Kegalauan Eduard Tjong atas Hasil Minor PS TNI di TSC

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 19 Mei 2016, 15:15 WIB
Pelatih PS TNI, Eduard Tjong saat mendampingi timnya melawan Mitra Kukar pada laga Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (14/5/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - PS TNI tampil mengecewakan di tiga laga Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo. Legimin Raharjo dkk. hanya meraih sekali seri dan dua kekalahan di kandang sendiri.

Bahkan PS TNI diganyang Mitra Kukar, 1-4 di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (14/5/2016). Hasil minor itu jadi kegalauan tersendiri bagi pelatih Eduard Tjong.

"Hasil itu jadi catatan terburuk saya selama melatih. Saya tidak pernah kebobolan enam gol dalam tiga laga awal. Namun saya semakin termotivasi untuk meraih kemenangan perdana," kata pelatih yang akrab disapa Edu kepada bola.com, Kamis (19/5/2016).

Beban berat memang berada di pundak Eduard Tjong. Betapa tidak, pelatih asal Solo itu ditarget manajemen finis di posisi dua besar. Meski terpuruk pada tiga laga awal, Edu menilai target itu bisa terealisasi karena kompetisi masih panjang.

Advertisement

Hanya, mantan pelatih Persiba Balikpapan itu masih meraba-raba faktor apa yang membuat timnya tak optimal. Namun, Edu menilai mental bertanding dan atmosfer kompetisi yang berbeda dengan turnamen jadi penyebab.

PS TNI memang tampil garang pada turnamen Piala Jenderal Sudirman dengan menembus babak delapan besar plus menyingkirkan tim-tim bertabur bintang seperti Persib Bandung dan Pusamania Boreno FC. Selain itu, PS TNI juga menunjukkan performa impresif di Torabika Bhayangkara Cup 2016 meski gugur di fase penyisihan.

"Jadi para pemain seperti belum siap dengan atmosfir seketat kompetisi. Namun perlahan faktor mental bertanding itu semakin terangkat," tutur Edu.

Selain itu, pelatih 44 tahun tersebut juga menyoroti kinerja lini belakang. Komunikasi antarpemain dinilai sangat buruk sehingga berdampak pada longgarnya penjagaan.

Edu memberi contoh saat kekalahan atas Mitra Kukar dengan sebagian besar gol lawan berasal dari penjagaan yang longgar. Perbaikan lini belakang terus dilakukan sebelum lawatan ke markas Persegres Gresik United, Minggu (22/5/2016).

"Dua hari ini kami maksimalkan perombakan pos bek. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik dan PS TNI bangkit," tegas Eduard Tjong.