Ada Peluang Menggaet Guus Hiddink Jadi Pelatih Timnas Indonesia

oleh Ario Yosia diperbarui 12 Mei 2016, 08:00 WIB
Jose Mourinho dan Guus Hiddink, figur pelatih yang disebut Menpora, Imam Nahrawi, jadi kandidat pelatih Timnas Indonesia. (Bola.com/Rudi Riana)

Bola.com, Jakarta - Selain figur Jose Mourinho, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, juga menyebut mempertimbangkan nama Guus Hiddink sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia. Peluang menggaet pelatih asal Belanda itu lebih besar, karena sang arsitek belum memiliki klub baru selepas menangani Chelsea pada bulan Juli mendatang.

Advertisement

Guus Hiddink seperti yang dilansir tribalfootball mengatakan belum berencana mencari pekerjaan baru. Posisi mantan pelatih timnas Belanda di Kualifikasi Piala Eropa 2016 tersebut di The Blues digantikan akan berdiri di pinggir untuk Antonio Conte di akhir musim.

"Saya tidak berpikir tentang usia saya, tapi untuk menjalani pekerjaan selama tiga atau empat tahun ... Usia saya hampir 75 tahun. Sudah waktunya untuk bermain golf dan menawarkan saran sedikit ke sana dan ke sini," kata Hiddink.

Menariknya, walau mengaku ingin bersantai dulu selepas menukangi Chelsea, Guus Hiddink blakblakan mengaku tidak menutup pintu melatih tim lain.

"Aku tidak mencari. Jika seseorang mengetuk pintu, saya akan melihat apa yang di balik itu. Tapi pada prinsipnya harus membawa sesuatu yang istimewa untuk menarik saya," ujar Hiddink.

"Saya ingin pelatih dan dorongan untuk membantu orang-orang muda mendapatkan yang terbaik dari mereka," imbuhnya.

Pernyataan ini menegaskan kalau pelatih kelahiran membuka kesempatan kepada siapapun meminangnya menjadi pelatih, tak terkecuali Indonesia. Tapi tentu selain tawaran nominal kontrak, sang arsitek perlu diyakinkan tantangan spesial apa yang akan ia hadapi di tim barunya.

Nama Guus Hiddink mencuat ke permukaan, menjadi salah satu figur alternatif pelatih Tim Merah-Putih selain Mourinho. Rekomendasi nama yang bersangkutan dicuatkan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir.

"Kalau Pak Erick menyarankan Indonesia lebih baik memboyong Guus Hiddink," ujar Imam Nahrawi pada pekan ini.

Nakhoda asal Belanda itu lebih berpengalaman melatih timnas  dibandingkan dengan Mourinho, yang selama ini hanya melatih di level  klub. Dari segi bayaran juga, Hiddink juga lebih murah dibanding Mourinho.

"Yang pasti timnas kita nanti harus dilatih pelatih asing, dan didampingi asisten pelatih dalam negeri nantinya," tutur Menpora.

Mengontrak Guus Hiddink sebagai pelatih Timnas Indonesia amat realistis. Pada tahun 2002 ia pernah melatih negara Asia, Korea Selatan. Sejarah apik dicatat kala itu dengan meloloskan Tim Taeguk ke semifinal World Cup Jepang-Korea.

Berbeda dengan kebanyakan pelatih-pelatih top dunia lainnya, Hiddink seringkali membuat kejutan menerima pinangan melatih bukan tim elite. Ia sempat melatih Turki, Australia, Rusia. Siapa tahu ia bersedia menakhodai Timnas Indonesia.