Ahmet Atayev Punya Cara Jitu Berkomunikasi dengan Skuat Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 25 Agu 2017, 21:15 WIB
Ahmet Atayev bercanda dengan asisten pelatih Arema, Kuncoro. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Bahasa jadi kendala pemain asing Arema FC. Setelah Juan Pablo Pino yang tidak bisa menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia, masalah serupa dihadapi gelandang asal Turkmenistan, Ahmet Atayev.

Pemain 26 tahun itu justru lebih parah daripada Pino karena tidak ada yang bisa jadi penerjemah baginya lantaran Atayev hanya bisa menggunakan bahasa Rusia dan Turki. Sedangkan Pino masih dibantu pemain asal Amerika Latin, seperti Arthur Cunha, Esteban Vizcarra, dan Cristian Gonzales yang bisa berbahasa Spanyol.

Advertisement

Tetapi, Atayev tidak menyerah dengan kendala yang dimiliki. Justru dia lebih giat berkomunikasi dengan pemain lokal.

"Saya pakai google translate. Baik lewat text ataupun suara. Jadi, ke mana-mana harus bawa smartphone. Itu membantu," kata Atayev.

Saat Arema tur ke Banjarmasin pekan ini, dia satu kamar dengan pemain lokal, Adam Alis. Dia tetap berusaha berkomunikasi agar suasana tidak kaku. "Memang agak ribet bicara dengan Atayev. Tapi, dia berusaha untuk bisa komunikasi," ungkap Adam.

Bagi Atayev, merantau ke luar Turkmenistan merupakan pengalaman pertamanya. Dengan bekal Bahasa Inggris yang minim, dia berani untuk mengembangkan kariernya di Indonesia.

Selama minggu pertama di Malang, dia masih dibantu pemain asal Turkmenistan yang lama berkiprah di Indonesia, Mekan Nasyrov. Namunm kini Mekan sudah kembali ke negaranya untuk melanjutkan kursus kepelatihan.

Sejak itu, Atayev juga berusaha mendalami Bahasa Indonesia karena dia menargetkan dua bulan sudah mulai bisa menguasainya.

Dalam sehari-hari, Atayev justru lebih sering bercanda dengan asisten pelatih Arema, Kuncoro. Kebetulan sang asisten sering mengajaknya untuk berbicara. Karena memeluk agama Islam, Atayev sedikit mengerti beberapa kata serapan dari bahasa Arab atau Turki.

"Ahmet Atayev pemain yang ramah dan suka bercanda. Kadang kami juga berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan itu membuatnya sedikit mengerti," timpal Kuncoro.

Berita Terkait