2 Eks Timnas U-19 Berbagi Cerita TC Disiplin ala Alfred Riedl

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 24 Sep 2016, 12:30 WIB
Ichsan Kurniawan berbagi cerita dengan rekan sekamar di TC Timnas Indonesia. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Bola.com, Solo - Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Kota Solo, 22-27 September. Agenda pemusatan latihan itu sebagai bagian persiapan menuju Piala AFF 2016 di Myanmar dan Filipina, November mendatang.

Sebanyak 24 pemain dipanggil pelatih Alfred Riedl, beberapa di antaranya pemain muda. Pemusatan latihan kali ini memiliki arti bagi dua gelandang muda Septian David Maulana dan Ichsan Kurniawan. 

Keduanya merupakan jebolan Timnas U-19 era Indra Sjafri dan baru kali pertama bergabung dalam TC Timnas Senior plus berada dalam satu kamar di Hotel Alana Solo. Aturan dan disiplin ketat yang diterapkan Alfred Riedl jadi suatu hal yang harus dijalani. Seluruh pemain dilarang jalan-jalan atau keluar hotel.   

Advertisement

"Kalau saat TC tidak boleh keluar dari hotel seperti saat melawan Malaysia lalu. Namun kalau kepepet harus keluar hotel harus izin dulu ke pelatih," ungkap Septian David kepada Bola.com, Sabtu (24/9/2016).

Hal tersebut tentu kontras saat bergabung dengan klub dan bertanding di markas lawan. Septian David dan Mitra Kukar pernah merasakan atmosfer Kota Solo saat dijamu Persija Jakarta di Stadion Manahan, 5 Agustus 2016. Saat itu beberapa penggawa Naga Mekes sedikit diberi kelonggaran untuk berjalan-jalan mengelilingi Kota Bengawan.

"Paling kalau di kamar yang ngobrol, nonton TV dan bermain handphone. Setelah itu istirahat karena pagi latihan," ujar pemain asal Semarang itu.

Sementara, Ichsan memahami keinginan sang pelatih agar pemain tak mengalami kelelahan usai berlatih dua kali sehari. Menurutnya, aturna tersebut juga jadi hal positif bagi pemain.

"Kami menikmati apapun yang ada dalam TC. Apalagi ini kesempatan emas bagi kami pemain muda bergabung Timnas Senior," ucap pemain Sriwijaya FC itu.

Meski tak boleh keluar hotel, juru taktik asa Austria itu sedikit longgar dengan awak media. Para pemain memang dibebaskan untuk melayani permintaan wawancara media meski hanya berkisar 10-15 menit.