Saat Polisi dan Tentara Tampil Atraktif di Stadion

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 09 Mei 2016, 22:10 WIB
Suporter PS TNI tampil atraktif mendukung tim kesayangan saat bertemu Bhayangkara Surabaya United di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (8/5/2016). (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Sidoarjo - Laga Bhayangkara Surabaya United vs PS TNI, Minggu (8/5/2016) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, masih menyisakan cerita seru. Meski laga ini berakhir tanpa gol, keberadaan suporter dari kedua tim yang didominasi aparat keamanan di negeri ini jadi hal yang menarik.

Seperti diketahui, Bhayangkara SU mengerahkan jajaran kepolisian untuk jadi pendukung setia mereka, yang dikenal dengan sebutan Bhara Mania, sementara PS TNI didukung para tentara.

Duel Bhayangkara SU dan PS TNI pada laga kedua di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Presented by IM3 Ooredoo itu pun seolah jadi ajang unjuk kebolehan siapa yang paling semangat mendukung tim kesayangan.

Advertisement

Dari pengamatan sepanjang pertandingan, suporter PS TNI terlihat lebih kreatif dan atraktif. Hampir sepanjang pertandingan, mereka juga tak berhenti bernyanyi dan melontarkan yel-yel dukungan kepada Dimas Drajad dkk.

Suporter PS TNI itu seperti tidak ada matinya dalam memberikan semangat kepada tim besutan Eduard Tjong tersebut. Beragam gerakan mereka tampilkan dengan rancak dan kompak sehingga jadi hiburan tersendiri selain permainan kedua tim.

Bermacam-macam nyanyian dan yel-yel ala TNI juga terus disuarakan dengan lantang. Seakan tanpa lelah, suara mereka terus menggema di seluruh penjuru stadion yang menjadi homebase Bhayangkara SU, membuta suasana pertandingan jadi lebih hidup.

"Anggota TNI sudah biasa seperti itu. Mereka tak melulu diajarkan soal kemiliteran, tapi juga seni dan kreasi. TNI tidak boleh minim kreativitas karena mereka orang-orang pilihan dan terlatih," ujar Sumardi, Pangdam V Brawijaya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Suporter Bhayangkara Surabaya United, Bhara Mania, tak mau kalah dengan rekannya suporter PS TNI. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bhara Mania tak mau kalah, sesekali mereka juga bernyanyi dan menari bersama. Meski hanya sebagian saja dari mereka, Bhara Mania tetap ingin menunjukkan eksistensinya.

"Ya kebetulan banyak yang baru kali ini datang ke stadion menyaksikan pertandingan karena mereka kan bukan hanya anggota Polri, tapi keluarga dan simpatisan," ujar Condro Kirono, manajer Bhayangkara SU yang juga Kakorlantas Mabes Polri.

Namun bagi Condro, kedatangan mereka ke stadion saja sudah patut mendapatkan apresiasi karena mereka sudah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan dukungan langsung kepada Bhayangkara SU.

Condro yakin tidak lama lagi mereka sudah terbiasa dan mulai bisa berkreasi, meniru, menciptakan gerakan dan lagu, serta yel-yel dukungan kepada Bhayangkara SU. Pasalnya, Polri telah menyiapkan program untuk melatih suporternya berkreasi dan atraksi. "Supaya ke depan dukungan-dukungan yang mereka berikan lebih bagus dan indah untuk ditonton," ujar Condro.

Para pemain dari kedua kubu mengakui, semarak suporter dalam memberikan dukungan secara tidak langsung juga melecut semangat mereka.

"Mereka seperti menjadi pemain ke-12 kami. Luar biasa teman-teman TNI," ujar Dimas Drajad, striker PS TNI.

"Teriakan mereka sering kali membuat motivasi kami terangkat. Bahkan di saat fisik sudah mulai menurun, dukungan mereka bisa memberikan energi ekstra kepada kami," timpal Rudy Widodo, striker Bhayangkara SU.

Pada pertandingan kali ini ribuan polisi dan TNI beserta keluarganya masuk ke stadion dengan gratis. Hanya, mereka tidak diizinkan masuk melalui pintu VIP, melainkan di kelas ekonomi. Hanya simpatisan serta penonton yang memilih melihat dari tribune VIP dan utama yang diwajibkan membeli tiket.

"Semua anggota Polri-TNI gratis, tidak dipungut biaya. Ini sudah kebijakan Kapolda Jatim, Anton Setiadji, selaku Ketua Panitia Pelaksana," ujar Rahmad Sumanjaya, manajer operasional Bhayangkara SU.