Tiket PSIM Vs Madura United Ludes Terjual, Laskar Mataram Siapkan Suguhan Tari Tradisional untuk Tutup Laga Kandang di BRI Super League

PSIM Yogyakarta menatap laga kandang terakhir musim ini dengan atmosfer berbeda.

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta menatap laga kandang terakhir musim ini dengan atmosfer berbeda. Laskar Mataram menyiapkan suguhan budaya spesial saat menjamu Madura United pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026.

PSIM dijadwalkan menjamu Madura United di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (17/5/2026) pukul 19.00 WIB. Antusiasme publik terhadap pertandingan ini terbilang cukup tinggi.

Sebanyak 8.500 tiket yang dirilis manajemen PSIM ludes terjual sebelum hari pertandingan. Jumlah itu kontras dibanding beberapa laga sebelumnya yang hanya laku kurang dari 2 ribu lembar tiket.

"Alhamdulillah antusiasme menjelang laga kandang ini sangat luar biasa. 8.500 tiket yang dirilis telah habis terjual. Kami sangat mengapresiasi dukungan masif ini dan penuhnya SSA besok akan memberikan suntikan semangat tersendiri bagi tim," ujar Media Officer PSIM, Irza Triamanda, Sabtu (16/5/2026).

"Bagi rekan suporter yang datang langsung ke stadion, mari kita bersama-sama tetap menjaga ketertiban, mematuhi regulasi pertandingan, saling menghormati, dan menjaga nama baik Yogyakarta," pesannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harmoni Budaya di Tengah Atmosfer Stadion

Tidak hanya menghadirkan atmosfer sepak bola, manajemen Laskar Mataram juga ingin memberikan pengalaman berbeda kepada penonton yang hadir langsung di Stadion Sultan Agung.

Lewat akun media sosial resminya, Sabtu (16/5/2026), PSIM mengumumkan bakal ada pertunjukan tari tradisional saat jeda pertandingan melawan Madura United.

Pertunjukan bertajuk 'Harmoni Budaya di Lapangan Hijau' itu akan menampilkan Tari Bang Ceng Ceng karya Anter Asmorotedjo yang dipadukan dengan musik acapella Mataraman oleh Pardiman Omah Cangkem.

Kolaborasi tersebut disebut bakal menghadirkan pertunjukan penuh energi, ritme, serta semangat nusantara di tengah atmosfer pertandingan sepak bola.

"Pertunjukan tari itu untuk menutup laga kandang musim ini dengan meriah di Stadion Sultan Agung. Dan itu memang sengaja dirancang manajemen sendiri, kami ingin ada acara tambahan," jelas Irza Triamanda.

PSIM Lebih Tenang, Madura United Dalam Tekanan

Skuad Naga Jawa menghadapi pertandingan ini dengan nyaman. Skuad arahan Jean-Paul van Gastel tersebut kini menempati urutan ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin.

Perolehan angka itu sudah cukup memastikan Laskar Mataram aman dari ancaman degradasi. Pencapaian yang layak diapresiasi mengingat ini merupakan musim perdana PSIM kembali berlaga di kasta tertinggi.

Di sisi lain, Madura United datang ke Bantul dengan tekanan besar. Laskar Sape Kerrab saat ini masih tercecer di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League dengan nilai 32.

Situasi itu membikin Madura United wajib bekerja keras untuk mengamankan posisi di papan bawah. Kemenangan jadi harga mati demi menjaga kans bertahan di strata teratas.

Video Populer

Foto Populer