Pelatih Timnas Malaysia Balas Ejekan Putra Mahkota Johor

oleh Aning Jati diperbarui 02 Okt 2016, 17:00 WIB
Pelatih Timnas Malaysia, Ong Kim Swee, membalas kritikan tajam bos Johor Darul Ta'zim yang juga putra mahkota Johor. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Kuala Lumpur - Alih-alih mendapat dukungan dari seluruh pihak, pelatih timnas Malaysia, Ong Kim Swee, mendapat serangan dari internal sepak bola Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, serangan yang mengarah ke personal itu diterima Kim Swee dari bos klub raksasa Malaysia, Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

Pada Jumat (30/9/2016), Tunku Ismail yang merupakan Putra Mahkota Kesultanan Johor sekaligus pemilik klub Johor Darul Ta'zim dan Johor Darul Ta'zim (JDT) II mempertanyakan metode pemusatan latihan timnas Malaysia selama beberapa minggu, khususnya jelang uji coba melawan Singapura (7/10/2016) dan Afghanistan (11/10/2016) sebagai pemanasan Piala AFF 2016.

Tidak sekadar mempertanyakan, Tunku Ismail menilai metode latihan seperti itu tidak efektif karena tetap tidak akan memperbaiki penampilan pemain dan membuat tim kuat, terutama selama masih di bawah pelatih Ong Kim Swee.

"Berlatih selama empat bulan pun, mereka akan tetap bermain dengan gaya sama. Seperti itulah kualitas yang dimiliki Ong Kim Swee. Kalau ada pelatih asing dengan catatan prestasi apik, barulah saya memperbolehkan pemain berlatih dengannya karena saya tahu mereka bisa belajar darinya," kata Tunku Ismail menyindir kualitas pelatih 45 tahun itu.

Pernyataan pedas itu sebagai jawaban Tunku Ismail atas keputusannya menarik pulang tiga pemain JDT II dari TC timnas Malaysia (28/9/2016). Padahal, tiga pemain itu baru sehari mengikuti pemusatan latihan di Wisma FAM.

Advertisement

Tunku Ismail berujar hanya akan melepas pemainnya dalam pemusatan latihan timnas Malaysia sesuai aturan FIFA, yakni empat hari jelang laga persahabatan sesuai kalender FIFA dimainkan. 

Mengetahui dirinya disentil bos klub elite Malaysia itu, Ong Kim Swee pilih cuek alias tidak mau ambil pusing.

"Tuduhan semacam itu tidak akan menghentikan saya dari apa yang sedang saya lakukan. Saya sudah bergumul dengan tudingan-tudingan seperti itu begitu saya jadi pelatih timnas," kata Kim Swee di Wisma FAM, Kelana Jaya, seperti dikutip di New Straits Times, Sabtu (1/10/2016).

"FAM mendukung saya. Apakah kami berhasil atau tidak di Piala AFF, saya akan menjawabnya setelah turnamen. Saya lebih baik fokus pada tim daripada melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat buat sesama. Toh, saya yakin persoalan ini akan berhenti dengan sendirinya," imbuh sang pelatih.

"Anda tidak bisa menghentikan orang-orang untuk berbicara. Buat saya, tudingan itu justru memotivasi saya. Saya yakin semua itu akan berhenti begitu saya memenuhi target di Piala AFF," ucap pelatih asal Melaka itu.

Kim Swee juga mengungkapkan bila para pemain termotivasi untuk membuktikan kritikan itu keliru.

"Para pemain memahami kritikan itu dan sekarang bertekad memberi pembuktian. Mereka ingin memenuhi tantangan. Pada akhirnya, semua ini bukan soal saya. Mereka harus berjuang demi harga diri bangsa di Piala AFF," ungkapnya.

"Mereka yang akan terpilih tampil di turnamen harus membuktikan kualitas mereka. Saya yakin fans yang mengikuti perkembangan timnas Malaysia memahami kondisi sekarang seperti apa," kata Kim Swee.

 

Berita Terkait