Mat Halil, Totalitas dan Pengabdian untuk Persebaya

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 22 Jul 2017, 12:15 WIB
Wawancara Eksklusif Mat Halil (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Surabaya - Kembalinya Persebaya Surabaya ke pentas sepak bola nasional tidak bisa dipisahkan dari sosok Mat Halil. Halil adalah pemain senior tersisa ketika Persebaya mengalami masa-masa paling kelam dalam sejarah klub berjulukan Bajul Ijo itu.

Dalam kurun waktu lebih kurang lima tahun, 2010-2016, Halil menjadi bagian perjuangan Persebaya menuntut hak yang sempat diabaikan federasi. Seperti diketahui, Persebaya sempat terdegradasi ke Divisi Utama akibat kalah WO setelah tidak datang di laga terakhir ISL 2010 kontra Persik Kediri di Palembang.

Sebelumnya, Persebaya merasa dirugikan dengan sejumlah keputusan PSSI terkait laga itu. Persebaya menilai seharusnya menang WO atas tim Macan Putih lantaran tidak mendapat izin dari kepolisian setempat hanya beberapa hari menjelang pertandingan.

Sesuai regulasi PSSI, seharusnya Persebaya mendapat tambahan tiga angka karena panpel Persik memberitahukan hal itu kurang dari tujuh hari.

Advertisement

Sejak saat itu pula, Halil mengabdikan diri pada Persebaya. Pemain yang terpaksa gantung sepatu pada awal musim ini karena regulasi pembatasan usia ini turut berjuang dengan cara bertahan di Persebaya dalam keadaan terpuruk sekali pun.

Bahkan, ketika rekan satu tim memilih hengkang ketika Persebaya dicoret dari keanggotaan PSSI melalui mekanisme kongres Luar Biasa (KLB) pada 2013.

Wajar bila di mata publik Surabaya, khususnya pencinta Persebaya, Halil bukan sekadar icon atau legenda hidup klub berjulukan Green Force tersebut, tetapi juga pahlawan.

Sebab, ia tidak hanya loyal kepada Persebaya, namun juga berjuang dengan membela Persebaya di beberapa partai ekshibisi ke berbagai daerah selama status Persebaya belum dipulihkan PSSI.

Lantas bagaimana pandangan Halil terhadap Persebaya saat ini? Berikut petikan wawancara Halil dengan Bola.com.

Setelah bertahun-tahun berjuang demi Persebaya, bagaimana perasaan Anda melihat Persebaya kembali ke kancah sepak bola Indonesia?
Tentu sangat senang dan melegakan. Perjuangan kami bertahun-tahun dengan pengorbanan luar biasa yang dilakukan semua komponen Persebaya akhirnya berbuah manis.

Meski, saya pribadi kurang puas karena Persebaya harus memulai lagi dari kasta kedua. Tapi, dibandingkan sebelumnya, kami tetap bersyukur. Lebih baik bermain di kasta kedua ketimbang tidak sama sekali.

Optimistis Persebaya Promosi

Berjuang sekian lama, tapi Anda akhirnya tetap tidak masuk dalam bagian Persebaya. Apakah Anda tidak merasa disia-siakan?
Tidak, saya sadar diri. Saya sudah dikikis usia, penurunan fisik saya sudah tidak bisa dibohongi. Karena itu, saya tidak merasa terbuang meski manajemen klub memutuskan tidak memakai tenaga dan jasa saya lagi.

Saya harus berbesar hati, dan memberikan kesempatan pada pemain muda. Biar mereka yang meneruskan perjuangan saya dan beberapa teman lainnya.

Tak sedikit suporter maupun pencinta Persebaya yang menilai manajemen tidak melihat jasa Anda pada klub ini, bagaimana Anda menyikapinya?
Saya rasa tidak seperti itu. Saya sudah bicara dengan manajemen dan kami melakukan kesepakatan. Tidak ada yang perlu dipersoalkan dari keputusan manajemen soal karier saya bersama tim ini.

Meski saya sekarang di luar, saya masih bisa memberikan kontribusi pada Persebaya, karena saya juga memiliki klub internal Persebaya, Elfaza. Di klub ini saya bisa memproduksi pemain bagus untuk disumbangkan ke Persebaya nantinya.

Beberapa orang lama yang berjasa harus tersingkir sejak terjadi pergantian pelatih dari Iwan Setiawan ke Angel Alfredo Vera, menurut Anda?
Saya tidak tahu persis masalah itu. Manajemen yang lebih berhak menjawabnya. Mungkin saja sudah ada kesepakatan di antara manajemen dengan mereka. Jadi, saya tidak bisa menjawab.

Bagaimana manajemen Persebaya sekarang dengan sebelumnya?
Semua bagus. Tapi, kali ini sangat bagus. Mereka profesional dan tahu kebutuhan tim. Saya yakin, di tangan manajemen sekarang, Persebaya bisa kembali berjaya.

Sebab, untuk menjadi klub yang hebat harus ditunjang manajemen profesional, keuangan yang sehat, pelatih serta pemain yang bagus. Dari semua itu, saya menilai klub ini sekarang sudah berada di jalur yang benar.

Bagaimana Anda melihat persaingan di Liga 2 musim ini?
Sangat berat dan kompetitif. Semua tim memiliki kekuatan merata. Tidak ada yang terlalu dominan maupun yang jadi bulan-bulanan. Semua tim mempunyai peluang yang sama untuk meraih prestasi tertinggi, termasuk Persebaya.

Persebaya ditarget promosi ke Liga 1, menurut Anda bagaimana peluangnya?
Saya sangat optimistis Persebaya mampu mewujudkan hal itu. Sebab, kendati saya tidak lagi bersama tim ini, saya sempat bersama mereka selama masa persiapan. Saya tahu persis semangat dan kemampuan mereka.