Aremania Kritik Performa Juan Pablo Pino

oleh Iwan Setiawan diperbarui 15 Mei 2017, 16:45 WIB
Aremania tidak segan menyuarakan pendapat mereka terkait performa Juan Pablo Pino yang dianggap belum memuaskan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Catatan khusus datang dari Arema FC. Dua kali menurunkan marquee player, Juan Pablo Pino, tim berjulukan Singo Edan ini justru gagal memetik nilai sempurna. Pekan lalu, tepatnya pada 10 Mei 2017, Arema kalah di kandang PSM Makassar Kemudian pada Minggu (14/5/2017) malam, mereka ditahan 1-1 dari tamunya, Madura United.

Suporter Arema, Aremania, langsung memberikan kritik pedas kepada mantan pemain AS Monaco dan Galatasaray tersebut. Di media sosial, banyak fans fanatik Arema mempertanyakan kualitas Pino.

Saat melawan Madura United, gelandang serang 30 tahun itu punya banyak peluang. Bahkan lebih banyak dibandingkan bomber utama Arema, Cristian Gonzales. Namun, tembakannya masih belum membuahkan gol.

"Pino masih belum memuaskan Aremania. Padahal kami berharap ketika dia main, serangan Arema lebih tajam," kata Achmad Gozali, Aremania Korwil Klayatan.

Advertisement

Justru Aremania melihat kontribusi playmaker asing sebelumnya, Fellipe Bertoldo, lebih apik ketimbang Pino. Lantaran saat Bertoldo di lapangan, dia bisa mengalirkan bola lebih tajam kedepan. Saat kehilangan bola, pemain yang keluar dari Arema karena persoalan paspor Timor Leste ditangguhkan itu, masih mau membantu pertahanan.

"Dari pandangan saya pribadi, kualitas Pino tidak masuk marquee player. Masih kalah kontribusinya dibandingkan marquee player klub lain seperti Michael Essien, Peter Odemwingie, Didier Zokora, dan Mohamed Sissoko," kritik Gozali.

Namun, pelatih Arema, Aji Santoso, berani pasang badan dengan kritikan yang tertuju pada Pino. Aji melihat mantan pemain timnas Kolombia itu masih dalam proses menemukan permainan terbaiknya.

"Dari pandangan kami, Pino terus membaik dari di setiap pertandingan. Dari cadangan kini bisa main penuh," tegas Aji.

Persoalan utama Pino yang terlihat adalah kondisi fisik sang pemain yang belum prima. Padahal di awal perekrutannya, Arema ingin mencari marquee player yang masih fit dan belum pernah berhenti lama karena cedera atau menganggur.