6 Negara Ikuti Kejuaraan Tenis Pelajar Asia di Solo

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 21 Agu 2017, 11:51 WIB
Panitia penyelenggara menjelaskan tentang Kejuaraan Pelajar Asia 2017 di Solo, Jawa Tengah, 19-28 Agustus 2017. (Bola.com/Ronald Seger)

Bola.com, Solo - Kota Solo kembali jadi venue kejuaraan tenis internasional. Bertempat di Lapangan Tenis Manahan, Solo menjadi tuan rumah Kejuaraan Tenis Pelajar Asia edisi ke-5, 19-28 Agustus 2017. Ajang yang merupakan agenda rutin Asian School Sport Federation (ASSF) itu akan diikuti enam negara yakni Indonesia selaku tuan rumah, China, India, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Advertisement

Kabid Pemanduan dan Pengembangan Bakat dala Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga Kemenpora, Mohammad Aziz Arianto menjelaskan tiap negara akan menurunkan 16 atlet tenis pelajar, terdiri atas delapan putra-putri.

Indonesia akan menurunkan tim terbaik yakni M Althaf, M Rifki Fitriadi, Rindosa Wijaya, Iswandaru Kusumo Putro, Indra Wahyu Anshari, Bagus Laksono Setyadi, Ari Fahresi, dan M Ali Akbar Ramadhani di sektor putra. Sedangkan di sektor putri terdapat Fadona Titalyana Kusumawati, Shevita Aulana, Novela Rezha Melania, Samantha Nanere, Putri Sanjungan Insani, Janice Tjen, Fitriani Sabatini, serta Fitriana Sabrina.

''Sesuai skedul, tiga hari pertama akan mempertandingkan nomor beregu dan dilanjutkan perorangan,'' kata Aziz dalam jumpa pers di Solo, Sabtu (19/8/2017).

Sekjen Badan Pembinaan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), Akhyar Matra menambahkan kejuaraan tersebut tidak hanya terfokus pada prestasi olahraga. Namun juga pengenalan ragam budaya yang akan diperkenalkan ke seluruh peserta. Termasuk pemilihan Kota Solo yang terkenal sebagai kota olahraga serta budaya.

''Jadi selain prestasi olahraga, nilai pendidikan dan kebudayaan juga didapat semua peserta. Mereka bisa bertukar ilmu maupun budaya masing-masing negara,'' ucapnya.

Sementara dari sisi teknis, manajer tim Indonesia, Joko Sulistyono menyebut tak ingin memberikan target muluk-muluk. Dirinya hanya berharap seluruh petenis bekerja keras dan bermain maksimal. Joko berpatokan pada hasil ASEAN School Games 2017 di Singapura, Juli lalu, di mana Indonesia hanya meraih 1 mendali emas ganda putri dari pasangan Fadona Titalyana Kusumawati/Novela Rezha Melania Putri.

''China dan India memiliki tradisi tenis yang lebih baik, termasuk juga Thailand. Terpenting para atlet berjuang maksimal di lapangan,'' tegas Joko mengenai peta kekuatan pada Kejuaraan Tenis Pelajar Asia.