Inilah Harapan Bonek Mania pada Ketum PSSI yang Akan Terpilih

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 22 Okt 2016, 09:15 WIB
Kelompok suporter Persebaya, Bonek Mania, punya harapan terhadap Ketua Umum PSSI terpilih nantinya. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Surabaya - Ribuan Bonek Mania dipastikan akan menghijaukan Jakarta saat Kongres Pemilihan PSSI berlangsung. Seperti janji mereka, kedatangan Bonek dalam jumlah besar tidak semata-mata untuk memastikan status Persebaya dipulihkan, tetapi juga ingin memberikan dukungan langsung pada proses pemilihan ketua umum PSSI yang baru agar berlangsung fair.

Bukan bermaksud menekan ketua umum PSSI terpilih nanti agar meluluskan pemulihan status Persebaya sebagai anggota sah federasi, namun mereka berharap ketum PSSI yang baru menegakkan aturan dan tidak mengedepankan kepentingan kelompok tertentu.

"Saya hanya berharap Ketua Umum PSSI yang baru mampu menjalankan dan menegakkan aturan. Memutar roda organisasi dengan baik, memastikan kompetisi ditangani secara profesional dan bersih, serta bertekat kuat memajukan sepak bola Indonesia," ujar Oka Eka alias Oka Gundul, salah satu pentolan Bonek Mania.

Oka tidak menyinggung soal pemulihan status Persebaya karena ia meyakini pengembalian status Persebaya sifatnya mutlak. Baginya dan rekan-rekannya, tidak ada alasan bagi PSSI untuk tidak memasukkan Persebaya sebagai klub anggota PSSI lantaran bukti yang mereka miliki cukup kuat.

Advertisement

Selain itu ia percaya siapa pun yang menjadi Ketum PSSI, tidak akan menutup mata soal status Persebaya.

"Kami sudah berkali-kali menggelar aksi besar-besaran, baik di Surabaya maupun Jakarta. Tentu siapa pun yang duduk menjadi Ketum PSSI akan berpikir seribu kali kalau sampai Persebaya tidak mendapat pengesahan di kongres nanti," tuturnya.

Bonek Mania sudah membuka pendaftaran keberangkatan ke Jakarta untuk mengawal kongres. Hingga kini kabarnya sudah di atas 500 Bonek yang mendaftar.

Oka juga meminta Ketum PSSI baru memilih orang-orang yang bersih dan profesional dalam membantu menjalankan tugasnya. Sebab ia khawatir, jika orang-orang yang ditempatkan di sejumlah posisi strategis tidak kompeten, akan kembali merusak tatanan sepak bola Indonesia.

"Yang tak kalah penting, SDM perangkat pertandingan juga ditingkatkan. Jangan sampai terjadi praktek kecurangan-kecurangan lagi. Sebab jika terjadi terus-menerus akan menurunkan kredibilitas PSSI dan kepercayaan masyarakat bola terhadap federasi. Resistensi bisa mengakibatkan konflik baru bermunculan. Imbasnya, sepak bola Indonesia pun sulit maju," papar Oka.

 

Berita Terkait