Legenda Arema Asal Brasil Rela Turun Pangkat Jadi Pelatih SSB

oleh Iwan Setiawan diperbarui 15 Okt 2016, 11:00 WIB
Claudio de Jesus, legenda Arema yang kini melatih SSB Kejora di Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Nama Claudio de Jesus masih sangat populer di telinga penggemar sepak bola Malang. Pria asal Brasil itu merupakan salah satu legenda Arema yang bermain pada musim 2003-2005. Dia ikut membawa Singo Edan promosi ke Divisi Utama dan dua kali jadi juara Copa Indonesia.

Setelah pensiun, sebenarnya pria 40 tahun ini sempat jadi asisten pelatih Persipura Jayapura awal musim  ini. Tapi setelah manajemen Mutiara Hitam melakukan perombakan pelatih, dia akhirnya ikut terdepak bersama pelatih kepala waktu itu, Oswaldo Lessa.

Kini, Claudio rela turun pangkat sebagai pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Kejora yang berada di Kota Malang. Dia sangat menikmati profesinya membina pemain muda. Tentu bukan materi yang dikejar. Dia senang membagi ilmu kepada pemain lokal Malang.

"Saya memang tinggal di Malang karena anak dan istri memang di kota ini. Sebenarnya saya ada tawaran klub (TSC). Tapi sekarang lebih baik menunggu kompetisi resmi saja," tegasnya.

Advertisement

Claudio mengaku sejak keluar dari Persipura dia melatih di SSB Kejora. Yang membuatnya betah, selain dekat dengan keluarga, dia juga ingin membenahi sepak bola Indonesia dari level SSB.

"Persoalan pemain muda di Indonesia adalah mental. Kalau passing atau skill, sudah bagus. Hanya mental tandingnya harus dibenahi dari usia dini," kata pelatih yang pernah bermain di PSM Makassar.

Mental bertanding yang dimaksud, seperti grogi menghadapi pertandingan atau ciut nyali saat berhadapan dengan lawan lebih tangguh.

Dia juga membandingkan pemain muda di Indonesia dengan negaranya. Meski secara kualitas sepak bola Brasil jauh lebih maju, dia melihat Indonesia berpotensi lebih baik jika mental tanding teratasi.

"Di Brasil, pemain usia 16 tahun sudah matang. Cara agar masalah mental ini teratasi, ya pelatih harus selalu kasih motivasi dan arahan setiap kali mau bertanding," imbuh bapak tiga anak ini.

Demi memperbaiki sepak bola Indonesia, kini dia sudah mengajukan permohonan sebagai warga negara Indonesia lewat proses naturalisasi. Sebab dia sudah beristrikan perempuan Indonesia dan tinggal lebih dari 13 tahun.

"Saya sudah serahkan persyaratan untuk jadi WNI. Sekarang masih proses," tandas Claudio de Jesus yang juga pernah menjadi pelatih akademi Arema.