Penyebab Alfred dan Boaz Kehilangan Hak Suara di Penghargaan FIFA

oleh Aning Jati diperbarui 10 Jan 2017, 16:00 WIB
Alfred Riedl mengungkapkan apa yang membuatnya tidak ikut memilih dalam ajang penghargaan pemain dan pelatih terbaik versi FIFA. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Wina - Misteri mengapa nama Indonesia tidak tercantum dalam daftar pemilih pemain dan pelatih terbaik dunia 2016 versi FIFA akhirnya terjawab. Adalah pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2016, Alfred Riedl, yang memberikan penjelasan.

Kepada Bola.com melalui email, Selasa (10/1/2017), Alfred mengungkapkan bila ia sebenarnya sudah mendapatkan form dari PSSI untuk memberikan haknya dengan ikut memilih.

"Tapi, form itu diberikan ke saya jauh melewati batasan waktu. Jadi, FIFA tidak memasukkan suara saya dan juga Boaz (Solossa)," ungkap Alfred dalam balasan email yang dikirimkan Bola.com.

Dari aturan FIFA, induk organisasi sepak bola dunia itu memberikan batasan waktu, 4-22 November 2016, untuk seluruh anggota FIFA yang diwakili kapten serta pelatih timnas, mengirimkan pilihan mereka. Selepas tenggat waktu itu, tentu sudah tidak akan diterima FIFA.

Dalam hal ini, Indonesia diwakili Boaz Solossa yang berstatus kapten Timnas Indonesia serta Alfred Riedl, yang kala itu menjabat sebagai pelatih kepala Tim Merah-Putih.

Advertisement

Alfred Riedl memang tidak mengungkapkan secara spesifik kapan ia menerima form itu. Namun yang pasti, hal ini tentu bisa jadi pelajaran bagi PSSI, khususnya kesekretariatan, agar di kemudian hari tidak terulang lagi.

Seperti diketahui, FIFA memberikan kesempatan pada setiap kapten dan pelatih timnas negara anggotanya untuk memilih kandidat pemain dan pelatih terbaik (untuk kategori pria dan wanita). Masing-masing dari setiap kapten dan pelatih timnas, berhak memilih tiga calon.

Calon yang jadi pilihan utama mendapatkan poin lima, pilihan kedua mendapat poin tiga, dan calon ketiga memperoleh poin satu. Seluruh pilihan yang masuk diranking FIFA. Hasilnya, Cristiano Ronaldo jadi pemenang pemain terbaik dunia 2016, Claudio Ranieri (pelatih terbaik), sementara di kategori putri ada Silva Neid (pelatih terbaik 2016) dan Carli Lloyd (pemain terbaik).

Indonesia, bersama Brunei Darussalam dan Timor Leste, jadi negara yang tidak ikut memilih dalam hajatan penghargaan tahunan bergengsi yang digelar FIFA ini. Sedangkan negara tetangga lain di kawasan ASEAN ikut berpartisipasi.

Di sisi lain, hingga saat ini belum ada penjelasan dari PSSI. Sekjen PSSI, Ade Wellington, yang coba dimintai keterangan Bola.com, masih belum memberikan jawaban.

 

Berita Terkait