Kabar dari Prancis: Pesona Indonesia di Hati Imigran Haiti

oleh Ary Wibowo diperbarui 30 Jun 2016, 05:40 WIB
Arnold (kiri), imigran Haiti di Paris bersama Bola.com berbicara mengenai pesona Indonesia di mata warga Prancis. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna).

 

Laporan langsung jurnalis Bola.com, Ary Wibowo dan Vitalis Yogi Trisna, dari Paris, Prancis Prancis adalah salah satu kota dengan jumlah imigran terbanyak di dunia. Penyebaran para pendatang yang sebagian besar berasal dari Afrika, Asia, dan Eropa, itu pun sempat menuai pro dan kontra di negara berpenduduk 66 juta jiwa tersebut. 

Advertisement

Pada awal penyebaran bermunculan perdebatan yang bersifat diskriminatif dan rasis kepada para imigran. Berdasar hal tersebutlah hingga saat ini wacana mengenai kehidupan para pendatang itu terus menjadi pembahasan besar bagi petinggi pemerintahan di Kota Mode. 

"Saya tidak terlalu peduli, biar saja menjadi urusan mereka (pemerintah Prancis). Kami di sini hanya ingin hidup damai," ujar Arnold, salah satu imigran asal Haiti.

Prancis, menurut Data World Bank, memiliki sekitar 80.000 imigran Haiti karena negara kepulauan tersebut pernah menjadi jajahan dari 1697 hingga meraih kemerdekaan pada 1804. Bahkan, bahasa Prancis masih dipakai sebagai bahasa resmi masyarakat Haiti selain Creole. 

Arnold mengaku sudah sembilan tahun berada di Paris bersama keluarganya. Ia pun mengaku senang jika bertemu pendatang baru atau turis dari negara lain yang berkunjung ke Prancis. Maklum, saat ini dia bekerja sebagai supir di salah satu perusahaan transportasi. 

Keramahan Arnold kepada para turis pun dirasakan Bola.com ketika meliput tempat latihan tim nasional Prancis, di Clairefontaine-en-yvelines. Selain bersedia menunggu, pria berusia 29 tahun itu juga memberikan tumpangan gratis saat menuju kembali ke pusat kota Paris. 

Padahal, dengan jarak 53,62 km, harga yang harus dibayar untuk dua kali perjalanan pulang pergi dari Paris ke Clairefontaine-en-yvelines sebesar 141.12 euro (sekitar Rp 206 ribu). Namun, dia memberi diskon secara cuma-cuma dan bahkan bersedia menunggu. 

Suasana dalam perjalanan pulang juga cair karena Arnold cukup komunikatif kepada penumpang, khususnya ketika bertanya mengenai asal negara para peliput Piala Eropa 2016. Menurut dia, Indonesia sangat indah, meski mengaku belum pernah secara langsung berkunjung. 

"Saya belum. Namun, saya memiliki beberapa teman dan mereka sering ke negara-negara Asia. Selain Indonesia, pernah juga ke Thailand. Negara Anda (Indonesia) katanya sangat indah," ungkap Arnold. 

Dalam perjalanan pulang, Arnold kemudian menepikan mobil yang kami tumpangi di salah satu sudut kota Clairefontaine-en-yvelines. Ternyata, dia meminta untuk berfoto bersama dengan para peliput dari Indonesia. 

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini