7 Transfer Musim Dingin Terbaik Dalam Sejarah Premier League

Luis Suarez, Daniel Sturridge dan Mikel Arteta patut dianggap sebagai transfer musim dingin terbaik dalam sejarah Premier League.

BolaCom | Yosua Eka PutraDiterbitkan 02 Februari 2017, 11:05 WIB
Duel antara kapten MU Patrice Evra (kiri) dan striker Liverpool Luis Suarez di laga lanjutan EPL berjuluk North West Derby yang digelar di Anfield Stadium, 15 Oktober 2011. Skor 1-1. AFP PHOTO / ANDREW YATES

Bola.com - Geliat bursa transfer musim dingin 2017 di Premier League resmi berakhir pada 31 Januari kemarin. Beberapa klub berhasil mendatangkan pemain anyar guna memperbaiki penampilan mereka pada paruh kedua kompetisi. 

Pada bursa transfer kali ini, klub papan atas Premier League terlihat tidak begitu antusias untuk mendatangkan pemain anyar. Chelsea dan Manchester United justru melepas beberapa pemain mereka yang dianggap sebagai surplus klub. Kejutan terbesar justru datang dari klub papan tengah dan papan bawah yang  berambisi untuk memperbaiki penampilan mereka pada paruh kedua musim.

Advertisement

Bursa transfer musim dingin hadir sebagai solusi untuk memperbaiki performa atau menambah amunisi sebuah klub yang tengah bersaing di trek juara. Tidak sedikit pemain anyar yang diboyong gagal memberikan kontribusi positif, namun tidak sedikit juga yang meraih kesuksesan hingga menjadi satu di antara legenda klub.

Luis Suarez merupakan bukti jitunya keputusan Liverpool dalam melakukan transfer pada periode Januari. Kesuksesan serupa pernah dirasakan Manchester United kala mengangkut Patrice Evra dan Nemanja Vidic ke Old Trafford.

Tidak hanya dua klub raksasa Premier League tersebut. Klub-klub medioker pernah mendapat keuntungan lewat bursa transfer musim dingin. Sebagai contoh, Everton saat merekrut Mikel Arteta dari Real Sociedad dan Bolton Wanderers yang terhindar dari ancaman degradasi Premier League berkat Daniel Sturridge.

Berikut ini 7 transfer musim dingin terbaik dalam sejarah Premier League:


1. Luis Suarez (Ajax Amsterdam ke Liverpool, Januari 2011)

Luis Suarez, pindah dari Ajax ke Liverpool dirinya langsung menjadi idola. Pemain Barcelona ini memiliki skill dan naluri mencetak gol yang tinggi. (AFP Photo/Glyn Kirk)

Luis Suarez menjadi pengganti Fernando Torres di Liverpool yang hijrah ke Chelsea pada Januari 2011. Bomber timnas Uruguay itu diboyong dari Ajax Amsterdam dengan banderol 22,5 juta pounds (Rp 325 miliar).

Suarez awalnya sempat kesulitan beradaptasi di Premier League pada musim perdananya bersama Liverpool. Dia hanya mampu mencetak empat gol dan lima assist dalam 13 penampilan liga. Setelah itu, terlepas dari kontroversinya di lapangan hijau, Suarez tetap menjadi tumpuan lini depan Liverpool. Dia sempat menjadi top scorer dengan 31 gol dan membantu The Reds menjadi runner-up Premier League musim 2013-2014.

Sayang, Liverpool tidak mampu memagari Suarez dari pinangan Barcelona. Alhasil, pemain berjuluk El Pistolero itu hijrah ke Camp Nou dengan mahar 70 juta pounds (Rp 1,2 triliun) pada musim panas 2014.


2. Patrice Evra (AS Monaco ke Manchester United, Januari 2006)

Bek kiri Manchester United Patrice Evra beraksi dalam leg pertama semifinal Liga Champions kontra Schalke 04 di Gelsenkirchen, 26 April 2010. AFP PHOTO/PATRIK STOLLARZ

Melalui negosiasi panjang, Manchester United akhirnya berhasil membujuk AS Monaco untuk melepas Patrice Evra dengan nilai transfer 7 juta pounds (Rp 118,66 miliar) pada Januari 2006. Selama delapan setengah musim bersama Manchester United, dia memenangi 15 trofi, termasuk lima gelar Premier League dan satu Liga Champions.

Evra pernah mendapat kepercayaan mengenakan ban kapten Manchester United saat dilatih Sir Alex Ferguson. Dia mengakhiri kebersamaannya dengan The Red Devils setelah dilepas ke Juventus pada musim panas 2014.

Selama memperkuat Manchester United, Evra mencatatkan 379 penampilan dalam semua ajang. Dia mencetak 10 gol dan 40 assist.


