3 Kekalahan Beruntun di BRI Super League, Apakah Pelatih Arema FC Masih Dipertahankan?

Di pekan ke-23 hingga 25 BRI Super League 2025/2026, Arema tak sanggup meraih poin. Mereka dihajar oleh Borneo FC, Bali United dan Bhayangkara FC.

Bola.com, Malang - Arema FC dikenal sebagai tim yang sering memecat pelatih di tengah jalan. Itu biasa terjadi jika tim berjulukan Singo Edan itu menelan tiga kekalahan beruntun.

Kali ini, Arema baru mengalami hal tersebut. Di pekan ke-23 hingga 25 BRI Super League 2025/2026, Arema tak sanggup meraih poin. Mereka dihajar oleh Borneo FC, Bali United dan Bhayangkara FC.

Lantas bagaimana nasib pelatih Marcos Santos? Karena manajemen pasti akan melakukan evaluasi dengan hasil ini. Sepertinya, bulan Ramadhan jadi fase yang sulit bagi Arema. Total empat pertandingan dilalui hanya dengan satu poin yakni saat menahan Madura United di pekan 22.

Namun, General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi belum memberikan komentar terkait evaluasi. Karena pada kekalahan terbaru Arema di markas Bhayangkara dianggap bukan semata faktor pelatih.

Melainkan banyaknya kartu merah yang didapatkan tim berjulukan Singo Edan adalah tiga kartu merah yang diberikan kepada Pablo Oliveira, Dalberto Luan dan Matheus Blade. “Kita melakukan analisis ke depannya,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Arema Tidak Stabil

Bisa dibilang musim ini prestasi Arema tidak stabil. Saat ini, Singo Edan terdampar di urutan sebelas dengan 31 poin. Padahal, manajemen menargetkan finis lima besar musim ini.

Tentu target itu mulai terasa berat. Arema berjarak sepuluh poin dengan Persita Tangerang yang ada di urutan lima. Tapi posisi Marcos sebagai pelatih kepala Arema masih bertahan sampai pekan 25.

Sepertinya, manajemen akan berpikir dua kali untuk ganti pelatih ketika kompetisi menyisakan sembilan pertandingan saja. Perlu diketahui, posisi Marcos sebagai pelatih kepala Arema sempat goyah di putaran pertama. Tepatnya saat mendapatkan hasil minor di kandang sendiri.

Singo Edan pernah gagal menang dalam enam laga beruntun di Stadion Kanjuruhan. Namun Marcos selamat karena dia membuat Arema sulit dikalahkan di kandang lawan. Baru di pekan 16, Arema kalah dalam laga away. Yakni saat kalah di markas Bali United pada 4 Januari 2026 lalu.

Rumor Dapat Tawaran dari Brasil

Sementara itu beredar rumor di media sosial jika Marcos juga mendapatkan tawaran untuk pulang kampung ke Brasil. Ada tawaran untuk melatih klub kasta ketiga di negaranya itu. Namun, rumor itu masih belum terjawab. Karena sang pelatih kini fokus bersama Arema.

Saat ini, Arema punya jeda tiga pekan untuk menghadapi laga selanjutnya. Yakni menjamu Malut United pada 3 April di Stadion Kanjuruhan. Laga yang akan terasa berat.

Karena Malut United berada di papan atas. Sedangkan Arema kehilangan banyak pemain setelah dapat hujan kartu di markas Bhayangkara FC.

“Kami kehilangan Pablo Oliveira, Dalberto Luan dan Matheus Blade. Selain itu ada yang akumulasi kartu kuning. Sama seperti pertandingan melawan Bhayangkara. Akan jadi hal yang sulit,” sambung Marcos.

 

Ekspektasi Tinggi

Saat ini, ekspektasi manajemen Arema kepada Marcos lebih tinggi. Karena manajemen mengeluarkan banyak dana untuk mendatangkan pemain baru yang sarat pengalaman di putaran kedua. Jika tidak sesuai ekspektasi, bisa saja kontraknya berakhir lebih cepat.

Musim lalu, Arema menggunakan tiga pelatih kepala. Awal musim mereka mengontrak Joel Cornelli. Namun pengujung putaran pertama pelatih asal Brasil itu dilengserkan.

Posisinya sempat digantikan Kuncoro sebagai pelatih kepala sementara. Sedangkan di putaran kedua, pelatih asal Portugal, Ze Gomes dipercaya jadi nahkoda.  

Yuk Lihat Peta Persaingan

Video Populer

Foto Populer