Rekor Tai Tzu Ying Terhenti di Tangan Pebulutangkis Thailand

oleh Andhika Putra diperbarui 16 Jun 2017, 20:58 WIB
Tai Tzu Ying tak menyesali kekalahannya dari tunggal putri Thailand, Nitchaon Jindapol.(Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Rekor tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying, yang memenangi 27 pertandingan beruntun sejak Desember 2016 akhirnya terhenti di tangan pebulutangkis Thailand, Nitchaon Jindapol. Tai Tzu Ying takluk dari Nitchaon pada babak perempat final Indonesia Open Super Series 2017 dengan skor 19-21, 21-8, 17-21, Jumat (16/6/2017). 

Advertisement

Nitchaon juga menjegal kans Tai untuk memenangi tujuh turnamen secara beruntun. Sebelum tampil di Indonesia Open, Tai Tzu Ying meraih enam titel secara beruntun, kecuali Piala Sudirman yang berformat beregu.

Rentetan kemenangan itu dimulai dari juara Hong Kong Terbuka Super Series 2016, BWF Super Series Finals 2016, All England 2017, Malaysia Terbuka Super Series Premier 2017, Singapore Terbuka Super Series 2017 serta Kejuaraan Bulutangkis Asia 2017.

Tai Tzu Ying kali terakhir menelan kekalahan di ajang BWF Super Series Final, tepatnya pada pertandingan ketiga fase grup. Tai kalah dari pemain Korea Sun Ji-hyun, 15-21, 17-21. Setelah itu, dia tak terkalahkan dalam 27 laga beruntun.  

Selain itu, Tai Tzu Ying jadi orang Taiwan pertama yang meraih medali emas Kejuaraan Asia sepanjang sejarah turnamen.

Meski rekor apiknya terputus, Tai Tzu Ying mengaku tak terlalu menyesal. "Saya tidak sedih karena rekor kemenangan ini harus terhenti. Sejak awal saya memang tidak terbebani dengan rekor," ujar Tzu Ying setelah pertandingan, Jumat (16/6/2017).

Tzu Ying juga mengungkap faktor yang membuatnya tak bisa tampil maksimal ketika menghadapi Nitchaon. Pebulutangkis peringkat satu dunia itu mengaku tengah dalam kondisi tidak prima.

"Kondisi fisik saya sedang tidak bagus dan permainan yang saya perlihatkan memang sangat buruk," tutur Tai Tzu Ying.