi Liga Champions keempat mereka sepanjang sejarah.

5. Bayern Munchen 4-2 Juventus (2016)

Bayern Munchen menyingkirkan Juventus pada babak 16 besar Liga Champions 2015-2016. (AFP/Tobias Schwarz)

Hasil undian babak 16 besar Liga Champions menghadirkan duel antara Bayern Munchen dan Juventus. Kedua tim sempat bermain imbang 2-2 pada leg pertama di Juventus Arena pada 24 Februari 2016.

Menjamu Juventus di Allianz Arena pada 17 Maret 2016, Bayern diluar dugaan harus tertinggal dua gol lebih dulu melalui Paul Pogba pada menit ke-5 dan Juan Cuardado (28').

Hingga turun minum, pasukan Josep Guardiola juga belum mampu menembus gawang Juventus yang dikawal Gianlugi Buffon. Namun, setelah berbagai usaha dilancarkan Philipp Lahm dkk, akhirnya gol tuan rumah lahir pada menit ke-73 melalui Robert Lewandowski.

Lalu, setelah laga diprediksi berakhir untuk kemenangan Juventus, Thomas Muller muncul sebagai pahlawan bagi timnya pada masa injury time. Penyerang asal Jerman itu sukses menanduk bola kiriman Kingsley Coman. Skor imbang 2-2, dan laga pun berlanjut hingga babak perpanjangan waktu.

Skuat Massimiliano Allegri nampak mulai kehabisan bensin dan gagal mengimbangi permainan Die Roten. Alhasil, Bayern sukses menambah dua gol melalui Thiago Alcantara (108') serta Coman (110'). Skor 4-2 untuk kemenangan Bayern bertahan hingga laga usai.

Sumber: Berbagai Sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini:

Berita Terkait