3. Javier Mascherano (West Ham United ke Liverpool, Januari 2007)

8. Javier Mascherano (Januari 2007) - Gelandang bertahan ini didatangkan pelatih Liverpool saat itu Rafael Benitez dari West Ham. Kerjasamanya dengan Xabi Alonso membuat lini tengah The Reds menjadi sangat solid. (AFP/Andrew Yates)

Liverpool mendapat suntikan amunisi lini tengah pada Januari 2007. Javier Mascherano dibeli dari West Ham United dengan mahar 19 juta pounds (Rp 321 miliar) dan didapuk sebagai gelandang jangkar untuk menemani Xabi Alonso.

Pada saat kompatriotnya, Carlos Tevez, berjuang menyelamatkan West Ham United dari ancaman degradasi, nasib berbeda dirasakan Mascherano bersama Liverpool. Dia membawa The Reds melaju ke final Liga Champions 2006-2007, namun gagal menjadi juara setelah kalah 1-2 dari AC Milan.

Kiprah Mascherano bersama Barcelona terbilang singkat. Tiga setengah musim kemudian, Barcelona membajak dia dari Liverpool dengan nilai transfer 17 juta pounds (Rp 287 miliar).


4. Nemanja Vidic (Spartak Moscow ke Manchester United, Januari 2006)

Selebrasi defender Manchester United, Nemanja Vidic seusai menjebol gawang Sunderland dalam lanjutan EPL yang berlangsung di Old Trafford, Manchester, 6 Desember 2008. AFP PHOTO/IAN KINGTON

Selain Patrice Evra, Manchester United juga melabuhkan Nemanja Vidic ke Old Trafford pada Januari 2006. Bek asal Serbia itu dibeli dari Spartak Moscow seharga 7,2 juta pounds (Rp 122 miliar).

Namun, bedanya, Vidic langsung bisa beradaptasi sedangkan Evra sempat mengalami kesulitan di Premier League. Persamaan lainnya dengan Evra, Vidic pernah menjadi kapten The Red Devils sampai memutuskan hengkang pada Juli 2014. Dia mencatatkan 300 penampilan dalam semua kompetisi sebelum hijrah ke Inter Milan.

Cedera lutut memaksa Vidic pensiun dini. Dia memutuskan gantung sepatu pada Januari 2016.


5. Daniel Sturridge (Chelsea ke Bolton Wanderers, Januari 2011)

Selebrasi striker Bolton Wanderers Daniel Sturridge usai mencetak gol ke gawang Everton dalam lanjutan EPL di Reebok stadium, 13 Februari 2011. Bolton unggul 2-0. AFP PHOTO / ANDREW YATES.

Bolton Wanderers patut berterima kasih kepada Daniel Sturridge. Pasalnya, dia turut berjasa membantu Bolton Wanderers selamat dari degradasi pada Premier League musim 2010-2011.

Saat diasuh Owen Coyle, Bolton Wanderers meminjam Sturridge dari Chelsea selama enam bulan atau tepatnya pada Januari 2011. Sturridge menunjukkan ketajamannya dengan mencetak delapan gol dalam 12 penampilan. 


6. Gary Cahill (Bolton Wanderers ke Chelsea, Januari 2012)

Bek Bolton Wanderers Gary Cahill beraksi pada partai Carling Cup melawan Arsenal di Emirates Stadium, London, 25 Oktober 2011. AFP PHOTO/IAN KINGTON

Chelsea takkan menyesali keputusannya merekrut Gary Cahill dari Bolton Wanderers pada Januari 2012. Dalam waktu singkat, bek timnas Inggris itu mampu tampil konsisten dan jadi andalan The Blues di jantung pertahanan.

Empat bulan setelah berlabuh di Stamford Bridge, Cahill langsung membantu Chelsea menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah atau tepatnya pada Mei 2012. Kini, dia menjadi wakil John Terry selaku kapten The Blues.


7. Mikel Arteta (Real Sociedad ke Everton, Januari 2005)

Mikel Arteta (L) of Everton vies with Stephen Warnock of Blackburn Rovers during the Premier league football match at Goodison Park , Liverpool , north-west , England 25 August , 2007. AFP PHOTO/ANDREW YATES

Mikel Arteta merupakan salah satu pembelian terbaik Everton. Dia diboyong ke Goodison Park pada Januari 2005 dengan banderol hanya dua juta pounds atau setara dengan Rp 33 miliar.

Arteta langsung menjadi jendral lini tengah Everton. Dia membawa skuat asuhan David Moyes finis di posisi 4-Besar klasemen Premier League musim 2005-2006. The Toffies bahkan nyaris lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, namun itu gagal terealisasi lantaran kalah dari Villarreal dalam babak play-off.

Arteta menghabiskan enam setengah musim dengan seragam Everton. Dia kemudian pindah ke Arsenal dengan banderol 10 juta pounds (Rp 169 Miliar) pada Agustus 2011.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini

Berita Terkait