Analis Timnas Indonesia U-20 Berbagi Pengalaman di Surabaya: Ingatkan Pentingnya Pemahaman Sepak Bola di Era Teknologi AI

Sepak bola modern tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan. Di balik setiap pertandingan, terdapat proses analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan yang didukung oleh data dan teknologi.

Bola.com, Jakarta - Sepak bola modern tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan. Di balik setiap pertandingan, terdapat proses analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan yang didukung oleh data dan teknologi.

Perkembangan tersebut melahirkan profesi-profesi baru yang sebelumnya jarang dikenal publik, salah satunya performance analyst.

Di Indonesia, salah satu sosok yang meniti karier di bidang tersebut adalah Val Arnold Raharja. Berbekal latar belakang pendidikan Sistem Informasi, pria asal Jakarta itu memulai karier profesionalnya di dunia data, sebelum akhirnya terjun ke sepak bola profesional.

Pengalaman dalam mengolah data, mencari pola, dan menerjemahkan informasi menjadi dasar yang membentuk cara pandangnya terhadap permainan.

“Banyak orang melihat sepak bola hanya dari apa yang terjadi selama pertandingan. Padahal di balik itu, ada proses analisis yang panjang untuk membantu pelatih dan pemain mengambil keputusan yang lebih baik,” ucap Val, Jumat (19/6/2026). 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pemegang Lisensi UEFA B

Perjalanan tersebut membawanya terlibat dalam berbagai lingkup sepak bola di Indonesia, mulai dari level klub hingga tim nasional kelompok umur. Pengalaman itu membantunya memahami penggunaan data dan teknologi dalam proses pengembangan pemain maupun tim.

Pengalaman menempuh lisensi kepelatihan UEFA B di Jerman memberikan perspektif tambahan bagi Val dalam melihat sepak bola modern. Baginya, data bukan sekadar angka, melainkan alat untuk membantu memahami apa yang terjadi di lapangan secara lebih objektif.

Seiring berkembangnya sepak bola modern, analisis performa menjadi bagian yang semakin penting dalam proses pembinaan maupun kompetisi. Analisis video pertandingan, evaluasi performa pemain, identifikasi pola permainan lawan, hingga penyusunan laporan teknis kini menjadi bagian dari keseharian mereka.

 

Tak Lupa Akar, Berbagi Ilmu di UNESA

Selain aktif di lingkungan sepak bola profesional, Val juga dipercaya menjadi dosen tamu pada Program D4 Analisis Performa Olahraga (APO) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Program tersebut memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan olahraga nasional karena menjadi program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang secara khusus berfokus pada bidang analisis performa olahraga.

Menurut Val, kehadiran program tersebut merupakan perkembangan yang sangat positif bagi generasi muda yang ingin mendalami bidang sport analytics.

“Saya termasuk generasi yang belum memiliki jalur pendidikan formal khusus untuk menjadi performance analyst. Mahasiswa saat ini jauh lebih beruntung karena sudah memiliki kesempatan mempelajari bidang tersebut secara akademis sejak di bangku kuliah,” katanya.

Program D4 Analisis Performa Olahraga UNESA menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti analisis video, data analytics, sport technology, scouting, hingga evaluasi performa atlet. Pendekatan multidisiplin tersebut dinilai penting sebagai role model dalam olahraga modern yang semakin berkembang.

Val juga menilai perkembangan teknologi akan membawa perubahan besar terhadap dunia analisis performa dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu yang paling berpengaruh adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI).

“AI akan membantu mempercepat banyak proses analisis. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam, kini dapat dilakukan jauh lebih cepat. Namun teknologi tetap hanya alat bantu," tegasnya.

"Yang paling penting tetap kemampuan manusia dalam memahami konteks pertandingan dan menerjemahkan informasi menjadi keputusan yang tepat,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis tetap akan menjadi pembeda utama di era ketika teknologi semakin mudah diakses oleh semua orang. Karena itu, ia mendorong mahasiswa dan generasi muda yang tertarik pada bidang sport analytics untuk tidak hanya mempelajari perangkat lunak atau teknologi terbaru, tetapi juga memahami sepak bola secara mendalam.

“Teknologi akan terus berubah. AI juga akan terus berkembang. Tetapi kemampuan memahami permainan, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan menghubungkan data dengan kebutuhan tim akan tetap menjadi keterampilan yang paling berharga,” ujarnya.

 

Pentas Bola Dunia 2026
Pentas Bola Dunia 2026
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer