Kalahkan T-Team, Bukti Hormat Andik Vermansah pada Sang Mentor RD

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 03 Okt 2016, 12:30 WIB
Andik Vermansah mengungkapkan perasaannya selepas membawa Selangor mengalahkan T-Team yang dilatih Rahmad Darmawan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Shah Alam - Andik Vermansah kembali memberi kontribusi penting bagi Selangor FA. Pada pertandingan semifinal leg pertama Piala Malaysia, Minggu (2/10/2016), assist bintang Selangor asal Indonesia ini menjadi penentu kemenangan timnya atas T-Team yang dibesut Rahmad Darmawan.

Kemenangan 2-1 membuat Andik merasa puas. Minimal, beban berat di pundaknya sudah berkurang. Maklum, sejak kapten tim Shahrom Kalam dibekap cedera beberapa waktu lalu, Andik diplot menjadi kapten tim berjulukan Gergasi Merah itu.

"Sebagai kapten tim saya bertanggung jawab atas nasib tim ini selama 90 menit laga berjalan. Jadi, saya harus pintar-pintar membawa diri, memimpin rekan-rekan di lapangan," ungkap Andik.

Menyandang ban kapten di pertandingan penting semacam ini dianggap sangat berkesan. Lebih-lebih dalam bentrokan di semifinal Piala Malaysia ini, ia bertemu dengan tim yang dibesut mentornya saat memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2013, Rahmad Darmawan. Andik mengaku selalu memiliki motivasi lebih ketika berhadapan dengan tim polesan RD.

"Coach RD adalah pelatih, guru, dan orangtua bagi saya. Jadi selalu ada kesan tersendiri saat tampil di hadapan beliau. Semangat saya jadi lebih besar untuk memenangi laga ketika ada beliau, sekali pun coach RD berada di pihak lawan. Itu wujud rasa hormat saya pada beliau," tutur Andik.

Yang lebih mengesankan bagi Andik, pertandingan ini mengingatkan dirinya saat Selangor FA sukses menjuarai turnamen yang sama tahun lalu. Di Piala Malaysia musim ini, selangkah lagi mereka akan mewujudkan asa kembali tampil di final.

Advertisement

Dengan hasil kemenangan 2-1, Andik dkk. hanya perlu bermain imbang di leg kedua yang akan berlangsung pada 15 Oktober 2016. Laga tersebut akan berlangsung di kandang T-Team, Stadion Sultan Ismail Nasiruddin Shah, Terengganu.

"Saya terharu, usai laga mata saya sempat berkaca-kaca karena perjalanan kami musim lalu hampir sama dengan musim ini. Kurang maksimal di Malaysia Super League, tapi bagus di Piala Malaysia. Semoga kali ini pun sama," ucap Andik.

Andik berharap bisa mengulang capaian mereka di turnamen ini lantaran menjuarai Piala Malaysia merupakan satu-satunya peluang terbesar yang masih mereka miliki.

"Musim lalu rencana saya untuk mendatangkan keluarga, terutama bapak dan ibu ke Malaysia batal terealisasi. Musim ini kalau kami tampil di final, saya ingin juara langsung di depan mereka," harapnya.

Musim lalu, Andik sangat menyesal. Pasalnya, kesempatan mendatangkan orangtuanya menyaksikan dirinya berlaga di final Piala Malaysia batal terwujud.

Padahal, manajemen Selangor FA sudah meminta Andik agar menyiapkan semua kebutuhan keluarganya supaya bisa hadir di laga tersebut. Namun, paspor sang ayah belum diurus sehingga rencana untuk berbagi suka cita bersama gagal total.

 

Berita Terkait